Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Legislator PDIP Ungkit Rini Soemarno Progres pengerjaan proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung (KCJB). (PT KAI)

MerahPutih.com - China Development Bank (CDB) meminta pemerintah Indonesia menanggung pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Hal ini lantaran terjadinya kelebihan biaya atau cost overrun dalam pengerjaan konstruksi proyek tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, pembangunan proyek kereta cepat tersebut sebenarnya didesain untuk menopang dan menggenjot kegiatan perekonomian masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, memang memprioritaskan pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, bendungan, hingga transportasi massal untuk membangkitkan gairah perekonomian bangsa dan negara.

Baca Juga:

Anggota DPR Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Bermasalah Sejak Awal

"Kebijakan Presiden Jokowi tepat membangun keterhubungan antar-daerah, menempatkan koridor-koridor strategis bagi pertumbuhan perekonomian nasional dengan mengedepankan infrastruktur," kata Darmadi dalam keterangannya, Rabu (3/8).

Hanya saja, lanjut Darmadi, kasus membengkaknya proyek kereta cepat tersebut telah mendistorsi visi pemerintah soal interkoneksi antar-daerah untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Legislator PDI Perjuangan (PDIP) ini menilai, Menteri BUMN saat itu Rini Soemarno gagal mengartikulasikan visi Presiden Jokowi sehingga kebijakan yang dibuat pun salah kaprah.

"Sejak awal PDI Perjuangan mencatat bagaimana Menteri BUMN saat itu Rini Soemarno telah bertindak gegabah. Gegabah karena aspek pembangunan tidak dilihat dari berbagai aspek melainkan hanya aspek keuntungan belaka. Ini kesalahan fatal," tegas dia.

Darmadi mengungkapkan, berbagai pihak sebenarnya sudah mewanti-wanti agar proyek tersebut tidak terburu-buru dijalankan mengingat kebijakan dan kalkulasi yang dibuat masih debatable saat itu.

"Menhubnya saja waktu itu Pak Ignatius Jonan tidak sependapat dengan proyek tersebut. Tapi karena kengototan Rini Soemarmo yang tidak jelas dasar kengototannya itu sampai mengorbankan Pak Jonan yang mengkritisi hal tersebut," ungkapnya.

Baca Juga:

JK Kenang Shinzo Abe saat Membahas Kereta Cepat

Pemerintah, kata Darmadi, mesti melakukan investigasi di balik kasus membengkaknya biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Menurutnya, pihak-pihak yang sejak awal menginisiasi proyek ini mesti dimintai tanggung jawab.

"Jangan sampai niat baik Pak Jokowi yang ingin meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini ternodai dengan kebijakan yang dibuat secara serampangan dan gegabah," ujarnya.

Darmadi juga mengungkapkan, sejak awal pihaknya dalam hal ini Komisi VI DPR selaku mitra kerja Kementerian BUMN kerap kali mengingatkan agar proyek tersebut terus dikaji dan dihitung secara cermat.

Pasalnya, menurut perhitungan Komisi VI DPR, proyek tersebut risiko kegagalannya cukup tinggi. Bahkan, selaku anggota Komisi VI, Darmadi sudah mengingatkan kementerian BUMN saat itu tentang bahayanya kegagalan proyek tersebut.

"Tapi kehendak berkata lain, Rini Soemarno selaku Menteri BUMN saat itu mengabaikan saran dan masukan dari berbagai kalangan termasuk DPR. Entah apa tujuan di balik kengototan Rini Soemarno itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak awal proyek yang ditargetkan selesai tahun 2019 tersebut diestimasi hanya menelan biaya sebesar USD 5,5 miliar. Namun, dalam praktiknya proyek tersebut terus mengalami pembengkakan dari USD 5,8 miliar meningkat lagi jadi USD 6,07 miliar.

Terbaru, proyek tersebut diperkirakan mengalami pembengkakan biaya mencapai USD 1,176-1,9 miliar, menjadi maksimal USD 7,97 miliar. Hasil audit BPKP biaya pembengkakan berada di angka USD 1,176 miliar. (Pon)

Baca Juga:

Dubes Lu Kang Sebut Kereta Cepat Penting dalam Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tingkah Lucu Jan Ethes Saat Bertanding Basket Bikin Penonton Tertawa
Indonesia
Tingkah Lucu Jan Ethes Saat Bertanding Basket Bikin Penonton Tertawa

Cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra bermain basket dalam laga persahabatan Humble Basketball Academy vs Bison Basketball Academy di Sritex Arena, Minggu (18/12).

18 Tahun Kasus Munir dan Janji Jokowi yang Tak Kunjung Terealisasi
Indonesia
18 Tahun Kasus Munir dan Janji Jokowi yang Tak Kunjung Terealisasi

Sudah 18 tahun lamanya, penuntasan kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib masih belum terealisasi.

Ini 3 Nama Calon Sekda DKI yang Diajukan ke Presiden
Indonesia
Ini 3 Nama Calon Sekda DKI yang Diajukan ke Presiden

Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tertinggi Madya mengumumkan hasil akhir seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta pengganti Marullah Matali.

PB PASI dan DBL Indonesia Gelar Kompetisi Atletik Pelajar
Indonesia
PB PASI dan DBL Indonesia Gelar Kompetisi Atletik Pelajar

Konsistensi berbuah prestasi itu pula yang mendorong Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) berkolaborasi dengan DBL Indonesia.

 E-HAC Jadi Syarat Wajib Bepergian Pakai Pesawat, Simak Cara Penggunaannya
Indonesia
E-HAC Jadi Syarat Wajib Bepergian Pakai Pesawat, Simak Cara Penggunaannya

Pengisian electronic health alert card (e-HAC) kini jadi syarat mudik menggunakan transportasi udara.

Sempat Turun, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Kembali di Atas Angka 6 Ribuan
Indonesia
Sempat Turun, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Kembali di Atas Angka 6 Ribuan

Per Selasa (9/8), kasus baru positif harian bertambah sebanyak 6.276.

Gempa 5,8 di Sukabumi Akibat Patahan Batuan Dalam Lempeng Indo-Australia
Indonesia
Gempa 5,8 di Sukabumi Akibat Patahan Batuan Dalam Lempeng Indo-Australia

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Waspada, Tambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 6 Ribu Jiwa
Indonesia
Waspada, Tambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 6 Ribu Jiwa

Penambahan kasus harian COVID-19 kembali menembus angka diatas 6 ribuan. Kasus konfirmasi positif COVID-19 bertambah 6.527 kasus pada Kamis (4/8).

Sidang Ferdy Sambo, Usaha Makanan-Minuman di Kawasan PN Jaksel Ramai Pengunjung
Indonesia
Sidang Ferdy Sambo, Usaha Makanan-Minuman di Kawasan PN Jaksel Ramai Pengunjung

Persidangan kasus kematian Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membawa berkah tersendiri bagi pengelola tempat tongkrongan.

Korut Laporkan Wabah Pertama COVID-19, Kim Jong Un: Lockdown Total
Dunia
Korut Laporkan Wabah Pertama COVID-19, Kim Jong Un: Lockdown Total

Korut baru melaporkan wabah pertama COVID-19 Kamis (12/5), setelah negara-negara lain mengalami pandemi global sejak 2020 silam.