Besok Seknas Jokpro Didirikan, Usung Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 Prabowo Subianto di acara Ijtima Ulama II. MP/Ponco Sulaksono.

MerahPutih.com - Sejumlah relawan yang tergabung dalam Jokpro bakal mengusung pasangan Joko Widodo-Prabowo Subianto sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2024. Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari membenarkan informasi tersebut.

Qodari memang kerap melontarkan gagasan agar Jokowi menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya. Ia pernah mengusulkan agar Jokowi berpasangan dengan Prabowo sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2024.

Baca Juga:

Prabowo Harap Rumusan Strategis Sishankamrata Abad ke-21 Dijadikan UU

"Organisasi ini (Jokpro) merupakan wadah dari berbagai pihak yang menyambut ide dan gagasan yang saya lontarkan di beberapa media, pada Februari-Maret 2021," kata Qodari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Bahkan, kata Qodari, kelompok relawan Jokpro akan membentuk sekretariat nasional (seknas) yang akan diresmikan pada Sabtu (19/6) besok, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/aa.
Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/aa.

"Saya orang yang percaya kalau ide dan gagasan itu harus punya kaki, kakinya itu berupa organisasi dan lembaga yang akan menyebarkan ide dan gagasan Jokowi-Prabowo ini ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Qodari menjelaskan, Jokpro adalah wadah bagi mereka yang merespons gagasan yang dirinya lontarkan pada Maret 2021, yakni mengusung duet Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024.

Baca Juga:

Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Megawati: Terima Kasih Bapak Nadiem dan Prabowo

Adapun anggota Jokpro adalah simpatisan dan pendukung lama Jokowi. Jabatan ketua umum kelompok relawan ini diisi oleh Baron Danardono Wibowo, sedangkan sekretaris jenderal dijabat oleh Timothy Ivan.

"Misalnya Ketua Jokpro 2024 ini Mas Baron adalah simpatisan lama Pak Jokowi, dia punya komunitas pendukung Jokowi namanya 'Cabe Rawit'. Dan mereka mengundang saya ketemu dengan mereka semua dan bentuk selanjutnya adalah organisasi ini," tutup Qodari. (Pon)

Baca Juga:

Survei IndEX Research: Prabowo-Puan Diunggulkan Sebagai Capres-Cawapres

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Wanti-wanti Provokasi Penyusup di Demo UU Cipta Kerja
Indonesia
Polisi Wanti-wanti Provokasi Penyusup di Demo UU Cipta Kerja

Polisi telah menyiapkan skema pengamanan agar unjuk rasa menola Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Selalu Dikaitkan dengan Kelompok Teroris, Eks FPI Heran
Indonesia
Selalu Dikaitkan dengan Kelompok Teroris, Eks FPI Heran

Aziz Yanuar berkomentar tentang pengakuan terduga teroris yang disebut-sebut sebagai anggota FPI.

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Labuan Bajo
Indonesia
Pemerintah Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Labuan Bajo

"Ini belum tuntas proses pemilikannya, namun dikemas seolah-olah Pemda Mabar pemegang Hak yang sah," jelas Petrus.

Kasus Pemakaian Mobil Dinas TNI oleh Warga Sipil Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Indonesia
Kasus Pemakaian Mobil Dinas TNI oleh Warga Sipil Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Karena Ahon dan Bagus merupakan warga sipil, kasus ini diserahkan kepada Polda Metro Jaya.

Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan
Indonesia
Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan

Libur panjang yang bakal berlangsung mulai 28 Oktober mendatang dikhawatirkan memicu jumlah kasus COVID-19.

Testing COVID-19 Anjlok, Satgas Akui Karena Pilkada Serentak
Indonesia
Testing COVID-19 Anjlok, Satgas Akui Karena Pilkada Serentak

"Bagi daerah yang belum memenuhi target testing, agar segera meningkatkan angka testing yang targeted," jelas Wiku.

Sarana Jaya Akui Lahan Misterius 70 Hektare untuk Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Sarana Jaya Akui Lahan Misterius 70 Hektare untuk Rumah DP 0 Rupiah

Teka-teki lahan misterius seluas 70 hektare (ha) yang dibeli BUMD Pembangunan Sarana Jaya terjawab sudah.

KPU Harus Buka Opsi Lakukan Pilkada Via Pos
Indonesia
KPU Harus Buka Opsi Lakukan Pilkada Via Pos

Peran KPU sangat penting dalam pelaksanaan Pilkada. Pelaksanaan Pilkada perlu sangat berhati-hati, sehat dan aman jiwa.

Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer
Indonesia
Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer

Pak Wamen memang sedang merangkap jabatan jadi buzzer?

Pandemi COVID-19 Bikin Warga Lebih Religius
Indonesia
Pandemi COVID-19 Bikin Warga Lebih Religius

Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama melalukan survei tentang Urgensi Layanan Keagamaan di Masa Pandemi.