Besok PPN Naik Jadi 11 Persen, Ini Barang yang Harganya Berpotensi Naik Menteri Keuangan Sri Mulyani. (foto: Antara)

MerahPutih.com - Masyarakat akan mengeluarkan lebih besar uang untuk belanja segala hal.

Pasalnya, mulai Jumat 1 April 2022 besok, pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 1 persen, dari 10 jadi 11 persen.

Baca Juga:

Upaya Indonesia Menjaga Perdamaian Dunia Melalui Jalur Diplomasi

PPN adalah pemungutan pajak terhadap tiap transaksi atau perdagangan berupa jual beli produk atau jasa kepada wajib pajak orang pribadi, badan usaha maupun pemerintah.

Kenaikan PPN menjadi 11 persen ini, menyusul disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Dalam UU tersebut diatur bahwa kenaikan PPN 11 persen dilakukan per 1 April 2022, kemudian akan disusul kenaikan menjadi 12 persen selambatnya 1 Januari 2025.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, alasan pemerintah naikkan tarif PPN ini, untuk menambah penerimaan negara. Sebab selama pandemi COVID-19, APBN sudah bekerja sangat keras.

“Kenapa ini dilakukan? waktu itu kan kita lihat APBN kerja ekstrim selama pandemi ini kita ingin menyehatkan. Jadi, kita lihat mana mana yang masih bisa space-nya,” kata Sri Mulyani.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

Dengan kenaikan tarif PPN 11 persen, maka harga barang dan jasa akan naik karena sifat pajak ini adalah dikenakan baik atas konsumsi barang maupun jasa, dan dipungut menggunakan prinsip tempat tujuan, yaitu bahwa PPN dipungut di tempat barang atau jasa dikonsumsi.

Artinya jika membeli barang atau jasa maka akan langsung dikenai PPN sebesar 11 persen sehingga harga barang dan jasa akan lebih mahal. Sebelumnya PPN di suatu tempat dikenakan 10 persen.

Ada sejumlah barang yang berpotensi naik harga pada Jumat besok. Antara lain barang elektronik, baju atau pakaian, sabun dan perlengkapan mandi, dan sepatu.

Lalu, jenis produk tas, pulsa telepon dan tagihan internet, rumah atau hunian, serta motor/mobil atau kendaraan lainnya. (Asp)

Baca Juga:

Waspada, Kawasan di Jakarta Ini Dianggap Rawan saat Bulan Ramadan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Bantah Tudingan Demokrat Jadi Alat Politik Usai Panggil Andi Arief
Indonesia
KPK Bantah Tudingan Demokrat Jadi Alat Politik Usai Panggil Andi Arief

KPK membantah tudingan Partai Demokrat yang menyebut lembaga antirasuah dijadikan alat politik untuk menekan oposisi dalam pemanggilan Andi Arief.

Dasco Tegaskan Gerindra Sepakat Berkoalisi dengan PKB
Indonesia
Dasco Tegaskan Gerindra Sepakat Berkoalisi dengan PKB

Partai Gerindra menegaskan sudah sepakat menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menghadapi Pemilu 2024. Adapun koalisi tersebut dinamakan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

[HOAKS atau FAKTA]: Amerika Halangi Vladimir Putin ke KTT G20
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Amerika Halangi Vladimir Putin ke KTT G20

Beredar unggahan video di media sosial Facebook yang memperlihatkan kapal induk Amerika Serikat dan sejumlah pesawat tempur.

Gempa Landa Wilayah Jember
Indonesia
Gempa Landa Wilayah Jember

Belum ada informasi kerusakan atau korban jiwa.

TNI AL Kerahkan 12 KRI Amankan Perairan Bali Selama KTT G20
Indonesia
TNI AL Kerahkan 12 KRI Amankan Perairan Bali Selama KTT G20

Yudo menuturkan TNI AL sudah menyiapkan 12 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) serta 3.000 orang prajurit yang berasal dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) sekitar Bali.

Polri Ancam Sikat Produsen Minyak Goreng Berani Melawan Kebijakan Larangan Ekspor
Indonesia
Polri Ancam Sikat Produsen Minyak Goreng Berani Melawan Kebijakan Larangan Ekspor

Pihak kepolisian terus melakukan pengawasan terkait dengan implementasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi itu.

Ganjar Temui Jokowi di Istana
Indonesia
Ganjar Temui Jokowi di Istana

Ganjar sempat mengikuti upacara pemberian gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh.

Keuntungan Gunakan E-Voting di Pemilu 2024 Versi PSI
Indonesia
Keuntungan Gunakan E-Voting di Pemilu 2024 Versi PSI

Juru bicara DPP PSI, Sigit Widodo menuturkan, penggunaan sistem e-Voting jauh lebih murah dan efisien ketimbang model pemungutan suara manual yang sudah digunakan Indonesia sejak Pemilu 1955.

Fraksi PDIP Dukung Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Fraksi PDIP Dukung Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan

PDIP mendukung rencana pembentukan panitia khusus (pansus) tragedi Kanjuruhan.

Tambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 3 Ribu Pasien
Indonesia
Tambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas 3 Ribu Pasien

Penambahan kasus harian COVID-19 kembali menyentuh angka 3 ribuan. Per Jumat (28/10), tercatat mengalami kenaikan sebanyak 3.015 kasus.