Besi Tua Bekas PT Freeport Diperebutkan, Satu Orang Klaim Dapat Izin Kapolri Tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Minggu (20/9). (Foto Antara/Muhammad Adimaja)

MerahPutih.Com - PT Freeport meninggalkan jutaan ton besi tua yang kini diperebutkan tujuh suku di Papua dari seseorang yang mengaku sudah mendapat izin dari Kapolri.

Tujuh suku yang tergabung dalam Perkumpulan Adat Kapauku Kapawe, Papua menuntut haknya atas 10 juta ton besi tua milik PT Freeport.

"Besinya itu sebanyak 10 juta ton dan berada di 15 pelabuhan di tanah air," kata Haris R, kuasa tujuh suku tersebut, di Jakarta, Rabu (11/10) kemarin.

Sebagaimana dilansir Antara, Kamis (12/10) Haris menyebutkan sebelumnya pihaknya mendapatkan surat yang mengatasnamakan seseorang dengan mengirimkan surat kepada Kapolri untuk memudahkan segala urusan terkait pengurusan, pengelolaan, penjualan dan pengkoordinasian scrap besi tua dan accu bekas dari PT Freeport.

Kemudian ada surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/168/IXX/2017 tanggal 8 Agustus 2017 yang ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Setelah kami cek ternyata surat yang diklaim sepihak atas kepemilikan besi tua itu, ternyata tidak ditemukan. Kami mengeceknya pada 2 Oktober 2017. Berarti surat itu palsu," katanya.

Ia menambahkan kliennya itu memiliki 10 juta ton itu berdasarkan Surat Direktur Pengusahaan Mineral dan Batubara, Departemen Energi dan Mineral Nomor 152/87/DPM/2004 tanggal 16 Januari 2004 mengenai Penghapusan dan Penghibahan Besi Tua.

Kemudian, Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 126 tahun 2004 tentang Penghapusan Ex-Barang Modal milik PT Freeport Indonesia dari Daftar Freeport Indonesia dan Penghibahannya kepada Pemerintah Daerah.

Serta Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tentang Pemindahtanganan Barang Asal Impor Dalam Rangka Kontrak Freeport Indonesia Co. Dengan tanpa kewajiban membayar bea masuk tanggal 8 Desember 2004.

"Namun tiba-tiba ada orang yang bukan berasal dari Timika, mengklaim besi tua itu miliknya dan dijual kembali melalui perusahaan miliknya. Ini pendzoliman atas tujuh suku yang jelas-jelas pemilik sah atas besi tua itu," katanya.

Ia menambahkan dasar disimpannya 10 juta ton besi tua di 15 pelabuhan itu, tidak lain karena tidak memungkinkan disimpan di satu tempat saja.

"Hingga harus disimpan secara menyebar. 10 juta ton besi tua itu merupakan besi dari 2005 sampai 2013," tandasnya.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH