Besok, Polisi Periksa Nurhadi terkait Kasus Pemukulan Petugas Rutan KPK Dokumentasi bekas Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi (kiri), saat meninggalkan Gedung KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso

MerahPutih.com - Pihak kepolisian bakal memeriksa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terkait kasus pemukulan terhadap petugas rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (4/2) besok.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Christian Samma, mengatakan, pemeriksaan terhadap Nurhadi akan dilakukan di Gedung KPK.

Baca Juga

Perkara Pemukulan Nurhadi Terhadap Anak Buah Firli Bahuri Dilimpahkan

"Iya besok di KPK," kata Jimmy saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/2).

Sebelumnya, Kapolsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari petugas KPK yang menjadi korban pemukulan tersebut.

Dari laporan itu, diketahui Nurhadi melakukan kekerasan fisik berupa pemukulan ke arah bibir atas petugas rutan KPK.

"Kronologisnya pada saat itu lagi sosialisasi untuk renovasi ruangan, terus kemudian terlapor (Nurhadi) nggak mau karena repot harus mindah-mindahin barang, nggak terima akhirnya melakukan pemukulan terhadap korban," kata Yogen, Minggu (31/1).

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)
Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

Nurhadi dilaporkan atas Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Pasal penganiayaan, ringan karena satu kali pukulan ke bibir atas," kata Yogen.

Yogen mengatakan dalam perkara ini pihaknya sudah memeriksa tiga saksi. Di antaranya termasuk petugas rutan yang dipukul sebagai saksi korban.

"Sudah tiga orang (diperiksa), termasuk saksi korban. Jadi satu saksi korban sama dua saksi pegawai KPK yang mengetahui kejadian," kata Yogen.

Polisi juga berencana menaikkan status laporan ke tahap penyidikan untuk kemudian bisa segera memeriksa Nurhadi. Sementara untuk saat ini, lanjut Yogen, pihaknya terlebih dahulu masih menunggu hasil visum. (Pon)

Baca Juga

Polisi Segera Tentukan Status Kasus Pemukulan Oleh Nurhadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
91 Ribu Prajurit TNI Diturunkan Kawal Vaksinasi Nasional
Indonesia
91 Ribu Prajurit TNI Diturunkan Kawal Vaksinasi Nasional

Mabes TNI mengerahkan 91.817 personel dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional COVID-19.

Risiko Perbankan Membaik, Suku Bunga Kredit Dipastikan Turun
Indonesia
Risiko Perbankan Membaik, Suku Bunga Kredit Dipastikan Turun

Pada tahun 2022 upaya penanganan pandemi yang sistematis dan pelaksanaan program vaksinasi secara konsisten diperkirakan dapat mendorong ekonomi untuk pulih dan tumbuh di kisaran 5,2 persen.

ASEAN Didesak Berani Ambil Tindakan untuk Lindungi Rakyat Myanmar
Indonesia
ASEAN Didesak Berani Ambil Tindakan untuk Lindungi Rakyat Myanmar

Dampak dari kudeta di Myanmar adalah ujian terbesar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang baru berlangsung.

Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua
Indonesia
Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Dani tewas ditembak oleh kelompok separatis Papua.

Manajer Restoran Asal Jepang Ditemukan Tewas Saat Isolasi Mandiri di Apartemen Sawah Besar
Indonesia
Manajer Restoran Asal Jepang Ditemukan Tewas Saat Isolasi Mandiri di Apartemen Sawah Besar

Dari informasi yang dihimpun, korban sedang menjalani isolasi mandiri di salah satu unit apartemen. Hasil dari diagnosa dokter menyatakan bahwa korban positif COVID-19.

Kemendagri Ingatkan Bahaya Selfie dengan KTP-el
Indonesia
Kemendagri Ingatkan Bahaya Selfie dengan KTP-el

Terdapat hal penting yang perlu disikapi dalam era ekonomi baru yang serba digital tersebut.

Pasca Pelonggaran UU ITE, Begini Nasib Sejumlah Terlapor Ujaran Kebencian
Indonesia
Pasca Pelonggaran UU ITE, Begini Nasib Sejumlah Terlapor Ujaran Kebencian

Sebulan pasca rencana pelonggaran penerapan UU Informasi Transaksi Elektronoik (UU IT), nasib sejumlah terlapor dan tersangka dalam kasus ini, masih terkatung-katung.

71 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet
Indonesia
71 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Seluruh pasien rawat inap ditempatkan di tower empat, lima, enam dan tujuh

Dukcapil Telah Gratiskan Verifikasi NIK dan KTP Setara Rp 6 Triliun
Indonesia
Dukcapil Telah Gratiskan Verifikasi NIK dan KTP Setara Rp 6 Triliun

Biaya diumpamakan Rp1.000 per klik. Nominal itu yang bisa diterima Ditjen Dukcapil jika menerapkan ketentuan hak akses data secara berbayar sebagaimana dilakukan otoritas data di beberapa negara lain.

Kapolri Sebut Lomba Mural Awalnya Minim Peserta karena Takut Ditangkap
Indonesia
Kapolri Sebut Lomba Mural Awalnya Minim Peserta karena Takut Ditangkap

Kapolri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 ini menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda.