Beto Goncalves Bicara soal Naturalisasi Sampai Keinginan Bela Timnas Indonesia Penyerang Sriwijaya FC, Beto Goncalves, saat melawan Bali United di semifinal leg pertama Piala Presiden 2018. Foto: LIB

MerahPutih.com - Beto Goncalves adalah salah satu striker haus gol di Liga Indonesia. Pemain kelahiran Brasil itu sudah berkarier di tanah air selama 12 tahun.

Sejumlah tim Indonesia pernah dibelanya seperti Persipura Jayapura (2007-2010 dan 2011-2012), Arema FC (2012-2014), hingga akhirnya membela Sriwijaya FC sejak 2016 sampai sekarang.

Kini, Beto tidak lagi berstatus pemain asing di Laskar Wong Kito. Pasalnya, pada 2018 ini, pesepakbola 37 tahun itu sudah sah menjadi warga negara Indonesia (WNI) melalui proses naturalisasi.

Seperti dikutip Bolaskor.com, Beto berbicara soal naturalisasi, tim nasional, sampai targetnya di Piala Gubernur Kaltim.

Apa yang membuat kamu ingin sekali menjadi WNI sebelumnya?

Saya sudah berkarier di Indonesia selama 12 tahun, semua baik dengan saya dan sangat ramah. Semua mengenal saya jauh lebih baik dari di Brasil. Itu jadi motivasi saya ingin jadi WNI.

Siapa sosok penting dari proses naturalisasi ini?

Banyak sekali. Terima kasih kepada istri saya yang sudah harus kesana ke sini mengurus semua persyaratan jadi WNI. Manajer SFC Ucok Hidayat, keluarga, dan semua yang membantu.

Selama 12 tahun berkarier di Indonesia, apa yang paling kamu ingat dan kamu anggap paling berkesan?

Saya masih ingat sekali saat berhasil menjuarai Liga bersama Persipura. Saat tim turun dari pesawat, masyarakat Papua menyambut kami dengan luar biasa.

Hal itu membuat sangat kaget dan terharu sekali. Apalagi saat itu, saya lihat ada anak kecil yang duduk di bahu ayahnya sambil berteriak mengeluh-eluhkan Persipura dan saya.

Mereka sambil menangis melakukan hal itu. Saya pun langsung menghampirinya dan memeluk anak itu. Saya bertanya kenapa ia menangis. Dia pun menjelaskan karena senang. Saya peluk ia dengan erat, saya masih ingat sekali hal itu.

Di babak penyisihan Piala Presiden, kamu turun sebagai pemain asing, kemudian di perempat final sudah menjadi WNI, apakah ada perbedaan?

Tentu berbeda. Saya senang bisa bermain sebagai pemain lokal. Itu membantu pelatih juga dalam komposisi pemain asing. Pelatih tidak pusing lagi dalam menurunkan pemain asing.

Bagaimana adaptasi kamu dengan Dzhalilov, Konate dan Vizcarra di Piala Presiden 2018?

Usai latihan tadi, saya lama bicara empat mata dengan Pelatih Rahmad Darmawan. Kami berdiskusi soal lini depan. Musim lalu, SFC bermain dengan playmaker Tijani Belaid, ada satu pemain dengan peran pengatur serangan.

Tijani mengatur tempo permainan dan pemasok umpan buat dia di lini depan. Tapi musim ini, SFC tidak memakai playmaker. SFC menyerang dari kedua sayap dan mengandalkan gelandang lain.

Tentu berbeda, saya bersama pemain lain masih dalam proses menyesuaikan diri untuk itu. Di Piala Gubernur Kaltim, kami akan berusaha menyesuaikan diri.

Meski terus beradaptasi dalam tim, setelah resmi menjadi WNI, masih adakah keinginan membela Timnas Indonesia?

Setiap pemain sepak bola, bermain di tim manapun, tujuan akhirnya ingin membela timnas. Saya pun demikian, saya ingin sekali membela Timnas Indonesia. Saya masih sanggup, untuk itu.

Tapi, mencapai tujuan itu banyak ditentukan faktor seperti PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia, pelatih dan faktor lain.

Saya masih ingat, musim lalu ada pembatasan usia pada pemain di Liga 1. Semua mungkin berpikiran saya sudah tua, tapi usia bukan jaminan akan hal itu. Saya masih sanggup bermain dan bela Timnas.

Sriwijaya FC akan turun di Piala Gubernur Kaltim, adakah target khusus di laga itu?

Turnamen Piala Gubernur Kaltim sempat bergulir tahun 2016, tapi di tahun 2017 tidak ada. Pada tahun 2016, saya menjadi top skor dengan mencetak lima gol kalau tidak salah.

Saya tentu ingin kembali mengulang hal itu. Saya ingin menjadi top skor di Piala Gubernur Kaltim tahun ini.

Terakhir, soal rekan duet dan sahabat dekat Beto, Hilton Moreira bergabung bersama Persipura, tim yang pernah ia bela, apa komentar kamu?

Tentu saya sangat senang, ia teman baik saya. Saya dengan Hilton sangat dekat sekali secara pribadi. Di Persipura saya masih banyak teman, sebelum Hilton ke Persipura saya juga sempat bantu dia. 50 Persen ia kesana berkat bantuan saya. Dia pemain bagus, meski kata orang dia sudah tidak muda, tapi dia masih sanggup dan masih menjadi pemain bagus. Seperti yang saya bilang tadi, masih banyak orang melihat pemain dari usia. Semoga Hilton berhasil di tim barunya. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH