Biara Menggantung di Tebing, Arsitektur Ribuan Tahun yang Bikin Kagum Generasi Saat Ini Hanging Temple. (Foto: instagram.com/traveldirk)

PERNAH dengar Biara Menggantung atau Hanging Temple di Tiongkok? Kalau kamu sudah pernah mendengar atau mengetahuinya, pasti kamu sangat kagum. Biara ini benar-benar dibangun di atas tebing mengantung di ketinggian.

Nah, kalau kamu berwisata atau melakukan perjalanan bisnis ke Shanghai, Tiongkok, cobalah melanjutkan perjalanan ke Kota Datong, di sana tempat Hanging Temple (Xuankong Si) berada.

Baca Juga:

Viral, Wisata Tersembunyi Negeri di Atas Awan Terus Didatangi

Dikutip Arah Destinasi, bangunannya mencengangkan, menggantung di tebing-tebing tinggi. Hebatnya lagi, kuil tersebut dibangun sekitar 1.400 tahun lalu atau akhir Dinasti Wei Utara (386-534) oleh biarawan bernama Liao Ran. Hanging temple sempat direnovasi dan dibangun lagi di masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911).

Hanging Temple
Hanging Temple. (Foto: instagram.com/dobercototheworld)

Para arsitek mengatakan, Hanging Temple merupakan salah satu keajaiban arsitektur dunia. Berdiri di ketinggian, menempel di tebing, dan selama ribuan tahun bertahan dari terpaan cuaca dan angin. Tidak mengherankan jika di antara wisatawan banyak ahli konstruksi dan arsitek yang datang untuk menyaksikan keajaiban tersebut.

Biara atau temple ini juga menarik karena didedikasikan untuk dua agama, yakni Taoisme dan Konfusius, sesuatu yang jarang terjadi. Di dalam biara da 40 aula dan lemari-lemari yang berisi sekitar 80 patung dari besi, tembaga, batu, dan terakota.

Baca Juga:

Rumah Spongebob Hadir di Dunia Nyata, Wah Mirip di Bikini Bottom

Pertanyaannya, mengapa dibangun menggantung tinggi di tebing? Konon seperti dihimpun dari berbagai sumber antara lain Travelchinaguide dan Atlasobscura., lokasi itu melindungi dari banjir, hujan dan salju. Selain itu, kesunyian yang melingkupi cocok untuk aktivitas para biarawan.

Hanging Temple
Hanging Temple. (Foto: instagram.com/r_sybeccasy)

Akses dan Info

Hanging Temple terletak sekitar 60 kilometer tenggara Datong, Provinsi Shanxi, China. Berikut informasinya:

Harga tiket

sekitar Rp260.0000

Waktu Operasional

09.00 - 17.00

Akses

- Penerbangan ke Shanghai

- Dari Shanghai terbang ke Kota Datong

- Dari Datong naik bus dari Stasiun Kereta Datong di Jalan Yantong ke Kabupaten Hunyuan. Dilanjutkan naik bus atau taksi ke biara (Hanging Temple)

- Disarankan menggunakan taksi, dari Datong ke biara pulang pergi sekitar Rp300 ribu. (*)

Baca Juga:

Tempat Wisata yang Terinspirasi dari Nama Presiden, Salah Satunya Habibie


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH