Photojournalist Mentorship 2020
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam Salah satu foto Bertahan ala Kupu-Kupu Malam karya Muhamad Zaenuddin

PANDEMI Covid-19 membuat para pekerja seks komersial harus mengisolasi diri guna menghindari penyebaran virus. Seperti yang dialami salah satu pekerja seks komersial di Jakarta, sebut saja Alen (21). Ia merasa dirinya tidak dapat perhatian dari pemerintah.

Menururt data yang dihimpun situs vice.com, putaran uang bisnis lendir di tanah air ditaksir bisa mencapai Rp. 5,5 triliun perbulannya di waktu normal. Namun, ketika krisis global memperdalam, pekerja seks semakin dihadapkan dengan pilihan sulit, yaitu isolasi mandiri tanpa pendapatan dan harus jika harus tetap bekerja, mereka harus menanggung sendiri resikonya.

Bertahan ala kupu-kupu malam
Salah satu foto Bertahan ala Kupu-Kupu Malam karya Muhamad Zaenuddin

Sebaran virus ini sangat mengancam profesi Alen. Baik peraturan pemerintah yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan di lokalisasi, serta sepinya para tamu yang datang ketempat Alen bekerja. Hal inilah yang membuat ia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. ”Saya tidak bisa bayar uang sewa kamar sehingga diusir oleh pihak pengelola” ujar gadis asli Jakarta ini.

Kini ia terpaksa harus meninggalkan hunian sementara yang biasa dijadikan tempat untuk melayani tamunya.

Untuk menyambung hidup, perempuan berambut pirang ini sekarang terpaksa beralih profesi sebagai kuli cuci pakaian. Meski belum dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia tetap berjuang dan bekerja keras.

Photojornalist mentorship 2020
Salah satu foto Bertahan ala Kupu-Kupu Malam karya Muhamad Zaenuddin

Berbagai cara juga ia lakukan untuk bertahan hidup, ia juga menawarkan jasa via daring atau yang acap dikenal dengan sebutan Video Call Sex (VCS). Dari telepon genggamnya, Alen mulai bisa menyambung hidup. Ia tetap berharap agar profesinya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah DKI Jakarta. “Kita diusir dari tempat tinggal, belum lagi pelanggan sepi karena PSBB, jujur saya sendiri takut dan bingung kepada siapa bisa meminta tolong karena tidak ada satupun orang yang memerhatikan kami selaku pekerja seks, bahkan pemerintah sekalipun” ujar perempuan bertato kupu-kupu ini.

Penulis: Muhamad Zaenuddin, peserta terpilih program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020

-

* Muhammad Zaenuddin, lahir di Jakarta, 7 Maret 1995. Selama masa perkuliahan, lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini aktif bergorganisasi di UKM Fotografi kampus “KAPHAC 32” dan mengikuti workshop fotografi KELANA Jakarta yang digelar oleh Arkademy Project bekerjasama dengan WRI Indonesia. Selain itu, Zaenuddin juga berpartisipasi pada pameran foto “Kisah-Kisah Tanah Manusia” di Galeri Salihara, Jakarta pada 2-8 Oktober 2019. Ia juga berpartisipasi sebagai pameris di Solo Photo Festival 2019. Pada September 2019 hingga Februari 2020 ia menjadi pewarta foto magang di kompas.com. Saat ini, Zaenuddin bekerja sebagai pewarta foto lepas untuk ZUMAPress Agency.

Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Memotret Kampung yang Terkubur
Tradisi
Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Memotret Kampung yang Terkubur
Tradisi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Peningkatan Kasus COVID-19, Pemda Lakukan Skrining ke Pelaku Wisata
Travel
Cegah Peningkatan Kasus COVID-19, Pemda Lakukan Skrining ke Pelaku Wisata

Pihaknya belum mau memberitahu lokasi wisata mana yang diadakannya skrining tersebut.

Punya Suara ‘Misterius’, Simak Fakta-Fakta Tentang Gunung Prau
Travel
Menpar Sandiaga Wajibkan Destinasi Wisata Jalankan CHSE di Liburan Lebaran
Travel
Menpar Sandiaga Wajibkan Destinasi Wisata Jalankan CHSE di Liburan Lebaran

promosi wisata lebih digencarkan menyasar wisatawan atau masyarakat lokal DIY.

Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri
Kuliner
Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri

Jika selama ini rengginang identik dengan makan yang menjamur di saat Lebaran, kini ....

Tenang Liburan Meski Tinggalkan Tanaman Kesayangan di Rumah
Travel
Tenang Liburan Meski Tinggalkan Tanaman Kesayangan di Rumah

Yuk simak beberapa tips agar kamu bisa liburan dengan tenang tanpa mikirin tanaman yang ada di rumah.

Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah
Kuliner
Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah

Kamu bisa menemukan banyak kuliner Jamu di Semarang.

MotoGP di Mandalika Diharapkan Bisa Pulihkan Pariwisata Lombok
Travel
MotoGP di Mandalika Diharapkan Bisa Pulihkan Pariwisata Lombok

Terlebih saat dilanda gempa dan pandemi COVID-19.

Gapeka 2021, KRL Yogya-Solo tambah Dua Jadwal Perjalanan 
Travel
Gapeka 2021, KRL Yogya-Solo tambah Dua Jadwal Perjalanan 

sebelumnya 4 rangkaian menjadi 8 rangkaian.

Cappuccino Terbaik di Kota Serang, Cuma Ada di Sini
Kuliner
Cappuccino Terbaik di Kota Serang, Cuma Ada di Sini

Dimanakah kita dapat menikmati Cappuccino terbaik di kota tersebut?

Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo
Travel
Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo

Ratusan ikan laut yang didatangkan dari wilayah Pantura berserakan di lapak pedagang.