Besok, PA 212 bakal Kembali Kepung Kedubes India Novel Bamukmin akan diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan buzzer Jokowi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan melakukan aksi demontrasi kembali di depan Kedubes India, Kuningan, Jakarta Selatan.

Aksi ini digelar atas lanjutan peringatan PA 212, FPI, dan GNPF-U yang tak digubris sama sekali oleh pihak Kedutaan Besar India. Dari informasi yang dihimpun, rencanaya aksi ini bakal berlangsung Jumat (13/2) esok

Baca Juga

Mantan Menteri Era Gus Dur Anggap Ancaman Sweeping WN India Berbahaya

"Kami akan demo lagi berjilid-jilid sampai pembantaian dihentikan dan pelakunya dijerat dengan hukum yang berlaku di dunia," kata Jubir PA 212 Novel Barmukmin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/3).

Ia membeberkan jika pihaknya terus berupaya melakukan aksi itu di Kedubes India hingga kekerasan terhadap muslim di New Delhi dihentikan.

"Kami tidak diam terhadap kezaliman pembantaian umat Islam di manapun, maka kami siap jihad," tegasnya.

Ketua FPI Sobri Lubis berorasi di atas mobil komando dalam aksi solidaritas muslim India, di depan Kantor Kedutaan Besar India, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Ketua FPI Sobri Lubis berorasi di atas mobil komando dalam aksi solidaritas muslim India, di depan Kantor Kedutaan Besar India, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Terkait jumlah massa, Novel belum memastikannya. Ia menyebut, massa yang hadir kemungkinan akan sama seperti aksi sebelumnya yakni mencapai ribuan orang.

Beberapa waktu lalu, Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat sempat mengomentari adanya ancaman sweeping terhadap warganya di ibu kota.

Ia menilai jika tindakan sweeping bukanlah nilai-nilai dan budaya yang ada di Indonesia. Dia justru menilai jika ancaman itu merupakan hal yang dilakukan kelompok ekstrem.

Baca Juga

Jubir PA 212 Klaim Enggak Dengar Ketuanya Suarakan Sweeping WN India

Kerusuhan di India memang terjadi karena pro-kontra masyarakat tentang UU Kewarganegaraan India.

UU ini dinilai merugikan umat Muslim karena memberi amnesti untuk imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH