Besok Tim RS Polri Akan Lakukan Proses Identifikasi Korban Lion Air JT-610 Petugas membawa korban Lion Air JT-619 ke RS Polri Kramat Jati (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Sembilan kantung jenazah pertama korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 telah tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. RS Polri yang diperuntukkan sebagai posko identifikasi sudah didatangi keluarga korban Lion Air sejak Senin (29/10) siang.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo, mengatakan pemeriksaan terhadap jenazah para korban Lion Air akan dilakukan pada Selasa (30/10) besok.

"Jenazah saat ini langsung dimasukkan ke dalam freezer. Pemeriksaannya baru besok," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Senin (29/10).

Edy mengungkapkan pemeriksaan terhadap jenazah korban Lion Air memang tidak dapat dilakukan hari ini. Pasalnya, pemeriksaan terhadap para jenazah korban tersebut harus dilakukan secara cermat dan teliti.

Posko DVI di RS Polri Kramat Jati
Posko DVI Polri untuk korban Lion Air JT-610 di RS Polri Kramat Jati (MP/Ponco Sulaksono)

"Belum diperiksa (jenazah). Jadi masih kita masukkan ke freezer. Persiapan besok kita lakukan pemeriksaan dari pagi," jelas Edy.

Edy meminta para keluarga korban untuk datang dengan membawa data dan dokumen terkait untuk kebutuhan ante mortem.

"Kalau ada, adalah keluarga korban asli istri anak, ayah atau ibu. Kenapa, ini berhubungan dengan pengambilan DNA, itu pertama. Kedua, tentang sidik jari, jadi semua sertifikat ijazah yang ada sidik jarinya silahkan diambil," kata Edy.

Selain itu, Edy juga meminta keluarga membawa data gigi. Bila tidak ada data gigi, keluarga diminta untuk membawa foto korban yang tersenyum lebar dengan memperlihatkan giginya.

"Syukur punya foto gigi dari dokter gigi. Kalau enggak ada foto gigi, foto pada saat tersenyum. Kalau bisa pada saat tertawa lebar, sehingga semua gigi tampak kelihatan," jelas dia.

Kemudian yang terakhir, Edy meminta keluarga membawa dokumen-dokumen pribadi korban. Misalnya fotokopi KTP, SIM atau dokumen lain yang bisa menunjukkan identitas korban.

"Yang paling penting adalah foto korban saat lahir. Biasanya orang Indonesia hobi selfie, sebelum naik pesawat biasanya foto-foto dulu dengan kawan-kawan pakai pakaiannya terakhir apa, pakai cincin apa, celananya apa dan sepatunya apa," pungkasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kiai Ma'ruf Amin Ajak Para Ulama Terlibat Aktif Hadang Radikalisme dan Terorisme

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH