Besok, Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus 3 Polisi Tembak Laskar FPI Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (kanan). (ANTARA/ HO-Polri)

MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara dalam kasus pembunuhan di luar hukum (Unlawful Killing) yang dilakukan tiga polisi terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI), Rabu (10/3)

Gelar perkara ini dilakukan untuk menentukan apakah kasus tersebut ditemukan unsur pidana dan bisa naik ke penyidikan apa tidak.

Baca Juga

Mahfud Pertanyakan Bukti Pelanggaran HAM Berat Kematian Laskar FPI

“Rencana (gelar perkara) Rabu tanggal 10 ini,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/3).

Bareskrim Polri telah menerbitkan Laporan Polisi atau LP terkait perkara ini. Ada tiga oknum anggota Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor selaku terduga pelaku unlawful killing empat dari enam laskar FPI yang tewas tertembak.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto bahkan menyebut, sudah ada calon tersangkanya. Namun, penyidik masih terus melakukan penyelidikan sebelum akhirnya menaikkan status perkaranya ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan tersangkanya.

“Dugaan tersangka sudah ada,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (4/3) pekan lalu.

Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. (Foto: Antara/M Ibnu Chazar/hp).
Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. (Foto: Antara/M Ibnu Chazar/hp).

Sementara, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengemukakan bahwasannya ketiga anggota Polda Metro Jaya selaku terduga pelaku unlawful killing terhadap laskar FPI untuk sementara telah dibebastugaskan.

“Sementara tidak melaksanakan tugas ya,” katanya saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/3) kemarin.

Adapun, sanksi etik yang akan dijatuhkan terhadap yang bersangkutan itu nantinya akan diproses melalui sidang etik.

Namun, kata Ramadhan, proses tersebut akan berlangsung apabila mereka telah terbukti melakukan tindak pidana berdasar putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

“Jadi kalau yang dibilang sudah dinyatakan katakanlah dihentikan (pecat) sekali lagi harus melalui proses sidang kode etik. Jadi saya sampaikan posisinya (saat ini) masih terlapor,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga

Di Hadapan Jokowi, Amien Rais Minta Kematian Laskar FPI Dibawa ke Pengadilan HAM

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE
Indonesia
Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE

Untuk mengatasi polemik penerapan UU ITE di masyarakat cukup dengan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE

Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar
Indonesia
Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar

Tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi
Indonesia
Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim belum ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Situasi Politik Myanmar
Dunia
Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Situasi Politik Myanmar

Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan sikap atas memanasnya politik di Myanmar setelah pihak militer menangkap Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint, Senin (1/2) dini hari WIB.

FWP Sebar Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo Tawarkan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402 Jadi Polisi
Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo Tawarkan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402 Jadi Polisi

Pemerintah menggelar upacara penganugerahan tanda kehormatan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap prajurit awak KRI Nanggala 402.

Jelang Lebaran, Jumlah Penumpang di Bandara Soetta Anjlok 90 Persen
Indonesia
Jelang Lebaran, Jumlah Penumpang di Bandara Soetta Anjlok 90 Persen

Jika dibandingkan pekan-pekan sebelumnya yang mencapai 50 ribu hingga 70 ribu penumpang per hari, penurunan itu mencapai 90 persen.

Pulang Mudik, Warga Diperingatkan untuk Tak Keluar Rumah
Indonesia
Pulang Mudik, Warga Diperingatkan untuk Tak Keluar Rumah

Seluruh pemudik ataupun masyarakat yang kembali dari bepergian pada saat libur Lebaran tahun ini diminta melakukan isolasi mandiri.

Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, Anies Tambah RS Rujukan Jadi 106
Indonesia
Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, Anies Tambah RS Rujukan Jadi 106

Dengan perbanyaknya rumah sakit itu artinya ruang tempat tidur pasien bertambah, begitu juga dengan ruang Intensive Care Unit atau ICU. Per 17 Juni meningkat jadi 140 RS dengan ada 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU.

Strategi Sri Mulyani Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di 2021
Indonesia
Strategi Sri Mulyani Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di 2021

Sri Mulyani bakal meneluarkan berbagai strategi untuk mempertahankan momentum perbaikan pertumbuhan ekonomi 2021