Bimbim Clow, Pecinta Kucing yang Tepis Tuduhan Miring Tentang Dirinya Bimbim Clow di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (30/7) (Foto: MP/Muchammad Yani)

NAMA Bimbim Clow di kalangan pencinta kucing memang tidak asing lagi. Pria yang bernama asli Wahyu Winono itu merupakan Founder Cat Lovers in The World (CLOW) kerap melakukan aksi penggalangan dana di komunitasnya untuk membantu hewan-hewan terutama kucing yang mengalami musibah.

Sayangnya, aksi Bimbim ini menghadapi masalah. Ia mendapat tuduhan serius yakni menggelapkan dana donasi sebesar Rp3 miliar. Sebelumnya, pengacara Razman Arif Nasution menggelar konferensi pers di kantornya, Rabu (29/7). Mewakili kliennya, Kristian Adi Wibowo atau Joshua, ia mengatakan jika Bimbim sangat tidak terbuka atas donasi yang ia dapat.

Baca juga:

Dog Meat Free Indonesia Kampanyekan Stop Perdagangan dan Konsumsi Daging Anjing

Menanggapi tuduhan itu, Bimbim angkat bicara. Di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (30/7) ia malah mempertanyakan jumlah penggelapan dana yang dituduhkan kepadanya. Jika memang dari donasi yang dilakukan di situs Kitabisa, hal tersebut tak mendasar karena, ia sudah memiliki kontrak dengan Kitabisa.

Bimbim Clow menjelaskan tuduhan kepadanya tidak mendasar (Foto: MP/Muchammad Yani)
Bimbim Clow menjelaskan tuduhan kepadanya tidak mendasar (Foto: MP/Muchammad Yani)

"Jika dari Kitabisa, saya punya kontrak di bulan Februari untuk penggalangan dana rumah kucing Tomohon. Dari surat tersebut saya hanya mendapatkan dana Rp75 juta," ucapnya kepada awak media.

Meskipun ia tak mengetahui jumlah total yang dihasilkan dari penggalangan dana tersebut, Bimbim memang memperkirakan dana yang terkumpul bisa ratusan juta. Namun sekali lagi ia menekankan hanya mendapatkan dana sebesar Rp75 juta, sesuai dengan kontrak.

"Tapi yang mengelola ini Kitabisa, bukan saya. Dan iklan Kitabisa ini memang booming. Terakhir saya lihat di Facebook hingga 3 ribu komentar," ujar Bimbim.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA): Gunakan Masker Bisa Sebabkan Keracunan dan Kekurangan Oksigen

Pria berkacamata itu juga menjelaskan dana yang diberikan oleh pihak Kitabisa langsung masuk ke rekening pribadinya. "Karena pihak Kitabisa sudah mensurvei bangunan yang saya buat," tuturnya.

Sementara jika tuduhan yang dimaksud ialah donasi dari 2017 hingga 2020 juga tidak terbukti. Karena setiap tahunnya, pengeluaran untuk shelter terbilang besar. Di tahun 2019 misalnya ia membangun tiga shelter sekaligus dengan dana Rp1,9 milyar.

Ia pun akan membawa kasus ini ke meja hijau (Foto: MP/Muchammad Yani)
Ia pun akan membawa kasus ini ke meja hijau (Foto: MP/Muchammad Yani)

"Tapi dana itu bukan murni dari sumbangan donasi publik. Saya mendapatkan sponsor dari beberapa orang dengan dana yang cukup besar, dan itu laporannya langsung ke pihak donatur. Kami juga tak mungkin mempublish kecuali donatur yang meminta," ujarnya.

Tuduhan miring dari Joshua dikatakan oleh Bimbim bukan kali ini saja. Sebelumnya ia sempat dituduh menerima uang suap Rp25 juta dari kasus di Samarinda. Namun, saat Bimbim meminta klarifikasi, Joshua tidak bisa memberikan penjelasannya.

"Saya mengurus kasus di Samarinda seekor kucing yang digigit pitbull berpemilik. Dan itu divideoin secara langsung. saya tidak menerima suap itu sampai hari ini. Saya bahkan meminta dia (Joshua) untuk membuktikan, karena hal-hal seperti itu kan sensitif," terang Bimbim.

Saat Bimbim juga sudah mengambil tindakan hukum atas tuduhan miring terhadap dirinya. Ia juga meminta kepada Joshua agar menjelaskan asal uang Rp3 miliar yang dituduhkan tersebut. (Yni)

Baca juga:

Bangkitkan Pariwisata Indonesia Bersama Gerakan Kembali Berwisata


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH