Biar Cuma Sejam, Telat Tidur Bikin Depresi! Telat tidur dapat menyebabkan depresi. (Foto: Pixabay)

JAM di dinding telah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Namun, kaki belum bisa melangkah pulang. Masih ada teleconference dengan kantor regional pukul 22.00 WIB. Akibatnya, kamu baru bisa pulang kantor pukul 00.00 WIB.

Padahal, pukul 06.00 WIB keesokan harinya, kamu sudah harus berangkat ke kantor. Mungkin kamu pernah mengalami kejadian seperti ini. Terpaksa pulang kantor lebih malam daripada biasanya. Hingga akhirnya berdampak pada mundurnya waktu tidur.

Mulai sekarang kamu mesti berhati-hati apabila kerap mengalaminya. Hasil survei peneliti dari Georgia Southern University mengungkap tidur kurang dari enam jam dapat meningkatkan risiko depresi hingga 80 persen.

Enggak tanggung-tanggung banyaknya, kan? Penelitian tersebut melibatkan 20.851 partisipan. Selama riset berlangsung, mereka ditanya mengenai perasaan tidak berdaya dan depresi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Dan tentu saja, lama waktu tidur per hari karena survei ini dilakukan untuk melihat hubungan lama tidur dengan depresi. Hasilnya, terbukti ada hubungan antara waktu tidur dan tingkat depresi.

Selain itu terlihat pula terlambat tidur meski hanya satu jam dapat meningkatkan rasa cemas dan gelisah sampai 80 persen. Temuan ini diharapkan berguna bagi dokter, psikolog dan psikiater saat menangangi pasien dengan gangguan mental.

Bukan hanya tim peneliti dari Georgia Southern University yang pernah melakukan riset seperti ini. Peneliti dari Binghamton University juga pernah menjalankannya. Dari hasil penelitian tersebut mereka menemukan penderita insomnia kesulitan mengatasi emosi negatif ketimbang orang-orang yang cukup tidur.

Untuk mencegah depresi, The National Sleep Foundation menyarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Bahaya depresi

Depresi
Depresi dapat memicu hasrat bunuh diri. (Foto: Pixabay)

Depresi tidak hanya mengganggu konsentrasi serta menurunkan produktivitas kerja. Lebih berbahaya lagi, depresi dapat memicu hasrat bunuh diri. Fakta menunjukkan tidak sedikit musisi papan atas dan artis K-Pop yang bunuh diri akibat depresi.

Sebut saja vokalis Linkin Park Chester Bennington, vokalis Nirvana Kurt Cobain, Amy Winehouse, Chris Cornell, dan Whitney Houston.

Depresi merupakan kelainan mood. Kelainan ini dapat menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat. Depresi menjadi berbahaya ketika membuat penderitanya menjadi terpikir untuk bunuh diri.

Perempuan lebih rentan terkena depresi.

Kamu sering telat tidur? Coba cek, apakah pernah mengalami hal-hal berikut ini. Sulit konsentrasi, merasa sedih atau kosong, kehilangan minat akan hal-hal menggembirakan, merasa malas serta tidak berenergi dan sulit tidur?

Jika jawabannya iya, kamu mesti berhati-hati. Terutama apabila gejalanya berlangsung lebih dari dua minggu dan kamu seolah mendengar ada orang membisikkanmu melakukan hal-hal di luar nalar.

Segera konsultasikan dengan keluarga atau teman terdekat, lalu pergi lah ke psikolog.

Usahakan pula agar tidak menyendiri. Kemudian, sederhanakan hidupmu. Untuk sementara waktu, buang jauh-jauh impian kelewat muluk. Jangan lupa, olahraga teratur dan santap makanan sehat. Dengan cara-cara seperti ini, kamu lambat laun akan terlepas dari depresi. (*)

Kredit : rina


Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH