Besok, KPK Periksa Bos Lippo Group James Riady Terkait Kasus Meikarta CEO Lippo Group James Riady saat memenuhi panggilan penyidik KPK, Selasa (30/10) MP/Ponco Sulaksono

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, dan CEO Lippo Group James Riady dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta, pada Kamis (12/12) besok.

Toto akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Sementara James akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Toto.

Baca Juga:

CEO Lippo James Riady Diusir Keluar Ruang Sidang Suap Meikarta

"Besok, Kamis 12 Desember 2019 KPK kembali berencana melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BTO (Bartholomeus Toto) dalam kasus dugaan suap terkait perizinan Meikarta dan juga mengagendakan pemeriksaan James Tjahaja Riady sebagai saksi untuk BTO," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/12) malam.

KPK tegaskan James Riady akan diperiksa sebagai saksi atas Toto dalam kasus suap Meikarta
Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Yohanes Abimanyu)

Lembaga antirasuah mengimbau kepada orang nomor satu di Lippo Group itu untuk bersikap koperatif dengan memenuhi panggilan penyidik.

"Perlu diingat, kehadiran sebagai saksi merupakan kewajiban hukum," ujar Febri.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp10,5 miliar. Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap.

Baca Juga:

KPK Kulik Pengakuan James Riady di Suap Meikarta, Artinya?

Sementara Iwa diduga telah menerima uang Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta.

Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang. PT Lippo Cikarang sendiri disinyalir merupakan sumber uang suap untuk sejumlah pihak dalam mengurus perizinan proyek Meikarta.(Pon)

Baca Juga:

Diperiksa Suap Meikarta, Begini Tampang James Riady Saat Masuk KPK

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH