Besok Dewas KPK Gelar Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Antara/HO-Humas KPK)

MerahPutih.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menjadwalkan sidang perdana dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Selasa (3/8).

"Selasa besok," kata nggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/8).

Haris mengatakan, sidang akan digelar secara tertutup sesuai dengan Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 03 Tahun 2020.

Baca Juga:

Sindir Dewas KPK, Novel Baswedan: Ombudsman Lebih Berani dan Jujur

"Sesuai Perdewas No 03 Tahun 2020, sidang etik berlangsung tertutup, kecuali pembacaan putusan yang dilakukan secara terbuka," ujar Haris.

Dugaan pelanggaran etik Lili yakni terkait komunikasi dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Komunikasi berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Haris sempat menyatakan pihaknya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh seluruh insan KPK, termasuk dugaan etik Lili Pintauli.

Baca Juga:

75 Pegawai KPK Bakal Berikan Bukti Tambahan Pelanggaran Firli Cs ke Dewas

Haris mengatakan, pihaknya tak segan menjatuhkan sanksi kepada setiap insan KPK apabila terbukti melanggar etik.

"Sejak awal Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK. Siapapun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik," kata Haris. (Pon)

Baca Juga:

Soal Lili Pintauli, Dewas: Zero Toleransi untuk Pelanggar Kode Etik KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI
Indonesia
PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI

Aksi walk out sejumlah anggota DPRD DKI mendapat komentar dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok
Indonesia
BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok

Siklon tropis Molave diperkirakan intensitasnya akan meningkat

Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas
Indonesia
Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas

"Langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," kata Erick

Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 10.617
Indonesia
Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 10.617

Jumlah pasien sembuh bertambah 7.446 orang, sehingga total pasien sembuh ada 666.883 orang.

Menkumham Rampungkan 49 Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Indonesia
Menkumham Rampungkan 49 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja ini diklaim merupakan terobosan dan cara pemerintah menangkap peluang investasi dari luar negeri lewat penyederhanaan izin dan pemangkasan birokrasi.

Solo Bakal Lakukan Razia Nataru di Stasiun dan Bandara
Indonesia
Solo Bakal Lakukan Razia Nataru di Stasiun dan Bandara

Persiapan Benteng Vastenburg sebagai lokasi karantina sudah dilakukan. Rencananya di lokasi itu akan dipasangi lima tenda milik TNI.

 UMKM Diharapkan Lakukan Trasformasi Digital
Indonesia
UMKM Diharapkan Lakukan Trasformasi Digital

Perlu dorongan lebih agar semakin banyak UMKM yang masuk dalam e-commerce.

Jumlah Pemudik Positif COVID-19 Capai 834 Orang
Indonesia
Jumlah Pemudik Positif COVID-19 Capai 834 Orang

Jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya terdeteksi COVID-19 terus bertambah.

PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat
Indonesia
PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat

PMKS yang turun kejalan karena PHK sebagai tren baru di Bandung.

Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Ribu

kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menembus 3.989.060 orang.