Bharada Sadam Sopir Ferdy Sambo Disanksi Demosi 1 Tahun Tangkapan layar Komisi Etik Profesi Polri saat melakukan sidang etik terhadap Bharada Sadam, ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi administrasi berupa mutasi demosi selama 1 tahun terhadap Bharada Sadam, mantan ajudan sekaligus sopir Irjen. Pol. Ferdy Sambo.

Dikutip dari Antara, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Senin, mengatakan bahwa Bharada Sadam merupakan ajudan yang bertugas sebagai sopir Ferdy Sambo.

Baca Juga:

43 Jaksa Siap Berkolaborasi Menghukum Ferdy Sambo CS

"Ya, betul (Bharada Sadam) driver-nya (Ferdy Sambo)," kata Dedi kepada wartawan lewat pesan instan.

Bharada Sadam menjalani sidang etik karena melanggar etik tidak profesional menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri dalam kasus Brigadir J, atau termasuk perbuatan pelanggar masuk kategori pelanggaran sedang.

Sidang etik Bharada Sadam dilakukan secara tertutup. Namun, pada saat pembacaan putusan disiarkan secara langsung melalui portal Polri TV yang dapat dipantau media secara streaming melalui situs Polri TV di internet.

Dilihat dari portal Polri TV, Ketua Sidang Komis Etik Kombes Pol. Racmat Pamudji membacakan putusan bahwa Bharada Sadam terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar kode etik Polri diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dan huruf c Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Komisi Etik Polri dan Komisi Profesi Polri.

Komisi Sidang Etik Polri menjatuhkan sanksi berupa sanksi etika, yaitu perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Yang bersangkutan juga diwajibkan meminta maaf secara lisan kepada Komisi Etik Polri dan secara tertulis kepada pimpinan Polri.

"Kedua, sanksi administrasi mutasi bersifat demosi selama 1 tahun," kata kata Rachmat Pamudji.

Dalam sidang tersebut juga dibacakan fakta yang meringankan Bharada Sadam sebagai terduga pelanggar kooperatif dalam memberikan keterangan saat persidangan. Akibat perbuatan terduga pelanggar telah menjalani penempatan khusus (patsus) selama 20 hari di Mako Brimob.

Baca Juga:

Bharada E Sebut Ferdy Sambo yang Terakhir Tembak Brigadir J

Sementara itu, fakta yang memberatkan, perbuatan Bhadara Sadam telah menjadi pemberitaan viral di media mainstream dan media daring.

Dalam sidang etik tersebut dibacakan bahwa Bharada Sadam melakukan perbuatan berupa telah mengintimidasi dan mengambil foto dan video yang tersimpan pada ponsel wartawan detik.com dan CNN yang melakukan peliputan di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo di Jalan Saguling II, Jakarta Selatan, sehingga menyebabkan pemberitaan tersebut viral.

Ketua sidang komisi mengatakan bahwa perbuatan tersebut menghambat kebebasan pers. Hendaknya Bharada Sadam selaku anggota Polri dapat diberikan pengertian secara santun.

Bharada Sadam tergabung dalam Pleton 3 KI Markas Yon D Resimen I Paspelopor Korbrimbob Polri pada tanggal 22 Agustus lalu bersama 23 anggota Polri lainnya dimutasi sebagai Tamtama Pelayanan Markas (TA Yanma) Polri.

Setelah kasus Brigadir J bergulir, sampai hari ini Polri telah melaksanakan sidang etik terhadap delapan anggota Polri. Lima di antaranya dijatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat atau (PTDH), yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kombes Pol. Agus Nur Patria, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKBP Jerry Raymond Siagian.

Dua orang dijatuhkan sanksi mutasi bersifat demosi selama 1 tahun terhadap AKP Dyah Chadrawathi dan Bharada Sadam. Sementara itu, AKBP Pujiyarto dijatuhkan sanksi berupa permintaan maaf kepada institusi dan pimpinan Polri.

Saat ini ada tiga anggota Polri terkait dengan pelanggaran etik berat terlibat dalam menghalangi penyidikan kasus Brigadir J (obstruction of justice) yang menunggu antrean untuk disidang etik, yakni mantan Karo Paminal Propam Brigjen Pol. Hendra Kurniawan, mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman Arifin, dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto. (*)

Baca Juga:

AKBP Pujiyarto Dituduh Tak Prafesional dalam Kasus Ferdy Sambo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Hujan pada Pagi hingga Siang Hari
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Hujan pada Pagi hingga Siang Hari

Melansir data dari BMKG, cuaca Jakarta hari ini diprediksi hujan sejak pagi hingga siang hari.

PSI Dukung Penuh Gibran Maju Pilgub 2024
Indonesia
PSI Dukung Penuh Gibran Maju Pilgub 2024

Ketum PSI Giring Ganesha tidak menampik ada pembicaraan Pilgub 2024. PSI menyatakan all out mendukung Gibran jika maju di Pilgub DKI atau di Pilgub Jateng 2024.

KPK Tahan Tersangka Penyuap Lukas Enembe
Indonesia
KPK Tahan Tersangka Penyuap Lukas Enembe

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya paksa penahanan terhadap Direktur PT Tabi Bangun Papua (PT TBP), Rijatono Lakka. Dia merupakan tersangka penyuap Gubernur Papua Lukas Enembe.

PT GNI Diminta Terbuka Buat Hindari Bentrok Pekerja Asing dan Indonesia
Indonesia
PT GNI Diminta Terbuka Buat Hindari Bentrok Pekerja Asing dan Indonesia

Pemerintah menegaskan berdasarkan konstitusi, setiap warga negara berhak untuk mendapat pekerjaan yang layak dan perlakuan yang adil.

MK Putuskan Menteri Jadi Capres tidak Harus Mundur, Cukup Izin Presiden
Indonesia
MK Putuskan Menteri Jadi Capres tidak Harus Mundur, Cukup Izin Presiden

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menteri tak perlu mundur dari jabatan jika hendak mencalonkan diri sebagai presiden (capres) atau wakil presiden (cawapres).

BNPB dan Pemprov DKI akan Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca
Indonesia
BNPB dan Pemprov DKI akan Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca

TMC direncanakan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang berpotensi terjadi jelang pergantian tahun.

PB XIII Bagikan Bingkisan Lebaran pada 1.000 Abdi Dalem Keraton Surakarta
Indonesia
PB XIII Bagikan Bingkisan Lebaran pada 1.000 Abdi Dalem Keraton Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat membagikan bingkisan Lebaran berupa paket sembako kepada abdi dalem di Sasana Putra Kompleks Keraton Surakarta Rabu (27/4).

Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Bertambah lagi
Indonesia
Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Bertambah lagi

Korban meninggal dunia dari peristiwa tersebut kembali bertambah.

[HOAKS atau FAKTA]: Kali Krukut Jadi Bersih saat Heru Budi Jadi Pj Gubernur DKI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kali Krukut Jadi Bersih saat Heru Budi Jadi Pj Gubernur DKI

Di media sosial beredar adanya narasi yang menyebut Kali Krukut di Jakarta kini jadi bersih setelah Heru Budi Hartono menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pemprov DKI Tangkap Sopir Truk Sedot WC Buang Tinja Sembarangan
Indonesia
Pemprov DKI Tangkap Sopir Truk Sedot WC Buang Tinja Sembarangan

Sopir truk sedot WC tersebut tengah dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.