Bilingualism, Aset Kesuksesan Bagi Masa Depan Anak Pentingnya anak menguasai dua bahasa (Foto: Pixabay/Sasint)

BILINGUALISM atau penguasaan dua bahasa merupakan aset kesuksesan bagi anak di masa depan. "Belajar lebih dari satu bahasa adalah aset bagi individu, keluarga, dan seluruh masyarakat kita," tulis Departemen Pendidikan AS sebagaimana dilansir dari Tessais.

Selain itu, banyak peneliti mendorong orang tua untuk mempertimbangkan menambahkan pendekatan bilingual kepada anak. Sayangnya, banyak orang tua yang belum memikirkan hal ini karena merasa belajar lebih dari dua bahasa dapat membuat anak bingung. Anggapan ini salah besar.

Baca juga:

Digital Parenting, Mengupas Metode Didik Orang Tua di Era Kekinian

Anak yang menguasai dua bahasa justru dapat belajar lebih baik daripada mereka yang tidak. The New York Times melaporkan, sebuah studi pada tahun 2009 dilakukan untuk membuktikan pentingnya seorang anak menguasai dua bahasa.

Studi yang dipimpin oleh Agnes Kovacs dari Sekolah Internasional otu mengungkapkan bayi berusia tujuh bulan dengan kemampuan dua bahasa sejak lahir bisa lebih cepat belajar dibandingkan bayi yang hanya menguasai satu bahasa.

Departemen Pendidikan AS mencatat beberapa manfaat utama dalam mengajarkan anak-anak berbagai bahasa di usia sedini mungkin. Mereka memecahnya menjadi empat kategori, antara lain:

1. Perkembangan Kognitif

Perkembangan Kognitif
Anak akan mengalami perkembangan kognitif (Foto: Pixabay/Sasint)

Anak yang menguasai dua bahasa akan mengalami perkembangan kognitif. Faktanya, Departemen Pendidikan anak menyatakan anak-anak yang mulai belajar kedua bahasa sebelum usia enam tahun akan lebih mudah untuk memahami konsep matematika.

Selain itu, mereka dapat menyelesaikan masalah kata, mengembangkan keterampilan berpikir, menggunakan logikanya dengan baik, fokus, memiliki ingatan yang kuat, dan mampu membuat keputusan. Bilingual berfungsi sebagai sarana untuk mempertajam pikiran anak muda tanpa membuatnya kebingungan.

2. Perkembangan-Pengembangan Sosial

Perkembangan-Pengembangan Sosial
Anak lebih muda membangun persahabatan di dalam dan di luar sekolah (Foto: Pixabay/Klimkin)

Memperluas pengalaman bahasa selama jam sekolah hanya berfungsi untuk memperkaya ikatan keluarga dan komunitas. Namun, dengan melakukan pendekatan multibahasa dan multikultural di luar keluarga, sekolah, dan komunitas, akan menumbuhkan ikatan yang lebih erat dan pengertian sosial satu sama lain.

Menurut Departemen Pendidikan AS, dengan menjembatani kesenjangan komunikasi antara bahasa, anak-anak bilingual dapat memahami dan terhubung dengan lebih banyak orang. Mereka juga mudah membangun persahabatan yang lebih kuat di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Baca juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

3. Pembelajaran

Pembelajaran Bilingualism
Kenalkan anak dua bahasa sejak dini agas siap masuk TK (Foto: Pixabay/Sasint)

Bagi kebanyakan orang tua, salah satu kekhawatiran terbesar selama fase pendidikan dini adalah kesiapan masuk Taman Kanak-kanak (TK). Ada beberapa kebingungan tentang bagaimana anak tidak siap secara fisik menghadapi TK, tetapi juga siap untuk unggul di dalamnya.

Salah satu cara terbaik untuk memastikan anak mendapatkan yang terbaik dari pengalaman masa kecilnya adalah dengan memperkenalkan bahasa kedua sejak dini. Faktanya, bilingualisme pada proses belajar anak adalah sesuatu yang akan mereka bawa selama sisa hidup mereka.

4. Kesuksesan Jangka Panjang

Kesuksesan Jangka Panjang
Anak bilingual memiliki peluang mendapat pekerjaan lebih besar (Foto:Pixabay/TeroVesalainen)

Menurut Departemen Pendidikan AS, Secara global, orang dewasa bilingual memiliki lebih banyak peluang kerja daripada orang dewasa monolingual. Orang-orang bilingual memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam komunitas global dalam lebih banyak cara, mendapatkan informasi dari lebih banyak tempat, dan belajar lebih banyak tentang orang-orang dari budaya lain.

Intinya, semakin banyak peneliti membuktikan bahwa belajar bahasa tambahan pada usia dini memiliki dampak yang sangat positif pada karir anak. Selain itu, dari segi kesehatan, bilingualisme memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kognitif degeneratif seperti Alzheimer dan Demensia.

Yuk sahabat Merah Putih, ajari anak dua bahasa sejak dini ya. (nic)

Baca juga:

'Parenting' ala Keluarga Kerajaan Inggris ini Bisa Banget Ditiru



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH