Sulitnya Jadi Generasi 'Sandwich', Begini Jalan Keluarnya Generasi sandwich berada di tengah generasi di atas dan di bawahnya. (Foto: Pixabay/bogitw)

PERNAH dengar istilah generasi sandwich? Genarasi yang berada di tengah-tengah atau terjepit seperti gambaran sandwich atau roti isi.

Betapa sulitnya menjadi generasi sandwich yang harus bertanggung jawab atas kebutuhan finansial generasi di atas dan di bawahnya.

Ekonom yang juga pendiri perusahaan bidang investasi, PT LBP Enterprises Internasional Lucky Bayu Purnomo "sandwich" muncul dari perencanaan keuangan orangtua yang kurang matang, yang akhirnya menjadi beban bagi generasi selanjutnya.


1. Alokasikan pendapatan dengan seimbang

Alokasikan pendapatan kamu dengan baik. (Foto: Pixabay/nattanan23)
Alokasikan pendapatan kamu dengan baik. (Foto: Pixabay/nattanan23)

Untuk keluar dari masalah generasi "sandwich", yang harus dilakukan pertama kali yakni mendahulukan kebutuhan sendiri, namun bukan berarti menghentikan dukungan finansial untuk orangtua. Karena sebagai anak, membantu orangtua yang sudah pensiun merupakan kebanggaan.

"Usia yang masuk dalam generasi sandwich sekitar 30 sampai 40 tahun. Tidak masalah kalau finansial kita bagus, akan menjadi masalah kalau keuangan kita kurang bagus. Padahal, kita juga harus memenuhi kebutuhan sendiri," kata Lucky di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Hal mendasar adalah, Lucky menjelaskan, alokasikan pendapatan untuk menabung, asuransi, dan investasi. "Setelah dikurangi untuk kebutuhan lain-lain. Sebesar 40 persen menabung, 30 persen asuransi, dan sisanya investasi," katanya.


2. Haruskan terbuka kepada orang tua?

Kamu harus terbuka terkait keuangan terhadap orang tua. (Foto: Pixabay/Huskyherz)
Kamu harus terbuka terkait keuangan terhadap orang tua. (Foto: Pixabay/Huskyherz)

Sebagai langkah awal bagi generasi sandwich juga harus terbuka kepada orangtua mengenai kebutuhan biaya pribadi sekaligus menyarankan untuk menahan biaya sekunder. "Intinya, jangan sampai kita menanggung biaya orangtua dengan berutang," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, memetakan pos keuangan, mana yang bisa ditahan dan membutuhkan dana lebih. "Misalnya saat orangtua memasuki usia senja, sementara anak masih di bawah usia lima tahun, maka harus ada dana prioritas kesehatan bagi orangtua. Asuransi dapat memperkecil risiko finansial," katanya.

3. Mengajak pola hidup sehat orang tua dan mengajarkan anak-anak menabung

Kamu harus mengajarkan hidup sehat terhadap orang tua. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)
Kamu harus mengajarkan hidup sehat terhadap orang tua. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)

Lalu, menyusun anggaran untuk periode tertentu seperti cicilan, dan pengeluaran rutin keluarga.

Selain itu, ajarkan pola hidup sehat pada orangtua, serta bantu kelola keuangan orang tua dengan memperkenalkan produk-produk investasi dan membantu mengembangkan dana.

Ia menambahkan agar mengajarkan anak untuk menabung, karena itu merupakan salah satu cara meringankan beban finansial bagi generasi Sandwich ketika anak-anaknya sudah berkeluarga. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Porsi Menu Fast Food Kian Besar 30 Tahun Terakhir, Kenapa Ya?


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH