Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji Zac Efron memerankan seorang kriminal bernama Ted Bundy. (Foto: ScreenCrush)

DIANGKAT dari kisah nyata, film karya Netflix berjudul Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile bercerita tentang kehidupan Ted Bundy. Seorang pembunuh berantai terkenal pada tahun 70-an, film diangkat dari sudut pandang kekasihnya yang tidak mempercayai kebenaran tentang Ted Bundy selama ini.

Tentunya bukan hal yang mudah memerankan sosok seorang pembunuh yang telah menghabisi puluhan nyawa perempuan. Zac Efron yang memerankan Ted Bundy dalam film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile ini pun mengatakan bahwa karakter Ted mempengaruhi kondisi mentalnya. Film ini akan rilis 3 Mei pada platform streaming Netflix.

1. Zac Efron merasa kesehatan mentalnya diuji ketika memerankan Ted Bundy

Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji
Elizabeth Kloepfer yang diperankan oleh Lily Collins merupakan kekasih lama Ted Bundy. (Foto: Rolling Stone)

Pada penayangan perdana film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile di London, Zac Efron mengakui tentang kesulitan yang dirasakannya ketika memerankan Ted Bundy.

Biasa memerankan film bergenre drama dan komedi, tentu ini menjadi tantangan sekaligus ajang bagi Zac Efron untuk memperlihatkan kemampuan aktingnya. Dia mengatakan bahwa memerankan karakter Ted Bundy berhasil membuat kesehatan mentalnya teruji.

2. Sulit lepas dari karakter Ted Bundy

Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji
Zac Efron sulit memisahkan karakter Ted ketika proses syuting. (Foto: Stuff.co.nz)

Selain kesehatan mentalnya yang teruji, Efron juga mengatakan, bahwa ia memiliki kesulitan memisahkan karakter aslinya dengan karakter sang pembunuh, karena karakter Ted seolah menghantui dirinya.

"Aku tidak pernah memainkan peran dimana aku harus memisahkan diri, itu hampir tidak mungkin terjadi. Aku ingin berkata bahwa aku berhasil memerankannya secara sukses, tetapi aku tidak bisa," ungkap Zac Efron.

Efron juga menambahkan bahwa ia merasakan bahwa karakter ini membahayakan keselamatannya. "Kamu harus berhati-hati demi emosi kamu sendiri, keselamatan kamu sendiri."

3. Kritik untuk film

Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji
Zac Efron ketika menghadiri premiere Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile di London. (Foto: Independent.ie)

Film thriller biografi yang berdasarkan kisah nyata ini pertama kali ditayangkan pada 26 Januari 2019 pada Sundance Film Festival. Meskipun banyak mendapat respon positif, tetapi beberapa kritikus mengatakan bahwa dalam film Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile ini, sosok Ted Bundy seolah dibuat "lebih baik" dan glamor.

Tentunya perihal ini ditanggapi oleh Joe Berlinger selaku sutradara film ini dan juga Zac Efron sendiri. Mereka mengatakan, bahwa mereka hanya menggambarkan Bundy dari pandangan yang lebih enak, yaitu dari sudut pandang kekasihnya yang telah menjalin kasih dengan Ted Bundy selama enam tahun.

Merespon dari kritik tersebut, Zac juga menambahkan bahwa sedari awal dia tidak tertarik memerankan peran ini. "Mengglamorkan sosok orang yang mengerikan, atau perbuatan kriminalnya bukanlah merupakan urusanku. Namun ada sesuatu yang unik mengenai kisah Ted psikopat dan pacar jangka panjangnya saat itu, Liz. Ini merupakan perspektif yang berbeda dan Ted bukanlah sosok pembunuh yang biasa-biasa saja. Hitungan mayat semakin bertambah, dan kamu akan selalu tahu siapa pelakunya," ungkap Zac Efron.


4. Sutradara Joe Berlinger telah memilih Zac Efron sedari awal

Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji
Joe Berlinger merupakan sutradara Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile. (Foto: Reddit)

Joe Berlinger selaku sutradara pun pastinya telah mengetahui dengan betul cerita mengenai Ted Bundy, karena ia juga telah menyutradarai seri dokumenter Netflix Conversations With A Killer: The Ted Bundy Tapes yang terdiri dari empat bagian. Serial ini menceritakan tentang potongan wawancara dengan Ted Bundy, dan juga wawancara yang dilakukan terhadap keluarga, teman-teman, korban yang selamat, dan juga para anggota penegak hukum yang pernah terlibat dengan Bundy.

Berlinger mengatakan, bahwa Zac Efron merupakan satu-satunya aktor yang bisa dibayangkan olehnya, yang cocok memerankan karakter Ted Bundy. Zac Efron pun mengakui bahwa ia sempat tidak ingin mengambil peran tersebut sehingga Berlinger harus membujuknya terlebih dahulu.

Berlinger juga menambahkan bahwa akhirnya Efron mengambil tawaran ini karena film ini bukan mengagung-agungkan kejahatan yang telah dilakukan Ted Bundy, melainkan menceritakannya dari sisi lain, yang tentunya menyoroti betapa jahat dan betapa kacaunya pria ini sesungguhnya.

5. Siapakah Ted Bundy?

Berperan sebagai Ted Bundy, Zac Efron Merasa Kesehatan Mentalnya Diuji
Ted Bundy ketika masih muda. (Foto: Bizarrepedia)

Bagi kamu yang belum tahu, Ted Bundy merupakan seorang kriminal yang sangat mengerikan di tahun 70-an. Pria kelahiran 24 November 1946 ini merupakan pembunuh dan juga pemerkosa paling dikenal pada akhir abad 20.

Ted Bundy mengakui telah membunuh 30 orang perempuan, tetapi pihak kepolisian menduga bahwa ia sesungguhnya bertanggung jawab atas ratusan kematian.

Menurut kesaksian korban serta orang-orang yang pernah terlibat dengan Ted Bundy, mengatakan bahwa ia merupakan sosok yang tampan dan karismatik, sehingga keunggulan ini dijadikannya sebagai senjata untuk memenangkan kepercayaan para wanita.

Sifatnya yang pemalu membuat Ted Bundy menjadi bahan bully-an ketika kecil. Bundy juga lahir di keluarga yang religius dimana adik tiri dari ayah tirinya lebih mendapatkan perhatian.

Sejak kecil, kegiatan yang menjadi hobinya adalah mengintip perempuan lewat jendela, dan juga meniru aksesn beberapa politisi terkenal yang dia dengar dari radio. Pada intinya, Bundy berfantasi untuk jadi orang lain, yang terkenal, penting, dan diperhatikan banyak orang.

Mulai dari pemerkosaan, penculikan, sampai pembunuhan seringkali dilakukannya. Diduga, korban terakhir dan termudanya berusia 12 tahun yang diculik dan dibunuh.

Terlepas dari kekejamannya, Bundy menjadi semacam selebriti, apalagi setelah dia kabur dari tahanan di Colorado pada tahun 1977. Selama persidangan, pesona dan kepintarannya juga berhasil menarik perhatian publik. Kasusnya berhasil menginspirasi berbagai novel dan film populer. Bahkan seorang kriminologis yang juga seorang feminis juga berpendapat bahwa para media populer telah merubah Bundy sebagai figur yang romantis. (shn)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH