Bima Arya Prediksi Pemilihan Ketum PAN Tidak Mungkin Aklamasi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya

Merahputih.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya bersiap maju sebagai calon ketua umum partai berlambang matahari tersebut.

Dengan banyaknya caketum yang maju dalam kongres mendatang, Bima memprediksi pemilihan ketua umum PAN periode 2020-2025 hampir mungkin tidak akan ditentukan dengan aklamasi.

Baca Juga

Rayakan Lebaran di Jakarta, Presiden Jokowi Tidak Dampingi Cucu

"Kalau saya membaca kelihatannya ada pandangan-pandangan yang harus diapresiasi, dihargai di daerah-daerah. Tadi saya kira saya melihat kecil kemungkinan aklamasi," ucap Bima di Hotel Millenium, Sabtu (7/12).

Bima mengaku tengah membangun konsolidasi dengan petinggi-petinggi partai untuk meminta arahan dan dukungan dalam memajukan PAN ke depan.

"Saya akan komunikasikan juga dengan semuanya, akan minta pendapat juga dengan bang Hatta Rajasa ini ke depan partainya seperti apa, itu penting saya kira," ucap dia.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya

Bima memperkirakan pada kongres PAN mendatang akan banyak kandidat yang mencalonkan diri sebagai ketua umum partai. Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari sikap Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang membuka ruang terhadap munculnya nama-nama baru dalam persaingan caketum PAN.

Sebelumnya, Anggota Steering Committee Rapat Kerja Nasional V Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto menyebut nama-nama yang sudah dipastikan maju sebagai ketua umum.

Baca Juga

Amien Rais: Jika Kelak Gerindra Dapat Kursi Menteri, Pemilu Kemarin Tiada Berguna

Terdapat empat orang yang telah memastikan maju sebagai caketum, yakni Ketua Umum Petahana, Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum Petahana, Asman Abnur, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Mulfachri Harahap, dan pengamat ekonomi INDEF sekaligus Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo.

Di luar keempat nama itu, Totok mengakui masih banyak nama-nama lain yang disebut-sebut tapi belum menunjukkan komitmen untuk maju menjadi calon ketua umum.

Seperti nama Ketua Fraksi PAN di DPR RI, Hanafi Rais dan Wakil Ketua Umum PAN, Bima Arya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kepala Daerah yang Kena OTT KPK Bupati Kutai Timur Bersama Istri
Indonesia
Kepala Daerah yang Kena OTT KPK Bupati Kutai Timur Bersama Istri

Dia diamankan bersama sang istri di sebuah hotel di Jakarta.

Cuma 31 Persen Publik Tahu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja
Indonesia
Cuma 31 Persen Publik Tahu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja

Hasil ini, menjadi catatan kritis bagi pemerintah, di mana rumusan kebijakan yang dinilai sangat strategis kurang dikomunikasikan kepada publik.

 Panitia Minta Para Tamu Harus Bawa Undangan Perayaan Imlek Nasional di ICE BSD
Indonesia
Panitia Minta Para Tamu Harus Bawa Undangan Perayaan Imlek Nasional di ICE BSD

Saran itu diutarakan, kata dia, untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung lantaran pihak panitia mengundang petinggi negara seperti Presiden RI Jokowi, dan Wakil Presiden Maruf Amin.

KPK Periksa Eks Menkeu Agus Martowardojo Terkait Kasus e-KTP
Indonesia
KPK Periksa Eks Menkeu Agus Martowardojo Terkait Kasus e-KTP

“Saksi terkait kasus e-KTP untuk penyidikan tersangka PST (Paulus Tannos),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Orang Tua Siswa Mengaku Ribet Sekolah Online
Indonesia
Orang Tua Siswa Mengaku Ribet Sekolah Online

Orang tua murid mengaku kesulitan dengan sistem belajar mengajar online atau daring yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tahun ajaran 2020-2021.

Epidemiolog UI Minta Pemerintah Teruskan Uji Klinis Vaksin COVID-19
Indonesia
Epidemiolog UI Minta Pemerintah Teruskan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Indikator vaksin itu dapat dilihat dari tingkat keamanan dan efektivitasnya

Waspadai Potensi Penyebaran COVID-19 di Ruang Publik
Indonesia
Waspadai Potensi Penyebaran COVID-19 di Ruang Publik

Masyarakat pekerja dan pengelola bangunan kantor perlu mencermati beberapa situasi di lingkungannya.

KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia

KPK rampung memeriksa empat saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

Anies Ajak Pengusaha di Jakarta Bantu Warga Imbas Corona
Indonesia
Anies Ajak Pengusaha di Jakarta Bantu Warga Imbas Corona

Anies melakukan video konferensi bersama 129 perwakilan perusahaan multinasional dan asosiasi bisnis.

 Tanggapan Kemenlu Soal Nasib Miris 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi
Indonesia
Tanggapan Kemenlu Soal Nasib Miris 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi

"Saya juga baru diinfokan dan Kemlu sudah memintakan KBRI di Riyadh untuk mencari informasi yang lebih lengkap," kata Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah