Bikin Senjata Hasil Belajar dari Youtube, Warga Boyolali Ditangkap Polisi Tersangka pembuat senjata rakitan. (Foto: MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polsek Jogonalan Polres Klaten, Jawa Tengah, membekuk Alfian Suryanto (40), warga asal Kabupaten Boyolali yang tinggal di Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Selasa (4/5)

Alfian ditangkap atas kepemilikan satu unit senjata api rakitan hasil bikinan sendiri dari hasil belajar lewat Youtube.

Baca Juga:

Pemasok Senjata KKB di Intan Jaya Diciduk Satgas Nemangkawi

Kapolsek Jogonalan Iptu Muslimin mengatakan, penangkapan itu bermula dari kecurigaan polisi terhadap pelaku yang telah melakukan tindak pidana pencurian. Warga sempat hendak melakukan pengamanan, tetapi pelaku berhasil melarikan diri.

"Saat pelaku kembali ke rumah, ada warga yang melaporkan ke pihak kepolisian terdapat senjata api rakitan," kata Muslimin, Selasa (4/5).

Petugas Polsek Jogonalan, kata dia, langsung melakukan pengecekan usai mendapatkan laporan. Saat didatangi ternyata benar ada senjata api rakitan di rumah pelaku.

"Kami amankan satu unit senjata api dalam bentuk pistol, tiga butir amunisi dengan kaliber 9 mm yang disimpan pada tas pinggang milik pelaku," katanya.

Tersangka pembuat senjata rakitan. (Foto: MP/Ismail)
Tersangka pembuat senjata rakitan. (Foto: MP/Ismail)

Ia menegaskan, pelaku dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang (UU) Darurat RI No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. Pelaku juga terancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pelaku pemilik senjata api rakitan, Alfian Suryanto mengaku, bisa merakit pistol setelah belajar dari Youtube. Untuk amunisi, didapatkan dari temannya yang berkenalan di jalan.

"Pistol rakitan saya bikin dari bahan bekas berupa besi dan kayu dengan memanfaatkan jasa tukang las. Hanya butuh modal Rp100.000 untuk bikin senjata rakitan," kata Alfian. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Kasus Penabrak dengan Todong Senjata di Duren Sawit Berakhir Damai

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Ketua KPK Firli Bahuri Dilanjut Pekan Depan
Indonesia
Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Ketua KPK Firli Bahuri Dilanjut Pekan Depan

Dewas KPK bakal menggelar sidang lanjutan dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri pada Selasa (8/9) pekan depan.

DPRD DKI Bahas APBD di Puncak, CBA: Siapa Tahu Terselip Program Selundupan
Indonesia
Erick, Sandiaga, dan Luthfi: Tiga Sahabat yang Dipersatukan Jokowi di Kabinet
Indonesia
Erick, Sandiaga, dan Luthfi: Tiga Sahabat yang Dipersatukan Jokowi di Kabinet

Jokowi mempersatukan tiga sahabat yakni Erick Thohir, Sandiaga Uno serta Muhammad Luthfi sebagai menteri atau pembantunya dalam menjalani roda pemerintahan.

Demo Tolak Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Kasus COVID-19
Indonesia
Demo Tolak Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Kasus COVID-19

Doni menuturkan, virus corona ditularkan oleh sesama manusia.

Usai Raih WTP, Kejagung Diingatkan Kasus Jiwasraya dan Djoko Tjandra
Indonesia
Usai Raih WTP, Kejagung Diingatkan Kasus Jiwasraya dan Djoko Tjandra

WTP merupakan langkah yang cukup baik bagi Kejagung

Pedagang Nekat Layani Makan di Tempat, Polisi Tutup Akses ke Lokasi
Indonesia
Pedagang Nekat Layani Makan di Tempat, Polisi Tutup Akses ke Lokasi

Sejumlah pedagang makanan yang bandel terlihat masih beroperasi di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

KPK-Polri Berkomitmen Lanjutkan Kerja Sama Pemberantasan Korupsi
Indonesia
KPK-Polri Berkomitmen Lanjutkan Kerja Sama Pemberantasan Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di gedung KPK, Selasa (9/2).

Novel Baswedan Pertanyakan Alasan Ketua KPK Minta Dirinya Tak Tangani Perkara
Indonesia
Novel Baswedan Pertanyakan Alasan Ketua KPK Minta Dirinya Tak Tangani Perkara

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mempertanyakan alasan Ketua KPK Firli Bahuri menonaktifkan dirinya dan 74 pegawai lembaga antirasuah yang tak lolos TWK.

Puluhan SMP di Solo Bakal Awali Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
Puluhan SMP di Solo Bakal Awali Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka

"Ada 24 sekolah SMP yang kami siapkan untuk pembukaan perdana pembelajaran tatap muka," kata Dwi

Influencer Bicara Penanganan COVID-19 Cenderung Menyampaikan Informasi Sesat
Indonesia
Influencer Bicara Penanganan COVID-19 Cenderung Menyampaikan Informasi Sesat

Influencer tersebut bisa dikenakan pasal 28 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 soal Transaksi Elektronik.