Bilik Disinfektan Tak Efektif Perangi Virus Corona Bilik disinfektan (Foto: MP/Teresa Ika)

GUNA mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19, banyak ditemukan bilik disinfektan di berbagai tempat. Tujuannya yakni mensterilkan tubuh dengan harapan bakteri dan virus termasuk COVID-19 bisa mati. Tapi siapa sangka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ternyata tak merekomendasikan bilik disinfektan.

Organisasi yang berada di bawah PBB ini menjelaskan belum ada bukti konkret mengenai efektivitas penggunaan disinfektan untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Termasuk penyemprotan disinfektan ke jalan. Apalagi kandungan alkohol atau klorin di dalamnya dapat membahayakan mata dan mulut.

Baca juga:

Di Tengah Pandemi COVID-19, Badan Antariksa India Banting Stir Produksi 'Hand Sanitizer'

Belum ada pembuktian disinfektan bisa mengatasi COVID-19 (Foto: Pixabay/PIRO4D)
Belum ada pembuktian disinfektan bisa mengatasi COVID-19 (Foto: Pixabay/PIRO4D)

Dilansir dari Antaranews.com, berdasarkan keterangan resmi dari Kalbe, bahan aktif yang bisa digunakan untuk disinfektan benda seperti sodium hipoklorit, hidrogen peroksida, dan turunan alkohol tak boleh mengenai mata. Hal itu karena mata akan perih saat terkena alkohol 60 persen. Campuran bahan aktif lainnya juga berpotensi menimbulkan efek karsinogenik bagi tubuh.

Kalbe juga mengatakan alasan mengapa bilik disinfektan tak direkomendasikan. Pertama disinfektan seharusnya hanya bisa disemprotkan ke benda mati, bukan ke manusia. Kedua, paparan uap atau mist dari disinfektan akan semakin besar pada orang dengan kulit atau mata sensitif serta penderita asma.

Baca juga:

4 Film yang Akan Segera Tayang di Netlix di Bulan April

Disinfektan hanya untuk benda mati (Foto: Pixabay/Michael-T)
Disinfektan hanya untuk benda mati (Foto: Pixabay/Michael-T)

Bukan hanya itu, efektivitas disinfektan sangan dipengaruhi oleh konsentradi dan lamanya kontak. Sementara penggunaan bilik disinfektan seringkali sangat terbatas dan singkat, sehingga hasilnya tak efektif.

Saat mengoperasikan bilik disinfektan, membutuhkan disinfektan dalam jumlah banyak. Sayangnya suplainya semakin terbatas dan harganya cenderung meningkat. Sebagai gantinya WHO dan Kemenkes merekomendasikan untuk menerapkan hidup bersih dan physical distancing. (Yni)

Baca juga:

Lapisan Ozon Membaik di Tengah Pandemi COVID-19


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH