Bikin Kontroversi, Menag Didesak Ubah Pola Komunikasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menutup puncak peringatan Hari Santri Nasional, Jumat (22/10/2021). (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Kemenag)

MerahPutih.com - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU), mendapat tanggapan dari koleganya.

Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq, menyayangkan kompatriotnya itu dan meminta memperbaiki pola komunikasinya sehingga tidak membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan kontra produktif.

"Kita harus mengingatkan para pejabat publik agar tidak membuat pernyataan yang kontra produktif dan kontroversial. Para pejabat harus melakukan introspeksi diri bahwa pola komunikasi semacam itu jadi sangat rawan disalahpahami publik dan itu merugikan Presiden, merugikan pemerintah," kata KH Maman Imanulhaq, Senin (25/10).

Baca Juga:

Menag Yaqut Sayangkan Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' Digoreng Publik

Mestinya, kata Maman, sebagai pejabat negara, Yaqut Cholil yang akrab disapa Gus Yaqut, bisa memberikan statement yang menyejukkan di tengah upaya moderasi umat beragama di Tanah Air.

"Ini persoalan komunikasi saja. Sebagai pejabat negara yang mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia, Menteri Agama seharusnya sadar bahwa setiap kata yang keluar dari dirinya menjadi perhatian publik," ujarnya.

Maman yang juga pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, berharap agar Menteri Agama lebih berhati-hati dalam melakukan komunikasi publik walapun pihaknya memahami alibi Gus Yaqut yang menyebut bahwa ucapannya itu guna memberikan motivasi kepada para santri dan pesantren di bawah payung besar Nahdlatul Ulama (NU).

 Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq
Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq. (Foto: Antara)

"Apalagi lontaran kalimat itu dikemukakan pada forum internal keluarga besar NU. Pastinya adrenalin Gus Yaqut terpacu untuk meninggikan marwah NU. Dari redaksional yang dikatakan beliau 'hadiah untuk NU' tidak An Sich memberikan Kemenag untuk NU. NU dengan sifat inklusif serta moderat yang dimilikinya, diberikan kesempatan untuk mengelola Kemenag sehingga bisa menjadi pelindung bagi kelompok dan agama-agama lain," kata Kiai Maman menjelaskan

Maman pun mengaku mengenal dengan Gus Yaqut. Menurut Maman, Ketua GP Ansor itu punya komitmen yang luar biasa terhadap upaya moderasi umat beragama. Statement yang kemarin keluar pun tidak serta merta mendegradasi kerja-kerja yang telah dilakukannya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

"Ini hanya persoalan komunikasi saja," kata Maman. (Foto: Mauritz/Jawa Barat).

Baca Juga:

Dibanding Bikin Kontroversi, PAN Ingatkan Menag Kerja Tingkatkan Toleransi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Corona Turun, RS Rujukan di Solo Bongkar Kamar Isolasi Jadi Ruang Pasien Umum
Indonesia
Kasus Corona Turun, RS Rujukan di Solo Bongkar Kamar Isolasi Jadi Ruang Pasien Umum

Sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Solo, Jawa Tengah mulai membongkar ruang isolasi menjadi kamar perawatan bagi pasien umum.

Pemkab Bogor Izinkan Fasilitas Umum Dibuka, Kapasitas Dibatasi
Indonesia
Pemkab Bogor Izinkan Fasilitas Umum Dibuka, Kapasitas Dibatasi

"Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Jumat (3/12).

Soal Posisi Jokowi di Formula E, Ini Penjelasan Ketua Pelaksana
Indonesia
Soal Posisi Jokowi di Formula E, Ini Penjelasan Ketua Pelaksana

Ia pun menjelaskan soal posisi Jokowi dalam penyelenggaraan Formula E.

Komjen Listyo Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penyebar Ujaran Kebencian
Indonesia
Komjen Listyo Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penyebar Ujaran Kebencian

"Tapi yang berisiko memecah belah persatuan bangsa, kami tidak ada toleransi, pasti kami proses," kata Listyo

Respons KPK Bakal Digugat MAKI Soal Kasus BLBI
Indonesia
Saksi Tegaskan Tidak Pernah Ada Permintaan Fee dari Eks Mensos Juliari
Indonesia
Saksi Tegaskan Tidak Pernah Ada Permintaan Fee dari Eks Mensos Juliari

"Tidak tahu ada permintaan dari menteri, tidak tahu," ucap Hartono

Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara
Indonesia
Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara

OCC atau Pusat Kendali Operasi itu menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan memadupadankan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta.

Telkom University Kembangkan Perangkat Jaringan Komunikasi untuk Daerah Bencana
Indonesia
Telkom University Kembangkan Perangkat Jaringan Komunikasi untuk Daerah Bencana

Telkom University mengembangkan perangkat jaringan komunikasi mobile (base station mobile) yang disebut Mobile Cognitive Radio Base Station (MCRBS).

Cek Rumah Sakit Polri, Kapolri Listyo Minta Warga Harus Terlayani dengan Baik
Indonesia
Cek Rumah Sakit Polri, Kapolri Listyo Minta Warga Harus Terlayani dengan Baik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan langsung ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/7) malam.

PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras
Indonesia
PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang Perpres tersebut. Menurutnya, pasal-pasal dalam perpres tersebut sangat potensial menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.