BI Janji Pertahankan Suku Bunga 6 Persen Sampai Akhir Tahun 2023

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 November 2023
BI Janji Pertahankan Suku Bunga 6 Persen Sampai Akhir Tahun 2023
Petugas membawa uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah senang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dan inflasi yang cenderung stabil 2,6 persen.

Kondisi ini dinilainya membanggakan jika dibandingkan pertumbuhan negara lain, seperti Malaysia yang tumbuh 3,3 persen, AS (2,9 persen), Korea Selatan (1,4 persen), dan Uni Eropa (0,1 persen).

Baca Juga:

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6,00 Persen

Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-7 Days Reverse Repo Rate/BI7DDR) pada tahun 2024, karena kondisi global masih bergejolak dan ketidakpastian masih tinggi.

Saat ini, bunga acuan bank sentral berada di level 6 persen, setelah dinaikkan pada Oktober 2023 untuk menjaga rupiah yang sempat mengalami tekanan.

"Suku bunga akan kami pertahankan dan respons lebih lanjut sesuai dinamika ekonomi global dan domestik," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023, di Jakarta, Rabu (30/11).



BI menegaskan, saat ini dunia masih terus bergejolak, dengan adanya perang Rusia dan Ukraina, perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta konflik Israel di Palestina. Fragmentasi geopolitik tersebut, berdampak pada fragmentasi geoekonomi, akibatnya prospek ekonomi global akan meredup pada 2024 sebelum mulai bersinar kembali pada 2025.

Selain itu, ketidakpastian juga masih tinggi dengan lima karakteristik, yakni pertumbuhan yang lebih lambat dan berlainan, disinflasi secara bertahap, suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lama, dolar AS yang kuat, serta fenomena uang tunai adalah raja (cash is the king).

Dia menjelaskan, kebijakan untuk menahan suku bunga acuan merupakan bagian dari keputusan untuk mengarahkan kebijakan moneter yang akan tetap mendukung stabilitas.

Sementara empat kebijakan BI yang lain, yaitu makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta pengembangan UMKM dan ekonomi syariah akan diarahkan mendukung pertumbuhan.

Selain suku bunga, kebijakan moneter lainnya yang akan diarahkan untuk memperkuat stabilitas, yaitu mengarahkan inflasi tetap terkendali ke rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen pada 2024 dan 2025.

Selain itu, stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mitigasi gejolak global dan pengendalian inflasi harga impor akan terus dilakukan melalui intervensi secara spot maupun forward looking, sesuai kebutuhan.

"Cadangan devisa turut akan dijaga," katanya.

Baca Juga:


Lawan Inflasi, The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga ke-11

#Inflasi #Suku Bunga Acuan #Bank Indonesia
Bagikan
Bagikan