Biaya Pengobatan Pasien COVID-19 di Bekasi Gratis Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

MerahPutih.com - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menggratiskan biaya pengobatan COVID-19 bagi warganya berdasarkan surat edaran tentang penggantian klaim biaya perawatan bagi pasien terinfeksi virus corona bagi warga Kota Bekasi.

Surat edaran Wali Kota Bekasi Nomor 440/5081/DINKES ini ditujukan kepada para Direktur Rumah Sakit termasuk rumah sakit yang bekerjasama dengan program Layanan Kesehatan Masyarakat (LKM) Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Bekasi Tahun 2020.

Baca Juga

LG Electronic Indonesia Terpukul 242 Karyawan Terpapar COVID-19

"Semua rumah sakit tidak diperkenankan membebankan biaya pelayanan kesehatan pasien COVID-19. Semua biaya itu ditanggung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi," ujarnya di Bekasi, Kamis (27/8)

Sementara untuk pasien terdiagnosis COVID-19 dengan co-insidens maka pembiayaan dibebankan kepada asuransi kesehatan yang dimiliki oleh pasien tersebut.

"Jadi diingatkan rumah sakit swasta agar dapat menerima pasien COVID-19 dan tidak boleh membebankan biaya perawatan," ucapnya dilansir Antara

Caption

Rahmat mengatakan panduan aturan ini dibuat agar rumah sakit swasta dapat melayani secara baik pasien COVID-19 sekaligus pasien mendapat informasi jelas terkait biaya perawatan yang sudah ditanggung pemerintah.

"Karena memang dari awal pemerintah bertanggung jawab penuh dengan adanya wabah ini," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan klaim penggantian biaya perawatan pasien COVID-19 dapat dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan melalui email Kementerian Kesehatan pembayaranklaimcovid2020@gmail.com dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi melalui email daftarpasiencovidbekasi@gmail.com

"Rumah sakit tidak diperkenankan membebankan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien, bagi rumah sakit yang telah menerima biaya pelayanan kesehatan dari pasien terdiagnosis COVID-19 agar mengembalikan biaya perawatan tersebut dalam waktu secepatnya," ujarnya.

Tanti menyatakan pasien terdiagnosis COVID-19 dengan co-insidens maka pembiayaan dibebankan kepada asuransi kesehatan yang dimiliki pasien tersebut sementara klaim pasien yang tidak dibayarkan Kementerian Kesehatan menjadi tanggungan program LKM NIK Kota Bekasi dengan menyertakan bukti penolakan klaim.

Kemudian pasien terduga COVID-19 tetapi belum terkonfirmasi melalui pemeriksaan tes cepat dan tes usap maka mengacu pada diagnosis utama dengan menyertakan surat pertanggungjawaban mutlak bahwa pasien tersebut tidak ditagihkan kepada Kementerian Kesehatan.

Pemerintah juga menanggung biaya pemulasaraan jenazah yang meninggal di rumah selama masa pandemi COVID-19 dan menanggung biaya selisih dari fasilitas pemulasaraan yang disediakan Pemerintah Kota Bekasi (kafan, ambulan jenazah rumah sakit).

Berikut daftar rumah sakit yang bekerja sama dengan Kota Bekasi dalam LKM NIK 2020, RSU Awal Bros Bekasi Timur, Ananda, Awal Bros, Hermina Bekasi, Mitra Keluarga Bekasi Barat, Mitra Keluarga Bekasi Timur, Permata Cibubur, Siloam Sepanjang Jaya, RS Ibu dan Anak Kurnia Kasih.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Aturan Pengadaan Vaksin COVID-19

Kemudian RS Ibu dan Anak Selasih Medika, Siloam Bekasi Timur, Anna, Anna Medika, Bella, Bhakti Kartini, Budi Lestari, Citra Harapan, Graha Juanda, Hermina Galaxy, Juwita, Kartika Husada, Masmitra, Mekarsari Bekasi, Mitra Keluarga Cibubur.

Lalu RSU Rawalumbu, Satria Medika, Sentosa, St. Elizabeth, Helsa Jatirahayu, Mitra Pratama Jatiasih, Awal Bros Utara, Mustika Medika Bekasi, Seto Hasbadi, DAT Cikunir, Jati Sampurna, Karya Medika Bantar Gebang, Taman Harapan Baru dan RSU Permata Bekasi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI: RSUD Pasar Minggu Rawat 4 Pasien Suspect Corona
Indonesia
Pemprov DKI: RSUD Pasar Minggu Rawat 4 Pasien Suspect Corona

"Jadi di semua RS pasti ada ruang isolasi yang kami lakukan adalah menambah," tutupnya.

Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS
Dunia
Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS

Para pendukung Presiden Donald Trump menuju ke sebuah pusat penghitungan suara di Detroit, Michigan, untuk menuntut dihentikannya penghitungan suara.

Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona
Indonesia
Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona

Otoritas hukum Argentina pada Minggu (20/11) menyita data rekam jejak medis dari dokter yang menangani Diego Maradona.

Klaster Baru Penyebaran Corona Muncul di Jakarta, Mulai dari Komunitas hingga Hotel
Indonesia
Klaster Baru Penyebaran Corona Muncul di Jakarta, Mulai dari Komunitas hingga Hotel

Satgas Penanganan COVID-19 meminta masyarakat di DKI Jakarta untuk mewaspadai munculnya klaster-klaster baru.

Menilik Peran Diaspora Indonesia Dalam 'Pertarungan' Joe Biden-Donald Trump
Indonesia
Waspada Politik "Gentong Babi" dalam Pilkada 2020
Indonesia
Waspada Politik "Gentong Babi" dalam Pilkada 2020

Politik gentong babi sebuah istilah di mana para calon pemimpin atau politikus memakai anggaran publik untuk mendapatkan keuntungan politik diri sendiri.

LIPI: Kita Perlu Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3
Indonesia
LIPI: Kita Perlu Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3

Pemanfaatan vaksin buatan Sinovac asal Tiongkok masih menunggu hasil uji klinis tahap 3 di Bandung, Jawa Barat.

 Kepala Lembaga Eijkman Ungkap Perokok Lebih Berisiko Terjangkit Virus Corona
Indonesia
Kepala Lembaga Eijkman Ungkap Perokok Lebih Berisiko Terjangkit Virus Corona

"Menurut hasil studi yang masif dilakukan di China setelah kasus COVID-19 merebak, ditemukan ACE2 dan CD209 diekspresikan lebih banyak di paru-paru perokok," terang Amin.

Pulihkan Ekonomi, BI Berlakukan DP Nol Persen Bagi Kendaraan
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Berlakukan DP Nol Persen Bagi Kendaraan

BI telah melakukan penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 dengan menginjeksi likuiditas kepada perbankan sebesar Rp651,54 triliun.

Dua Warga Malaysia yang Dipulangkan dari Wuhan Positif Virus Corona
Indonesia
Dua Warga Malaysia yang Dipulangkan dari Wuhan Positif Virus Corona

Jumlah kumulatif terjangkit corona hingga sekarang adalah 12 kasus.