Bikin Tatib Baru, DPRD DKI Jiplak dari Ponorogo Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sementara, Syarif (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sementara Syarif menegaskan setiap komisi masing-masing bidang di DPRD DKI memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti aspirasi dan saran warga DKI.

Beleid itu menjadi salah satu usulan yang diatur dalam tata tertib (Tatib) DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

Baca Juga:

PKS Bisa Bikin Pengesahan Tatib Cawagub DKI Molor

Menurut Syarif, wacana itu perlu direalisasikan guna memperkuat fungsi pengawasan serta penyerap aspirasi masyarakat yang dilakukan DPRD.

"Ada saran supaya pihak-pihak pemerintah wajib menindaklanjuti hasil tangkapan aspirasi (masyarakat) itu," ujar Syarif di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Syarif menjelaskan, usulan itu masuk ke dalam Pasal 111 Tatib DPRD periode 2019-2024. Ketentuan itu berbunyi, menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala (poin i); menampung dan menindaklanjuti aspirasi pengaduan masyarakat (poin j) dan memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya (poin k).

Ketiga poin ini telah diadopsi berdasarkan pertimbangan Pasal 34 Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Tata Tertib DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Syarif dari Fraksi Gerindra menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD sementara DKI Jakarta (MP/Asropih)
Syarif dari Fraksi Gerindra menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD sementara DKI Jakarta (MP/Asropih)

Kebijakan tersebut akan kembali disesuaikan dengan usulan tambahan penguatan fungsi DPRD sebagai pengawas sekaligus penyerap aspirasi masyarakat.

Keterlibatan fungsi dan wewenang komisi-komisi DPRD dalam menindaklanjuti hasil rapat komisi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) eksekutif mitra kerja Pemprov DKI seperti yang sebelumnya diadopsi oleh Tatib DPRD Ponorogo.

“Jadi itu dilihat seperti di (DPRD) Ponorogo itu di fungsi wewenang komisi, sudah dibunyikan sebelumnya itu 5 hari kerja. Itu mau kita konsultasikan ke Kemendagri bisa tidak dimasukkan wewenang dan komisi untuk menindaklanjuti hasil rapat komisi 7 hari kerja,” terangnya.

Baca Juga:

Usulan 8 Poin Penyempurnaan Tatib DPRD DKI Jakarta 2019-2024

Syarif memastikan usulan tersebut akan menjadi pemacu Anggota DPRD sebagai legislator daerah untuk memperluas jangkauan fungsi penyerapan aspirasi masyarakat.

“Jadi kalau rapat komisi itu kan bukan on the spot sudah terjadwal, agenda apa eksekutif kita undang. Nah ini yang tiap hari ini, ketika kita (DPRD) menerima pengaduan warga, tidak ada dalam program Pemerintah, jadi itu harus ada atensi dari teman-teman supaya itu (usulan) dimasukkan," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH