Bila Terjadi Ledakan Bom, Ini yang Harus Dilakukan pada Korban Jangan ragu untuk membantu menolong korban di lokasi kejadian. (Foto: Pexels/Pixabay)

KEMBALI terjadi teror bom, kali ini Polresta Medan yang menjadi sasarannya. Ledakan bom besar maupun kecil tetap saja akan menimbulkan korban.

Biula kamu berada dalam lingkup kejadian dan masih bisa berbuat untuk menolong orang lain, maka beberapa langkah yang harus diperhatikan dengan baik. Sebab korban ledakan bom bisa beragam lukanya. Jangan ragu untuk mengambil tindakan. Sekecil apapun petolongan yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa orang lain.


Baca Juga:

Inafis Temukan Petunjuk Penting dari Mayat Pelaku Bom Polrestabes Medan

ambulans
Bantu korban sebelum petugas medis datang. (Foto: Pixabay/MRI)


Korban dengan luka terbuka biasanya sangat banyak pada kejadian ledakan bom. Menurut laman klikdokter sebaiknya pada korban yang mengalami luka terbuka dan berdarah, segera lakukan penutupan luka memakai kain. Kemudian tekan agar aliran darah melambat keluar dan terhenti.

Korban lainnya yang tak kalah banyak adalah korban dengan luka bakar. Tindakan yang dilakukan adalah dengan menutupinya dengan kain atau selimut. Fungsi menutup tubuh korban ini adalah agar korban tidak terdehidrasi. Karena korban dengan luka bakar biasanya cenderung kehilangan cairan.

Meskipun beniat menolong tapi ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Seperti bila ada korban dengan benda yang menancap pada tubuhnya, jangan sekali-kali mengambil beda itu. Sebab jika dicabut malah akan menimbulkan pendarahan. Sebaiknya didiamkan biar petugas medis yang melakukan.

Begitu juga dengan korban dengan patah tulang. Jangan sekali membetulkan posisi tulang yang patah. Sebab bila ada gerakan sedikit dikhawatirkan akan memperburuk keadaannya.

Baca Juga:

Isi Tas Pengebom Pas Digeledah Polisi Sebelum Masuk Polrestabes Medan

ambulans
Biarkan petugas medis bekerja bila sudah sampai di lokasi kejadian. (Foto: Pixabay/Bokskapet)


Selain itu kamu juga dapat bertindak untuk mengelola tempat kejadian perkara dengan menghubungi fasilitas medis terdekat. Kamu harus jelas memberikan nama, lokasi kejadian, peristiwa kejadian dan memperkirakan korban yang ada dengan berbagai kondisinya. Ini akan membantu petugas medis membawa peralatan medis pertolongannya.

Bila waktu petugas media masih lama menjangkau tempat kejadian. Kamu bisa menentukan prioritas pada korban dengan menggunakan prinsiptriase, seperti yang dilansir dari laman klikdokter. Warna hijau untuk korban yang sadar dengan cidera ringan dan masih mampu berjalan. Kemudian warna kuning untuk korban cidera sedang, masih sadar namun kesulitan untuk berpindah tempat atau posisi. Biasanya korban dengan kondisi keseleo atau memar.

Lalu warna merah untuk korban dengan kondisi cidera berat dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Biasanya korban dengan kondisi tulang patah, luka terbuka, trauma di kepala atau kesulitan bernafas. Bila petugas medis datang, maka kelompok ini yang hrus ditangani terlebih dahulu. Sementara warna hitam diberikan pada korban yang sudah tewas. Pemeriksaan menentukan meninggal adalah dengan memeriksa denyut di leher. Namun untuk lebih memastikan biarlah petugas medis yang memastikan lebih lanjut. (psr)


Baca Juga:

Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Dua Kali Diperiksa Tapi Tetap Lolos

Kredit : paksi


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH