BIN Miliki Komitmen Bantu Bangsa dan Negara Pengamat Politik Boni Hargens (MP/Bartolomeus Papu)

Merahputih.com - Badan Intelijen Negara (BIN) dinilai punya komitmen membantu bangsa dan negara dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

"Perintah UU Intelijen 11/2011 sangat jelas bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai mata dan telinga negara mengandung implikasi bahwa Presiden Republik Indonesia adalah end user atau single user dari seluruh aktivitas intelijen," kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens di Jakarta, Minggu (27/9).

Baca Juga

Anies Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 19 April, Warga Dilarang Keluar Rumah

Bulan Maret 2020 lalu, ketika skala peningkatan korban COVID-19 makin meresahkan, Presiden Joko Widodo memerintahkan BIN untuk turut membantu pemerintah dan negara dalam menangani persoalan pandemi ini.

"Atas dasar perintah itu, BIN bekerja keras, termasuk melalui program tes usap yang dikenal dengan istilah polymerase chain reaction (PCR)," singkat dia.

Hal teknis seperti ini tentu tidak diatur di dalam UU manapun karena memang pandemi corona itu situasi spesifik dan darurat yang sulit diprediksi dari awal. Pihak manapun di dunia tidak ada yang berhasil memprediksi pandemi tersebut dan menjadi persoalan paling rumit dalam hampir setahun terakhir.

Direktur LPI Boni Hargens
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens (MP/Gomes R)

Ia bangga dan berterimakasih kepada BIN yang sudah memperlihatkan komitmennya membantu bangsa dan negara. Harusnya, menurut dia, seluruh komponen bangsa bersyukur karena BIN ikut berjibaku membantu menyelamatkan masyarakat.

Bahwa masih ada kritik terhadap program tes usap, itu hal yang manusiawi. Tidak ada satupun negara di dunia hari ini yang berhasil sempurna menangani masalah pandemi ini.

"BIN sudah bekerja maksimal, harusnya kita hargai. TNI dan POLRI juga ikut membantu dengan caranya masing-masing. Itu pun mesti kita apresiasi, bukannya malah menambah masalah dengan mengajukan kritik tanpa solusi," ungkap dia dikutip Antara.

Baca Juga

Utamakan Keselamatan Orang Banyak, MUI Imbau Umat Muslim tidak Mudik

Saat ini, Indonesia memerlukan kerja nyata, bukan retorika kosong. Ia berharap, organisasi masyarakat, kelompok peneliti di kampus-kampus, dan pihak manapun ikut membantu seperti yang telah dilakukan BIN.

"Untuk bisa keluar dari kemelut ini, semua pihak harus bersikap bijaksana, menahan diri untuk tidak saling mencerca, sambil terus melakukan hal positif untuk kebaikan bersama," beber dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pekerja Indonesia Rentan Jadi Korban Pelanggaran HAM
Indonesia
Pekerja Indonesia Rentan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Pekerja di Indonesia masih sangat rentan jadi korban pelanggaran HAM, terutama oleh bisnis yang tidak bertanggungjawab terutama di perusahaan tempatnya bekerja.

Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan
Indonesia
Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan

"Karena ia telah memberi contoh yang tidak baik dan merusak pondasi kebangsaan yang berdemokrasi serta persatuan bangsa," tutup Gurun.

Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram
Dunia
Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram

Mobil tersebut menyelonong masuk ke plasa Masjidil Haram.

Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Dugaan Korupsi Damkar
Indonesia
Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Dugaan Korupsi Damkar

Wali Kota Depok, Mohammad Idris memberikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsu di Damkar Kota Depok

Warga Terdampak Banjir di Banjar Dievakuasi
Indonesia
Warga Terdampak Banjir di Banjar Dievakuasi

Warga terdampak banjir di Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin.

COVID-19 Bikin TVRI dan RRI Surabaya Lockdown
Indonesia
COVID-19 Bikin TVRI dan RRI Surabaya Lockdown

Sudah 54 orang karyawan RRI Surabaya yang positif

Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin
Indonesia
Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin

"Cairan di suntikannya ga dilihatin, saya lihat yang nyuntik saja ga boleh. Saya tanya kenapa, katanya prosedurnya, SOP-nya begitu, masih uji coba," kata Arif

Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan
Indonesia
Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan

Naiknya status laporan ini ke penyidikan pasca penyidik melakukan gelar perkara.

Erupsi Semeru dan Banjir Jember, Ketua DPD Imbau Masyarakat Lebih Waspada
Indonesia
Erupsi Semeru dan Banjir Jember, Ketua DPD Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Senator Dapil Jawa Timur itu meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu Gunung Semeru bergejolak lagi.

JPU Dinilai Hanya Menerka soal Waktu Pinangki Terima Uang 500 USD
Indonesia
JPU Dinilai Hanya Menerka soal Waktu Pinangki Terima Uang 500 USD

"Penuntut umum masih tidak menjelaskan hal-hal yang kami sampaikan dalam eksepsi kami yaitu tidak jelasnya kapan Pinangki terima uang, dari katanya Andi Irfan Jaya," kata Aldres