Besok Prabowo Bakal Ditetapkan Jadi Ketum Gerindra Menhan Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, (24/10) (Foto: antaranews)

Merahpuhtih.com - Kongres luar biasa (KLB) Partai Gerindra 8 Agustus akan menetapkan Prabowo Subianto sebagai ketua umum periode 2020-2025.

Ketetapan itu berdasarkan aspirasi kader pada rapat pimpinan nasional (rapimnas) Juni lalu, yang menginginkan Menteri Pertahanan itu kembali memimpin Gerindra.

Baca Juga

Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

"Sekaligus penetapan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani dalam keterangan di akun Instagramnya, Kamis (6/8).

Prabowo bakal menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama kepemimpinan periode 2015-2020.

Setelah itu, 34 DPD Provinsi memberikan pandangan terkait laporan tersebut. Namun, menurut hasil rapimnas, seluruh DPD Gerindra telah sepakat meminta Prabowo kembali menjadi ketua umum.

"Karena itu kita harus bersatu di belakang Prabowo Subianto, berkomitmen membesarkan partai yang kita cintai ini agar menjadi partai yang solid, kuat, dan lebih besar dari sekarang ini," ujar Muzani.

Muzani menjelaskan, jumlah peserta kongres mencapai 2.500 hingga 3.000 orang. Namun, tidak seluruh peserta akan hadir secara fisik.

View this post on Instagram

Sabtu 8 Agustus 2020, Partai Gerindra akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa. KLB merupakan amanat dari AD/ART Partai Gerindra, yang mewajibkan diselenggarakannya kongres pada tahun 2020. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya, maka dalam Rapimnas pada 4 Juni 2020 yang lalu, menghasilkan keputusan bahwa KLB akan tetap diselenggarakan pada tahun ini secara virtual dan fisik. Bagi peserta yang hadir secara fisik, diwajibkan melakukan swab test dan menaati protokol kesehatan demi kelancaran, keselamatan dan keamanan para peserta kongres. Ucapan terima kasih pun disampaikan untuk Kementerian Kesehatan RI, yang telah membantu terlaksananya swab test bagi peserta KLB yang akan hadir pada hari Sabtu mendatang. Adapun agenda KLB akan membahas pertanggungjawaban DPP yang akan disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sekaligus pengukuhan beliau sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Pengukuhan ini merupakan hasil dari Rapimnas, bahwa 34 DPD Partai Gerindra meminta kesediaan Prabowo Subianto untuk memimpin Partai Gerindra 5 tahun ke depan. #KongresLuarBiasaGerindra

A post shared by Ahmad Muzani (@ahmadmuzani2) on

Mereka yang hadir secara fisik adalah pengurus DPD yang mendapatkan mandat dari masing-masing wilayah. Sementara itu, pengurus lainnya mengikuti kongres secara virtual.

Akan tetapi, pelaksanaan kongres yang berbarengan dengan situasi pandemi virus COVID-19 Rapimnas memutuskan agar kongres pertama diselenggarakan secara luar biasa.

"Dari sisi waktu, 2020 itu berarti telah berakhirnya masa mandat yang diberikan oleh Kongres Luar Biasa lima tahun yang lalu. Akan tetapi karena keadaannya luar biasa, di mana tidak dimungkinkan perkumpulan yang banyak," tambah pria yang juga Wakil Ketua MPR ini.

Merujuk situasi pandemi COVID-19, kata Muzani, kongres tidak memungkinkan untuk dihadiri ribuan kader Partai Gerindra. Sebab, jumlah pengurus mulai dari, DPC, DPD, DPP serta para peninjau, jumlah peserta kongres diperkirakan dapat mencapai 2.500 hingga 3.000 orang.

Baca Juga

Prabowo Jadi Aset Gerindra untuk Duduki Kursi RI 1

Oleh karena itu, pelaksanaan kongres akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Para pengurus DPD, DPP dan Dewan Pembina yang merupakan peserta kongres, semuanya harus menjalani uji swab. Selanjutnya, para peserta kongres harus mengenakan masker dan sarung tangan serta rutin mencuci tangan.

"Uji swab yang kita lakukan kepada semua peserta kongres adalah bagian dari cara kami menaati protokol kesehatan di masa Covid ini," ungkap Muzani. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dugaan Korupsi Proyek Dinas PUPR, KPK Konfirmasi Wali Kota Banjar
Indonesia
Remaja 18 Tahun Jadi Penyebar Hoaks Jaksa Terima Suap Kasus Rizieq
Indonesia
Remaja 18 Tahun Jadi Penyebar Hoaks Jaksa Terima Suap Kasus Rizieq

Penangkapan dilakukan oleh pihak Kejaksaan. Polri dalam hal ini hanya berperan sebagai membantu proses penangkapannya.

Sederet Pasal yang Bisa Digunakan Polisi Jerat Anji dan Hadi Pranoto
Indonesia
Sederet Pasal yang Bisa Digunakan Polisi Jerat Anji dan Hadi Pranoto

Laporan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya

Ada Klaster Hajatan, Warga Bekasi Dilarang Gelar Resepsi Nikah
Indonesia
Ada Klaster Hajatan, Warga Bekasi Dilarang Gelar Resepsi Nikah

Ditemukannya klaster hajatan di salah satu perumahan yang berlokasi di Kecamatan Tarumajaya. membuat Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi melarang warga menggelar resepsi pernikahan.

Kemendag Dorong Kelas Menengah Kembali Belanja
Indonesia
Kemendag Dorong Kelas Menengah Kembali Belanja

Bisnis ritel diminta untuk bisa beradaptasi dengan pola perubahan transaksi dan mulai masuk ke ekosistem bisnis digital dengan memadukan penjualan luring dengan daring.

Tujuh Korban Luka Berat Kebakaran Kilang Balongan Dibawa ke Rumah Sakit
Indonesia
Tujuh Korban Luka Berat Kebakaran Kilang Balongan Dibawa ke Rumah Sakit

Kebakaran tangki di kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, menimbulkan korban luka. Saat ini, tujuh orang yang mendapatkan luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).

Jokowi Beberkan Delapan Bandara yang Bakal Jadi Hub dan Super Hub
Indonesia
Jokowi Beberkan Delapan Bandara yang Bakal Jadi Hub dan Super Hub

Sehingga next pandemi, fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh

Dari Target 2 Juta, Pemerintah Baru Produksi Rapid Test 100 Ribu Unit
Indonesia
Dari Target 2 Juta, Pemerintah Baru Produksi Rapid Test 100 Ribu Unit

Rapid test akan digunakan untuk membantu Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas

[HOAKS Atau FAKTA]: Anies Dinobatkan Jadi Gubernur Terbaik di Dunia
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Anies Dinobatkan Jadi Gubernur Terbaik di Dunia

Foto tersebut diambil pada acara The 2019 World Cities Summit and Mayors Forum (WCSMF) yang diadakan di Medellin, Kolombia pada 10-12 Juli 2019

Dishub DKI: Warga Masih Bandel Kunjungi Sudirman-Thamrin
Indonesia
Dishub DKI: Warga Masih Bandel Kunjungi Sudirman-Thamrin

Mereka yang datang kebanyakan warga yang ingin beolagraga seperti pesepeda dan berjalan kaki.