hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia Quarter life crisis adalah fase yang dihadapi semua orang (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

SAAT memasuki usia 20-an, tanpa disadari, seseorang telah memasuki fase kehidupan menuju dewasa baru. Fase ini disebut dengan quarter life crisis atau krisis di seperempat abad kehidupan. Melansir dari laman Alodokter, quarter life crisis adalah suatu fase kehidupan dimana seseorang akan merasa cemas, takut, bingung, dan tidak percaya diri.

Baca juga:

Penting, 4 Tanda yang Harus Kamu Tahu saat Mengalami 'Quarter Life Crisis'



Perlu diketahui, fase ini merupakan fase yang akan dialami setiap orang. Mulai dari permasalahan pekerjaan, karir, percintaan, keuangan, keluarga, lingkungan sosial, dan masih banyak lagi. Merangkum laman huffpost dan lifehack, berikut lima tips saat menghadapi quarter life crisis.

1. Menerima dan mengakuinya

Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia
Fase quarter life crisis akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik. (Foto: Elle Hughes)

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menerima dan mengakui masa-masa tersebut. Setiap orang pasti akan mengalami quarter life crisis. Anggap saja perasaan tersebut sebagai tamu yang tidak bisa diusir.

Terima dan rasakan sehingga membuat kamu semakin dewasa dan menadi pribadi yang matang. Bahkan, kamu seharusnya bersyukur karena bisa mengalami quarter life crisis, sebab akan membuat hidupnya menjadi lebih baik ke depannya.

2. Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia
Sadari bahwa quarter life crisis setiap individu berbeda-beda. (Foto: Pexels/Marian Silvestre)

Salah satu penyebab quarter life crisis adalah kita merasa tidak puas dengan apa yang sudah dilakukan. Namun di media sosial, kita seringkali membandingkan kehidupan teman-teman yang jauh lebih baik.

Akhirnya, timbul rasa kecewa, tertekan, resah, dan tidak bersyukur. Berpkirlah positif. Bisa saja teman-teman kita juga sedang mengalami quarter life crisis namun mereka pandai menutupinya. Karena pada dasarnya, fase ini berbeda di setiap individu.

Baca juga:

Milenial dan Generasi Z Jangan Hanya Memikirkan Kesenangan Jangka Pendek

3. Jangan berhenti dari pekerjaan

Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia
Buat tujuan yang ingin kamu capai. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Di fase quarter life crisis, seseorang cenderung ingin meninggalkan pekerjaan yang ditekuninya saat ini. Tidak salah, namun alangkah lebih baik tetaplah melakukan hal yang sedang kamu jalani sekarang.

Coba lihat teman-temanmu yang mungkin saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Agar semakin semangat, buat planning dan tujuan yang ingin kamu capai. Dengan begitu, kamu akan menikmati pekerjaanmu saat ini.

4. Cari lingkungan baru

Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia
Lingkungan baru membuat jaringan pertemananmu semakin luas. (Foto: Pexels/Helena Lopes)

Lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kebiasaan dan pola pikir kita saat ini. Berada di tempat dan orang-orang yang sama membuat kita merasa tidak bisa berkembang lebih jauh.

Kamu bisa melakukannya secara bertahap dengan mengubah lingkungan atau suasana di sekitar. Mulai dari hal kecil, seperti pindah divisi, cari pekerjaan baru, dan mengikut organisasi. Kamu akan bertemu orang-orang baru dan beradaptasi dengan lingkungan tersebut.

5. Tentukan prioritas

Biar Enggak Galau, Simak 5 Tips Menghadapi 'Quarter Life Crisis' dan Tetap Bahagia
Utamakan prioritas dalam hidupmu. (Foto: Pixabay/DarkWorkX)

Terakhir, kamu harus menentukan apa yang menjadi prioritas dalam hidup. Melansir dari laman Teclife, Dr. John Demartini, seorang edukator dan pakar perilaku manusia internasional menyatakan dalam bukunya yang bertajuk The Values Factor.

Demartini mengatkana bahwa motivasi yang sesungguhnya datang dari sebuah inspirasi. Hal ini bisa didapat ketika seseorang sudah mengetahui nilai diri sendiri. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah memiliki prirotas ya, sahabat Merahputih! (And)

Baca juga:

4 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5