Besok, Candi Prambanan dan Ratu Boko Dibuka Terbatas Candi Prambanan dan ratu boko di Yogyakarta. Foto: Dispar Sleman

MerahPutih.com - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melakukan uji coba pembukaan operasional Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan Ratu Boko bagi wisatawan pada Rabu 1 Juli 2020.

Uji coba ini dilakukan setelah keluar izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca Juga

'Dream Now Travel Later', Menginap di Hutan Bali Setelah Pandemi

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Edy Setijono mengatakan selama tahap uji coba operasional, jumlah wisatawan akan dibatasi hanya 1500 orang perhari.

"Meskipun pemerintah mengizinkan untuk jumlah kunjungan hingga 50 persen. Kami tetap berhati-hati, sementara dibuka 20 persen atau 1.500 orang dulu," kata Edi melalui keterangan pers di Yogyakarta, Selasa (30/06).

Sebelum ujicoba dilakukan, PT TWC telah melakukan simulasi operational konsep new normal sebanyak empat kali. Izin uji coba operasional keluar usai PT TWC dinilai berhasil menerapkan protokol kesehatan new normal saat pelaksanaan tiga kali simulasi sebelumnya.

Candi Prambanan dan ratu boko di Yogyakarta. Foto: Dispar Sleman
Candi Prambanan dan ratu boko di Yogyakarta. Foto: Dispar Sleman

Wisatawan atau pengunjung di destinasi Taman Wisata Candi Prambanan maupun Candi Ratu Boko yang berasal dari luar daerah wajib membawa surat keterangan kesehatan dari daerah asal.Selain itu seluruh wisatawan yang masuk wajib menggunakan masker.

Petugas akan mengecekan suhu tubuh, dan melakukan manajemen pengunjung yang menerapkan jarak fisik. Pengelola telah menyediakan tempat cuci tangan tiap 100 meter, dan papan informasi protokol COVID-19

Baca Juga

Destinasi Wisata di Yogyakarta Bakal Terapkan Cashless

"Jadi jika ada pengunjung yang datang tanpa mengenakan masker, maka akan kami tolak. Kami juga akan memberi atau memasang," katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan bagi seluruh pengunjung taman wisata di setiap pintu masuk dan masing-masing pengunjung akan diberi stiker penanda suhu tubuh.

Stiker penanda suhu tubuh ini terdiri tiga warna, yakni untuk suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, akan diberikan stiker warna hijau dan boleh masuk ke kawasan taman wisata candi.

Kemudian stiker warna kuning, untuk suhu tubuh 37,5 hingga 37,7 celcius. Sedangkan yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat, diberikan striker warna merah.

"Bagi pengunjung yang berstiker merah, diarahkan ke klinik kesehatan dan akan mendapatkan 'treatment'. Jika pengunjung tersebut datang sendiri, akan diarahkan untuk pulang, tetapi kalau bersama rombongan, maka wajib menunggu di klinik dan tidak diizinkan masuk ke kawasan taman wisata candi," katanya.

Candi Prambanan dan ratu boko di Yogyakarta. Foto: Dispar Sleman
Candi Prambanan dan ratu boko di Yogyakarta. Foto: Dispar Sleman

Pengelola juga melarang pengunjung membawa makanan dari luar area candi, kecuali untuk makanan bayi.

"Akan ada petugas yang memeriksa makanan yang dibawa pengunjung. Kami tidak membolehkan pengunjung membawa makanan dari luar, kecuali makanan bayi. Hal ini sebagai antisipasi asal dari makanan tersebut," katanya.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY Zaimul Azzah mengapresiasi uji coba operasional di Candi Prambanan dan Ratu Boko.

Baca Juga

Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal

"Uji coba operasional ini setelah pengelola melakukan empat kali simulasi sesuai protokol kesehatan," katanya.

Ia mengatakan dalam uji coba nanti pengunjung hanya dibolehkan mengunjungi zona 1 atau halaman satu candi dulu, tidak boleh naik ke candi. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Kredit : patricia


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH