Bertemu Megawati, Ini Kata Gibran dan FX Rudy Gibran Rakabuming dan FX Hari Rudyatmo bertemu dengan Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani. (Foto: MP/Dokumentasi DPP PDIP)

MerahPutih.com - Calon Wali Kota Solo yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) Gibran Rakabuming menjelaskan maksud kedatangannya ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Awalnya, dia mengaku ke Jakarta karena melihat ponakannya yang baru lahir, yakni anak Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu. Dia juga membawa oleh-oleh dari Solo untuk Megawati dan mampir ke Teuku Umar.

Baca Juga:

Megawati Terima Gibran dan FX Hadi Rudyatmo di Teuku Umar

"Makanan," kata Gibran yang juga putrta Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

"Bikinan sendiri?" tanya wartawan.

"Hehehe.. bukan.. Makanan kesukaan Ibu (Megawati)," jawabnya.

Ketika ditanya apa yang dibicarakan dengan Megawati yang ditemani Puan Maharani, Gibran mengaku hanya ngobrol santai diiringi makan makanan kecil. Makanan yang disajikan Megawati sendiri bukan nasi goreng, yang terkenal kerap dimasakkan Megawati sendiri untuk para tamunya.

Lalu apa pesan khusus Megawati untuknya dan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo yang menemani Gibran?

"Banyak. Tapi intinya ngobrol ringan karena sudah lama enggak silaturahmi. Kebetulan rumah sakitnya kan dekat sini, jadi mampir sebentar," jawab Gibran.

Gibran Rakabuming dan FX Hari Rudyatmo bertemu dengan Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani. (Foto: MP/Dokumentasi DPP PDIP)
Gibran Rakabuming dan FX Hari Rudyatmo bertemu dengan Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani. (Foto: MP/Dokumentasi DPP PDIP)

"Bahas konsolidasi pilkada?" tanya wartawan lagi.

"Heheheh, itu sudah beres," jawab Gibran.

"Jadi sudah semakin mantap?" tanya wartawan.

"Sampun (sudah), sampun (sudah dibereskan) Pak Rudy, (FX Hadi Rudyatmo)," jawab Gibran.

Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya berbincang soal persiapan pilkada serentak di Solo dengan Megawati dan Puan.

Sebagai Ketua DPC PDIP Solo, dia mengaku akan mulai memperkenalkan Gibran kepada struktur partai di kotanya.

"Pesannya Ibu Mega ya tadi disampaikan tetap harus turun ke bawah, apa yang harus dilakukan usai terpilih harus sesuai dengan apa yang disampaikan saat kampanye. Itu saja, sederhana saja," kata Rudy.

Baca Juga:

Pilwakot Solo, Prabowo Resmi Berikan Surat Rekomendasi Gibran-Teguh

Bagaimana dengan Purnomo yang awalnya diajukan PDIP Solo sebagai calon wali kota? Rudy mengatakan, wakil wali kotanya itu mendukung dan merestui Gibran-Teguh. Tapi Purnomo memilih tak masuk tim pemenangan karena sempat dikabarkan terinfeksi COVID-19.

"Karena beliau sudah kondisi COVID-19 kayak begini, mending tak masuk tim pemenangan. Tapi kalau minta saran dan sebagainya, beliau mau masuk jalan terus," kata Rudy.

Dipastikannya, Purnomo tak sakit hati karena gagal menjadi calon wali kota. Dari awal, PDIP Solo sudah memberi masukan ke Purnomo bahwa berpolitik itu harus siap dengan kondisi apa pun.

"Berpolitik itu harus siap. Siap kecewa dan siap dikecewakan. Itu harus dipegang. Kalau tak pegang itu, jangan masuk partai politik," pungkas Rudy. (Pon)

Baca Juga:

Gerindra Resmi Dukung Gibran, Ketua DPC PDIP Solo: Dua Partai Lainnya Menyusul

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH