Bima Arya: Bupati Eka Supria Telah Berjuang Total Atasi Pandemi COVID-19 Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja yang wafat karena COVID-19 (ANTARA/HO/Pemkab Bekasi)

MerahPutih.com - Wali Kota Bogor Jawa Barat Bima Arya menyatakan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja telah berjuang total mengatasi pandemi COVID-19 di daerahnya. Eka wafat karena COVID-19, Minggu (11/7).

"Innalillahi wainnailahi rojiun. Saya turut berduka atas wafatnya bang Eka," kata Bima Arya melalui telepon selulernya, di Kota Bogor, Senin (12/7).

Bima Arya juga turut mendoakan, semoga almarhum husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan.

Baca Juga:

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal Akibat COVID-19

Sebelumnya diberitakan, Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja wafat di Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, pada Minggu (11/7), sekitar pukul 21:30 WIB.

Eka Supria sebelumnya dirawat di ruang unit perawatan intensif (ICU) RS Siloam sejak Minggu (4/7) karena positif COVID-19.

Dikutip Antara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, Eka terkonfirmasi positif COVID-19 setelah sebelumnya menjalani tes swab PCR.

Eka Supria yang terserang COVID-19 dengan gejala klinis karena memiliki komorbid, kemudian dirawat di Rumah Sakit Siloam Tangerang.

Pria kelahiran Bekasi pada 9 Februari 1973 ini meninggalkan seorang istri, Holillah, dan tiga orang anak.

Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menutup tempat niaga pelanggar ketentuan PPKM Darurat di Kecamatan Cikarang Selatan, Senin petang (5/7). ANTARA/Pradita K Syah
Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menutup tempat niaga pelanggar ketentuan PPKM Darurat di Kecamatan Cikarang Selatan, Senin petang (5/7). ANTARA/Pradita K Syah

Riwayat pendidikan Eka Supria adalah, SD hingga SMA dijalaninya di Kabupaten Bekasi, dan kemudian kuliah di Universitas Borobudur Jakarta Timur.

Sedangkan riwayat kariernya, sebelum menjadi Bupati Bekasi, Eka Supria menduduki jabatan sebagai Kepala Desa Waluya, Kabupaten Bekasi dua periode pada 2001-2006 dan 2006-2012.

Pada pemilu legislatif 2014, Eka Supria menjadi calon anggota legislatif melalui Partai Golkar dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Pada pemilihan pimpinan dewan, Eka Supria terpilih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019.

Baca Juga:

Penularan COVID-19 Tinggi, Pembatasan Mobilitas Kawasan Bekasi Makin Ketat

Kemudian, pada Pilkada Kabupaten Bekasi tahun 2017, Eka Supria diusung oleh partainya menjadi calon bupati mendampingi Neneng Hasanah Yasin.

Pasangan Neneng Hasanah dan Eka Supria yang diusung oleh koalisi lima partai itu terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Bekasi, periode 2017-2022.

Namun, pada 1019, Neneng Hasanah mundur dari jabatan bupati setelah tersandung kasus korupsi dan ada keputusan tetap dari pengadilan, sehingga Eka Supria diterapkan sebagai bupati. (*)

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Masih Temukan Bermacam Pelanggaran PPKM Darurat di Bekasi, Apa Saja?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dokter Bakar Bengkel di Tangerang Tewaskan Tiga Orang, Ini Motifnya
Indonesia
Dokter Bakar Bengkel di Tangerang Tewaskan Tiga Orang, Ini Motifnya

Polisi menetapkan Mery Anastasia (MA) menjadi tersangka kasus kebakaran bengkel motor di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (6/8) malam WIB.

Jika Kasus COVID-19 di Luar Jawa-Bali Meningkat, PPKM Darurat Diperluas
Indonesia
Jika Kasus COVID-19 di Luar Jawa-Bali Meningkat, PPKM Darurat Diperluas

Keputusan pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali berdasarkan bertambahnya penularan virus corona

Usai Terbakar, 150 Polisi Jaga Lapas Tangerang
Indonesia
Usai Terbakar, 150 Polisi Jaga Lapas Tangerang

Polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu terjadi.

Mobil Berisi Tujuh Pasien COVID-19 Terbalik di Dekat Gerbang Tol Bogor 1
Indonesia
Komnas HAM Dapat Serangan saat Proses Penyelidikan Tewasnya 6 Anggota FPI
Indonesia
Komnas HAM Dapat Serangan saat Proses Penyelidikan Tewasnya 6 Anggota FPI

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyampaikan perkembangan penyelidikan soal tewasnya 6 anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50.

[Hoaks atau Fakta]: Menag Yaqut Tidak Lagi Anggarkan Dana Buat Pesantren
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Menag Yaqut Tidak Lagi Anggarkan Dana Buat Pesantren

ada yang memposting sebuah link artikel yang berjudul “DPR Kecewa Menag Yaqut Tak Lagi Anggarkan Dana untuk Pesantren

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pemred Media Online di Simalungun
Indonesia
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pemred Media Online di Simalungun

Penyelidikan kasus tewasnya pemimpin redaksi (pemred) media online, Mara Salem Harahap mulai menemui titik terang. Kepolisian mengklaim menangkap terduga pelaku pembunuh Mara.

Anies Harap Tak Ada Warga Tutupi Kasus COVID-19
Indonesia
Anies Harap Tak Ada Warga Tutupi Kasus COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan tidak ada warga ibu kota yang menutup-nutupi jika terdapat kasus COVID-19 di lingkungannya.

Jumlah Penduduk di Jawa Terus Merosot
Indonesia
Jumlah Penduduk di Jawa Terus Merosot

Sebaliknya persentase penduduk di Kalimantan meningkat dari 5,5 persen pada 2000 menjadi 6,15 persen pada 2020

Disebut Restui Moeldoko Rebut Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh
Indonesia
Disebut Restui Moeldoko Rebut Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh

Mahfud kaget dikaitkan dengan isu kudeta Partai Demokrat. Dia meyakinkan publik bahwa tak pernah membicarakan kudeta PD dengan Moeldoko, apalagi merestuinya.