Bertambah 1.624, Pasien Corona di Indonesia Jadi 59.394 Ilustrasi. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Kamis (2/7). Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 59.394 pasien.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.624 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Kamis (2/7).

Pria yang akrab disapa Yuri ini mengungkapkan jumlah penambahan kasus sembuh 1.072 pasien, total menjadi 26.667 orang.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," ungkapnya.

Sedangkan, jumlah pasien meninggal dunia bertambah 53 orang menjadi 2.987 pasien. Sementara, orang dalam pemantauan mencapai 40.778 dan pasien dalam pengawasan mencapai 13.359.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan. Ini bukti masih ada kelompok rentan dan penularan masih terjadi," jelas Yurianto.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung. Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Dilakukan dengan Hati-hati
Indonesia
Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Dilakukan dengan Hati-hati

Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan jumlah kasus COVID-19 terus bertambah.

MAKI Sesalkan Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri
Indonesia
MAKI Sesalkan Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Sedianya Dewas KPK membacakan putusan hari ini, Selasa (15/9)

Firli Bahuri Sambut Baik Indriyanto Seno Adji Jadi Dewas KPK
Indonesia
Firli Bahuri Sambut Baik Indriyanto Seno Adji Jadi Dewas KPK

"Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas kepercayaan negara kepada Prof ISA (Indriyanto Seno Adji) sebagai anggota Dewas KPK," kata Filri saat dikonfirmasi, Rabu (28/4).

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Klaim Tak Ada Kejadian Menonjol
Indonesia
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Klaim Tak Ada Kejadian Menonjol

Situasi arus lalu lintas di titik penyekatan Tol Cikampek untuk menghalau pemudik disebut berjalan aman dan lancar.

Ingat! Pendaftaran Masuk PTN di 2021 Lewat UTBK SBMPTN Ditutup Hari Ini
Indonesia
Ingat! Pendaftaran Masuk PTN di 2021 Lewat UTBK SBMPTN Ditutup Hari Ini

Hingga Rabu (31/3) pukul 09.00 WIB, jumlah peserta yang melakukan pendaftaran sebanyak 727.045 siswa, siswa yang sudah melakukan simpan permanen sebanyak 721.973 siswa.

Polisi Buru Pelaku Vandalisme JPO Gelora Bung Karno
Indonesia
Polisi Buru Pelaku Vandalisme JPO Gelora Bung Karno

Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno menjadi korban aksi vandalisme orang tidak bertanggung jawab.

KPK Korek Keterangan Tiga Saksi Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Korek Keterangan Tiga Saksi Terkait Kasus Edhy Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur yang menjerat bekas Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Video Napi Pesta Narkoba Diduga di Rumah Tahanan
Indonesia
Video Napi Pesta Narkoba Diduga di Rumah Tahanan

Sebuah video pesta narkoba di dalam bilik penjara viral di media sosial dan menjadi pembicaraan masyarakat. Aksi itu pun diketahui terjadi di salah satu rutan di Jakarta Pusat.

PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran
Indonesia
PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran

Dengan tambahan dukungan dua partai ini, total Gibran telah mengantongi rekomendasi tujuh parpol. Ketuju parpol tersebut, yakni PDIP, Gerindra, PSI, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun
Indonesia
Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun

Dulu jika ada satu kasus di kampung maka akan dilakukan rapid test satu kampung