Pilpres 2019
  Bersikeras, PA 212 Serukan Umat Hadiri Sidang Putusan MK Massa beraksi di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat jelang putusan MK terkait sengketa Pilpres (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Imbuan Capres Prabowo Subianto kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa pada saat sidang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) tampaknya tidak digubris sama sekali. Wakil Ketua PA 212, Ustaz Asep Syarifudin bahkan menyerukan seluruh umat untuk datang ke Gedung MK.

Alasannya, kata Asep agar masyarakat bisa secara langsung menyaksikan putusan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019.

“Persidangan di MK terbuka untuk umum, jadi kalau ada rakyat yang mau hadir boleh tidak? Boleh. Jadi polisi harus kawal, agar tidak ada yang rusuh. Jangan dilarang," teriak Asep di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Selain tak mengindahkan imbauan Prabowo, massa Alumni 212 juga melawan larangan pihak kepolisian untuk tidak menggelar aksi dalam bentuk apapun di sekitar Gedung MK. Ustaz Asep dengan tegas meminta polisi untuk tidak melarang aksi massanya.

Seorang orator menyampaikan aspirasinya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat
Massa 212 berunjuk rasa di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat jelang putusan MK terkait sengketa Pilpres (Foto: antaranews)

"Wahai polisi, kami datang kemari bukan demo terhadap anda, bukan untuk perang dengan polisi tapi untuk menguatkan MK utk buat keputusan seadil-adilnya. Kita tadi ngeri ketika mobil komando masuk, sampai berjibaku, sampai tangannya luka, kenapa? Apa yang salah? Tidak ada kita ini makar,” tegas Asep.

Ia mengatakan aksi halal bihalal 212 merupakan wadah gerakan kedaulatan rakyat untuk kemanusiaan dan mengaku tidak ditunggangi oleh pasangan calon presiden tertentu.

“Siapapun pemimpin yang terpilih adalah harus berdasarkan pilihan rakyat. Oleh karena itu, kehadiran kita dari Jumat tgl 14, sampai dengan sekarang aksi ke 6, dan insya allah besok kita pun akan datang ke tempat ini. Apakah ada kaitannya dengan 01 02? Tidak,” ujar Asep Syarifudin.

Massa berunjuk rasa jelang putusan MK terkait sengketa Pilpres
Massa berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat jelang keputusan MK terkait sengketa Pilpres (Foto: antaranews)

Asep menuturkan bahwa dia dan kelompoknya menginginkan adanya kedaulatan rakyat.

“Tapi kita sebagai umat beragama ingin pemimpin yang terpilih berdasarkan kedaulatan rakyat. Bukan jongos asing dan aseng. Yang harus kalah adalah siapapun yang dzolim dengan ulama dan kaki tangan asing,” imbuhnya.

BACA JUGA: BPN Sebut KPU Lembaga Paling Tidak Jujur, Kenapa?

Begini Cerita Kelam Jerry Aurum Kenal Narkoba

Dalam aksi tersebut, massa dari alumni 212 tersebut memiliki tiga agenda yakni membela Islam, umat dan rakyat Indonesia.

“Aktivis mujahid di manapun akan berjuang dalam kegiatan bela islam, istiqomah dalam aksi bela umat dan rakyat, dan aksi bela Indonesia. Oleh karena itu, kami kumpul di monas tuntut Ahok dipenjara untuk agama. Setelah ahok dipenjara aktivis 212 tidak boleh berhenti berjuang. Ketika ada kecurangan kita harus bergerak. Takbir!,” tutupnya.(Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pakar UGM Sarankan Pemerintah Agar Mulai Kembangkan Sektor Energi Nuklir
Indonesia
Pakar UGM Sarankan Pemerintah Agar Mulai Kembangkan Sektor Energi Nuklir

Selain itu, ada satu bidang yang banyak kita belajar, bahkan orang-orang kita terlibat di tingkat dunia yaitu produk di bidang energi misalnya pembangkit listrik," ujar pengajar UGM ini

 DPR Sarankan Pemerintah Prioritaskan Kasus Jiwasraya Ketimbang Asabri
Indonesia
DPR Sarankan Pemerintah Prioritaskan Kasus Jiwasraya Ketimbang Asabri

Menurut Dasco, kasus Asabri ini baru terlihat besar kerugiannya. Kementerian pertahanan pun, menurut ia sudah melakukan pembenahan terkait direksinya.

PSI Minta Pemprov DKI Subsidi Siswa yang Terpaksa Masuk Swasta
Indonesia
PSI Minta Pemprov DKI Subsidi Siswa yang Terpaksa Masuk Swasta

Jika tak dibantu, maka dikhawatirkan banyak anak Jakarta yang terpaksa putus sekolah.

Jelang New Normal, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Ramai Penumpang
Foto
Jelang New Normal, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Ramai Penumpang

Pemerintah terbitkan aturan transportasi baru, calon penumpang ramaikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Kota Tangerang, Banten

Anies Siapkan 3 Tempat Isolasi Bagi Pasien OTG Corona
Indonesia
Anies Siapkan 3 Tempat Isolasi Bagi Pasien OTG Corona

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tiga tempat isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

 Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong
Indonesia
Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong

"Kita tunggu saja Ditresnarkoba masih bekerja," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (31/1).

Jumat Siang, Kurs Rupiah Kian Anjlok Tembus di Atas Rp16.000 per Dolar
Indonesia
Jumat Siang, Kurs Rupiah Kian Anjlok Tembus di Atas Rp16.000 per Dolar

Pelemahan rupiah memang masih terbuka ke level tertinggi pada Juni 1998 lalu di Rp16.850 per dolar AS.

Menkumham Nilai Damaikan Advokat Lebih Sulit Dibandingkan Partai
Indonesia
Menkumham Nilai Damaikan Advokat Lebih Sulit Dibandingkan Partai

politisi PDI Perjuangan itu menyebut bahwa langkah perdamaian Peradi itu harus difasilitasi olehnya bersama Menko Polhukam Mahfud MD pada Selasa (25/2).

[HOAKS atau FAKTA]: Pesan Berantai “Taman Raya Tahap V Batam Zona Merah COVID-19”
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesan Berantai “Taman Raya Tahap V Batam Zona Merah COVID-19”

Baru satu orang warga Taman Raya tahap V yang dinyatakan positif Corona

Pandangan Rahayu Saraswati Soal Wacana Penundaan Pilkada
Indonesia
Pandangan Rahayu Saraswati Soal Wacana Penundaan Pilkada

"Tinggal ini bagaimana Perppu atau bagaimana untuk memastikan ada aturan yang jelas itu mau dari DPR, atau mau dari KPU dan juga pemerintah yang harus tegas untuk regulasinya," ujarnya.