Biar tidak Arogan, Seragam Polantas Dipasangi Kamera Body camera yang sedianya akan dipakai oleh polisi lalu lintas. (Ist/ft)

MerahPutih.com - Ditlantas Polda Metro Jaya berencana memasang 100 kamera badan (body cam) yang akan dipasang di pakaian dinas anggota polisi. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mengawasi perilaku polisi saat bertugas di lapangan dan memonitor setiap ancaman maupun situasi di lapangan.

Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, body kamera tersebut akan dilakukan penambahan untuk meningkatkan pelayanan kepolisian terhadap masyarakat.

Baca Juga

Mulai Oktober Polda Metro Jaya Terapkan E-TLE di Jalan Tol

"Tujuannya, anggota yang bertugas bisa dikontrol apa yang dilakukan. Interaksi dengan masyarakat akan terlihat. Kalau anggota arogan akan terekam, demikian juga kalau masyarakat yang arogan," katanya kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Selasa (10/12).

Kamera yang disebut body camera alias bodycam ini punya berbagai macam fitur. Seperti Global Positioning System (GPS) dan tombol darurat yang bisa digunakan oleh anggota ketika dalam keadaan genting.

"Bodycam ini merupakan inovasi dari Ditlantas Polda Metro Jaya, untuk melihat kegiatan dan tindakan anggota saat berada di lapangan," tegasnya.

Jadi, bisa dikatakan semua kegiatan anggota di lapangan akan terpantau, karena bodycam akan merekam semua percakapan dan aktivitas petugas saat di lapangan. Karena bodycam terhubung dengan internet, aktivitas anggota polisi langsung terhubung dengan ruang kontrol TMC Ditlantas Polda Metro Jaya yang disebut back office.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (depan). ANTARA/Fianda Rassat
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (depan). ANTARA/Fianda Rassat

"Nantinya kegiatan anggota yang direkam datanya akan langsung tersimpan di back office," tegas Kasubdit Gakum Kompol Fahri. Untuk daya tahan bodycam juga terbilang cukup lama kamera tersebut bisa bertahan hingga delapan jam

Dengan adanya kamera pengawas itu, diharapkan ada perubahan perilaku anggota menjadi lebih tertib. Sebab kamera tubuh itu nantinya akan menjadi bukti kinerja petugas di lapangan.

Kemera tersebut juga akan berfungsi sebagai Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) portable, sehingga seluruh kamera yang berada di jalan juga bisa digunakan untuk e-TLE.

Baca Juga

Kecelakaan di Jalan Tol Kian Marak, Polda Metro Jaya dan Jasa Marga Terapkan E-TLE

Sesuai degan target, pada tahun 2020 kamera e-TLE akan terpasang sebanyak 105 unit. Penambahan ini merupakan keseriusan pihak kepolisian terhadap inovasi dalam pelayanan, pengawasan, dan penindakan para pelanggar lalu lintas.

"Transparansi dan akuntabilitas dituntut masyarakat, termasuk pelayanan Polri yang cepat, maka inovasi ini kami lakukan," tegasnya.

Saat ini, kamera e-TLE di jalur Transjakarta dan jalan tol juga sudah mulai beroperasi. Kamera pengawas itu baru terpasang masing-masing dua unit di jalan tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Pramono Eddy beberapa waktu lalu menerangkan kamera ini dilengkapi dengan sistem komunikasi dua arah. Sehingga petugas di lapangan bisa berhubungan langsung dengan operator di NTMC Polri untuk meminta bantuan dan sebaliknya.

Kemudian kamera itu juga dilengkapi dengan tombol panik. Tombol itu digunakan untuk memberi sinyal lokasi di mana bantuan dibutuhkan.

“Insya Allah dalam waktu dekat ditambah 100 unit lagi," tutur Gatot.

Baca Juga

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan Berkedok Perumahan Syariah

Selain body cam, Polda Metro juga akan menambah kamera e-TLE sebanyak 45 unit yang ditargetkan pada 2019. Kemudian pada 2020 nanti, pihaknya akan menambah sebanyak 48 kamera. Sehingga total menjadi 105 mata kamera untuk memantau pengendara di jalan raya pada 2020.

"Nanti akan ada e-TLE portabel di unit tertentu. Kami akan kembangkan ke depan untuk pelayanan lebih baik ke masyarakat," kata dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH