Besok, BK Periksa Ketua DPRD DKI Terkait Dugaan Pelanggaran Interpelasi Formula E Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta akan menjadwalkan pemanggilan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi terkait Rapat Paripurna Interpelasi Formula E.

Anggota BK DPRD DKI dari Fraksi PSI August Hamonangan mengatakan, pemeriksaan terhadap Prasetyo untuk menggali keterangan ihwal interpelasi Formula E diagendakan Rabu (9/2) besok.

"Rencananya besok," kata August saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (8/2).

Baca Juga:

Ketua DPRD DKI Bawa Satu Bundel Dokumen Formula E saat Dipanggil KPK

Meski begitu, August belum bisa dipastikan apakah pemeriksaan tersebut akan digelar secara terbuka atau tertutup. Karena, hal itu hingga kini masih dibahas oleh pihaknya.

"Ini sedang dibahas," pungkasnya.

Diketahui, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dilaporkan ke BK oleh 7 fraksi yakni Fraksi Gerindra, PKS, PAN, PPP-PKB, NasDem, Demokrat, dan Golkar lantaran dinilai telah melakukan rapat paripurna interpelasi secara ilegal oleh tujuh fraksi di DPRD.

Baca Juga;

Bantah Omongan Anies, Ketua DPRD Sebut Formula E untuk Warga Asing

Rapat paripurna itu dikarenakan melanggar administrasi rapat Badan Musyawarah (Bamus).

Prasetyo telah dilaporkan ke BK sejak 28 September lalu. Dikarenakan laporan terhadap dirinya tersebut tak kunjung diproses, ia pun merasa seperti disandera dengan adanya dugaan pelanggaran administrasi tersebut.

"Intinya saya disandera oleh satu situasi yang sebetulnya situasi itu enggak ada apa-apanya," ucap Prasetyo di gedung DPRD DKI, Rabu (26/1). (Asp)

Baca Juga:

Jakpro Umumkan Pemenang Tender Sirkuit Formula E

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkominfo Dorong BAKTI Lebih Inovatif dan Produktif Lewat "Smart Office"
Indonesia
Menkominfo Dorong BAKTI Lebih Inovatif dan Produktif Lewat "Smart Office"

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi diharapkan bisa lebih inovatif dan produktif dengan smart office bersamaan dengan momentum kepindahannya ke kantor baru.

Respons Pertamina Pegawainya Bakal Mogok Kerja Selama 10 Hari
Indonesia
Respons Pertamina Pegawainya Bakal Mogok Kerja Selama 10 Hari

Sejumlah pegawai yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berencana akan menggelar mogok kerja selama 10 hari dari 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022.

PKS Beberkan Tiga Alasan Kereta Cepat 'Haram' Pakai APBN
Indonesia
PKS Beberkan Tiga Alasan Kereta Cepat 'Haram' Pakai APBN

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuai penolakan

Kasus COVID-19 Melonjak, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Kegiatan Berskala Besar
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Kegiatan Berskala Besar

Melihat tren kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir karena adanya importasi kasus Corona varian baru, pemerintah menerbitkan aturan baru kegiatan berskala besar

Polisi Ungkap Kasus Investasi Bodong di Bogor
Indonesia
Polisi Ungkap Kasus Investasi Bodong di Bogor

Polres Bogor, Polda Jawa Barat berhasil menangkap pria berinisial IR (32) yang merupakan tersangka kasus investasi bodong di sekitar kediamannya.

Mulai Hari Ini TransJakarta Perpanjang Jam Operasional
Indonesia
Mulai Hari Ini TransJakarta Perpanjang Jam Operasional

TransJakarta memperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 24.00 WIB dari sebelumnya pada pukul 05.00 WIB hingga 22.30 WIB, mulai Jumat (17/12).

Cak Imin Sebut Faktor Kebahagiaan Jadi Indikator Kesuksesan Pembangunan
Indonesia
Cak Imin Sebut Faktor Kebahagiaan Jadi Indikator Kesuksesan Pembangunan

Kebahagiaan dulu tidak dipercaya sebagai indikator keberhasilan sebuah pembangunan oleh ilmu sekularistik, tapi sekarang berbalik.

Kejati DKI Ikut Awasi Pemberlakuan STRP Saat PPKM Darurat
Indonesia
Kejati DKI Ikut Awasi Pemberlakuan STRP Saat PPKM Darurat

Kejati DKI mengambil peran dalam pengawasan STRP bersama TNI, Polri dan Satpol PP.

Sanksi Teranyar Uni Eropa ke Rusia Akan Lebih Besar
Dunia
Sanksi Teranyar Uni Eropa ke Rusia Akan Lebih Besar

Putaran sanksi terbaru EU juga akan mempengaruhi Sberbank, pemberi pinjaman utama Rusia. Bank itu akan ditambahkan ke dalam daftar bank yang telah dikeluarkan dari sistem SWIFT.

Diduga Terlibat Kasus Dugaan Ilegal Akses, Dokter Ini Ditetapkan Sebagai Tersangka
Indonesia
Diduga Terlibat Kasus Dugaan Ilegal Akses, Dokter Ini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Richard Lee dipersangkakan dalam Pasal 30 Juncto Pasal 46 Undang-Undang ITE