Bhayangkara Solo FC Sebut Liga 1 Tanpa Degradasi Kurang Gereget Bhayangkara Solo FC. (MP/Bhayangkara Solo FC)

MerahPutih.com - Munculnya wacana PSSI mengulirkan Liga 1 musim 2021 tanpa adanya degradasi menimbulkan reaksi pada sejumlah klub.

Bhayangkara Solo FC salah satu klub Liga 1 yang bermarkas di Stadion Manahan Solo menyebut kompetisi tanpa degradasi akan menurunkan kualitas liga.

"Kami menilai regulasi kompetisi tanpa degradasi memunculkan nilai plus minus bagi klub," ujar COO Bhayangkara Solo FC Kombes Sumardji, Sabtu (8/5).

Baca Juga:

Dewa United Rencanakan Beruji Coba Kontra Bhayangkara Solo FC

Dikatakan Sumardji, pihaknya sudah mendengarkan adanya wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi. Bahkan, rencana tersebut sudah dibahas di rapat Exco, Senin (3/5).

Menurutnya, keputusan ini dipilih karena beberapa anggota Exco melihat kondisi yang masih pandemi. Namun demikian, keputusan resminya akan ditetapkan pada Kongres PSSI 29 Mei mendatang.

"Kita tunggu saja keputusan resminya. Harapannya ada keputusan terbaik," kata dia

   COO Bhayangkara Solo FC Kombes Sumardji, Sabtu (8/5). (MP/Bhayangkara Solo FC)
COO Bhayangkara Solo FC Kombes Sumardji, Sabtu (8/5). (MP/Bhayangkara Solo FC)

Ia melihat, perubahan peraturan tanpa degradasi dalam kompetisi, sisi positifnya klub tidak terlalu terbebani dengan bisa menurunkan pemain muda binaan klub internal sebanyak-banyaknya. Dengan langkah tersebut, klub tidak banyak keluar uang banyak.

"Pemain muda dimungkinkan mendapatkan jam bermain yang lebih. Sehingga permainan mereka semakin meningkat,” kata dia.

Baca Juga:

Mantan Kiper Timnas Listianto Raharjo Tutup Usia, Bhayangkara Solo FC Berduka

Ia menambahkan, dari sisi negatif dengan tidak adanya degradasi, kompetisi Liga 1 kurang gereget dan dapat menurunkan kualitas liga.

"Kompetisi menjadi kurang berkualitas jika tidak ada klub yang degradasi ke Liga 2,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Piala Menpora 2021: Bhayangkara Solo FC Menang Tipis Atas Borneo FC

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Egy dan Witan Cedera
Olahraga
Egy dan Witan Cedera

Kabar buruk datang dari timnas Indonesia setelah bermain imbang 2-2 kontra Thailand. Sebab, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman cedera pada pertandingan tersebut.

Hasil Liga Champions: PSG dan MU Tersungkur, Chelsea Menang Telak
Olahraga
Hasil Liga Champions: PSG dan MU Tersungkur, Chelsea Menang Telak

Dua klub raksasa Eropa yakni Paris Saint-Germain dan Manchester United tersungkur.

Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan
Olahraga
Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan

Krisis keuangan yang melanda Inter Milan membuat pelatih Antonio Conte meninggalkan klub yang baru saja meraih scudetto ke-19 ini.

Erick Thohir Sebut Liga 1 dan Liga 2 Bisa Digelar
Olahraga
Erick Thohir Sebut Liga 1 dan Liga 2 Bisa Digelar

"Mudah-mudahan olahraga nasional bisa tetap bergulir. Saya optimistis dengan situasi baik ini bakal berlanjut ke kompetisi resmi (Liga 1 dan Liga 2)," katanya.

Rekapitulasi Serie A 2020/2021
Olahraga
Rekapitulasi Serie A 2020/2021

Serie A musim 2020/2021 rampung pada Senin (24/5) dini hari WIB. Inter Milan mengakhiri puasa gelar setelah harus menunggu selama 11 tahun.

Daftar 4 Negara Semifinalis UEFA Nations League
Olahraga
Daftar 4 Negara Semifinalis UEFA Nations League

Hasilnya, ada empat tim yang dipastikan menjadi semifinalis.

Timnas Indonesia Masuk Prioritas Penerima Vaksin COVID-19?
Olahraga
Timnas Indonesia Masuk Prioritas Penerima Vaksin COVID-19?

"Yang jelas memang timnas akan segera melakukan kegiatan, ada U-16, U-19, U-23 dan senior. Ya kita lihat saja nanti, akan kita usahakan," ujar Zainudin Amali.

Polisi Tegaskan Pertandingan Uji Coba Timnas U-23 Tidak Dibatalkan
Olahraga
Kongres Tahunan PSSI Digelar setelah Lebaran
Olahraga
Kongres Tahunan PSSI Digelar setelah Lebaran

"Kongres PSSI 2021 akan dilaksanakan secara tatap muka dan digelar seusai Hari Raya Idul Fitri pada 29 Mei 2021," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan

Sebut Pengurus PSSI Rakus, Pelatih Persib Dilaporkan ke Komdis
Olahraga
Sebut Pengurus PSSI Rakus, Pelatih Persib Dilaporkan ke Komdis

Selain menyebut rakus, Robert Alberts juga menyebut orang PSSI hanya memikirkan kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari sepak bola Indonesia.