Besok Gelar Perkara Kebakaran Kejagung, Polisi: Penetapan Tersangka Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

Merahputih.com - Polri berencana akan melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (23/10).

Penetapan tersangka dilakukan setelah sebelumnya Polri bersama Kejaksaan Agung (Kejakgung) menggelar ekspose pada Rabu (21/10).

"Untuk gelar perkara sendiri internal rencananya besok pagi, nanti rekan-rekan sama-sama monitor bagaimana keputusannya, karena itu yang memang kita tunggu terkait penetapan tersangka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigje Awi Setiyono saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Baca Juga:

ICW minta KPK Turun Tangan Usut Kebakaran di Kejagung

Kemudian terkait hasil ekspose bersama Kejakgung tak diekspose ke publik melainkan hanya untuk konsumsi penyidik.

Karena memang, eksposenya bersama-sama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peneliti atau JPU yang tugasnya melakukan penelitian berkas. Jadi sebelum dituntaskan, berkas kasus itu harus diselesaikan kemudian dilaksanakan ekspose.

"Dengan harapan saran-saran atau pendapat dari jaksa tentunya itu jadi masukan penyidik untuk pemenuhan berkas perkara. Diharapkan nanti kalau tahap satu diharapkan tidak bolak-balik lagi, dan seperti informasi," ungkap Awi.

Dia menyebut proses penyidikan kasus ini sangat lama karena ada beberapa proses yang harus dilalui.

"Tidak ada (kendala) karena memang prosesnya panjang, yang diperiksa banyak sekali yang harus dievaluasi," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur dan Metro Jaya ini.

Meski begitu, Awi mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menuntaskan kasus tersebut.

Sejumlah petugas Puslabfor, Inafis, dan Kejaksaan Agung melakukan pengecekan di Gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar, Senin (24/8/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Bahkan dia menyebut kasus itu akan tuntas dalam pekan ini dan pihaknya akan membeberkan detail prihal kasus kebakaran hebat tersebut.

"Doakan saja Minggu ini bisa tuntas. Saya dapat informasi dari penyidik waktu dekat ini akan dilakukan ekspos di depan jaksa peneliti dan tentunya habis itu kita akan lakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka," ungkap Awi.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Baca Juga:

Tim Labfor Polri Telusuri Pemantik Api di Gedung Kejagung

Kobaran api itu pun berhasil dipadamkan kurang lebih selama 11 jam lamanya. Setelah sekian lama, Bareskrim Polri menaikkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Artinya dalam kasus itu, pihak kepolisian sudah menemukan unsur pidana. Meski status kasus itu sudah naik ke sidik, Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran hebat itu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker
Indonesia
350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker

Sebanyak 350 personel Satpol PP DKI Jakarta diterjunkan untuk mengamankan demonstrasi UU Cipta Kerja yang diinisasi oleh Presidium Alumni (PA) 212 dan kawan-kawan.

Sejumlah Daerah di Indonesia Bakal Alami Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Indonesia
Sejumlah Daerah di Indonesia Bakal Alami Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Dwikorita juga berpesa kepada masyarakat untuk selalu waspada COVID-19

Anies Perintahkan Satpol PP Pantau Semua Gedung Perkantoran
Indonesia
Anies Perintahkan Satpol PP Pantau Semua Gedung Perkantoran

Hanya saja Anies meminta kantor menerapkan dua gelombang masuk kerja untuk menghindari kerumunan.

Tenggang Waktu Penyampaian Draf UU Ciptaker Hanya Sampai Besok
Indonesia
Tenggang Waktu Penyampaian Draf UU Ciptaker Hanya Sampai Besok

Sembilan fraksi partai politik yang ada di DPR telah menyepakati, mengikuti, dan menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terhadap UU Cipta Kerja

 KPK Tetapkan Bos PT Borneo Lumbung Energy Samin Tan Jadi Buronan
Indonesia
KPK Tetapkan Bos PT Borneo Lumbung Energy Samin Tan Jadi Buronan

Samin Tan, kata Ali, telah dua kali mangkir untuk diperiksa penyidik dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Salah satunya, Samin Tan mangkir untuk diperiksa pada 2 Maret 2020.

KSP Klaim UU Ciptaker Buka Peluang UMKM Kembangkan Usaha
Indonesia
KSP Klaim UU Ciptaker Buka Peluang UMKM Kembangkan Usaha

Di pasal yang sama juga diatur ketentuan tentang dukungan pemerintah kepada UMKM untuk mengakses sumber-sumber pembiayaan kemitraan, hibah dari pemerintah

WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa
Dunia
WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa

Sedangkan anak usia 6 - 11 tahun harus menggunakan masker dengan prosedur berbasis risiko.

Pimpinan DPRD Minta Pemprov DKI Ganti Isi Sembako yang Lebih Bergizi
Indonesia
Pimpinan DPRD Minta Pemprov DKI Ganti Isi Sembako yang Lebih Bergizi

DPRD juga meminta kepada Pemda DKI untuk memperbaiki teknis pemberian bansos itu.

Ditemui Airlangga, SBY Bakal Dukung Pemerintahan Jokowi?
Indonesia
Ditemui Airlangga, SBY Bakal Dukung Pemerintahan Jokowi?

Airlangga sebagai Menko Perekonomian diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengan SBY.

Milenial Didorong Segera Miliki Rumah Sendiri
KPR
Milenial Didorong Segera Miliki Rumah Sendiri

Hingga 23 Juli 2020, tercatat sebanyak 199.817 calon debitur sudah mengakses aplikasi SiKasep.