Bernuansa Politis, Konser Ahmad Dhani Sepi Penyumbang Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

MerahPutih.Com - Konser tribute untuk Ahmad Dhani, bertajuk "Hadapi dengan Senyuman", yang rencananya akan diadakan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/03) malam kemarin telah dibatalkan oleh pihak kepolisian.

Selain itu, penjualan tiket pun dikabarkan tak maksimal lantaran hanya terjual sekitar 400 dari 1.500 tiket yang dijual. Artinya, tidak sampai sepertiga tiket yang terjual.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin memiliki pandangan lain terkait gagalnya konser ini. Menurutnya, masyarakat sudah cukup jenuh dengan drama-drama yang dilakukan oleh kubu penantang.

Musisi yang juga politikus Ahmad Dhani
Ahmad Dhani saat sidang di PN Jaksel Foto:ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Terlebih dalam tahun politik seperti sekarang yang semua hal selalu dikaitkan dengan politik, termasuk konser Ahmad Dhani yang notabene merupakan bidang seni, bukan politik praktis.

"Biasanya mereka penikmat musik itu orang-orang yang menikmati musik yang diciptakan atau karya karya Ahmad Dhani, tidak ada hubungannya dengan politik," kata Ujang kepada merahputih.com, Senin (11/3).

Ia menjelaskan, kondisi terkait pelarangan konser Ahmad Dhani sangat terasa nuansa politisnya sehingga membuat masyarakat jengah untuk mengeluarkan uangnya guna menonton konser tersebut.

Hal ini terbukti dengan sepinya penjualan tiket konser, yang tidak mencapai sepertiga dari jumlah tiket yang disediakan.

Masyarakat, kata Ujang, sudah cukup jengah dengan situasi politik di tanah air yang kian memanas menjelang Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang.

Salah satu konser Ahmad Dhani
Salah satu konser Ahmad Dhani (MP/Flo)

"Dalam musik juga sudah mulai memasukan unsur unsur politis. Memang tidak dilarang tapi masyarakat sudah semakin malas," ujar pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Ujang pun membandingkan sepinya penjualan tiket konser Ahmad Dhani dengan film tentang Ahok. Dalam kasus film Ahok, lanjutnya, lebih digemari sehingga masyarakat pun rela merogoh koceknya untuk menonton film yang dibintangi Daniel Mananta itu.

"Artinya ada sesuatu keengganan masyarakat untuk hadir membeli tiket tersebut. Saya rasa jangan beli tiket kalau bisa bila perlu kalau tribute kan gratis. Kalau gratis bisa saja banyak yang menghadiri," tutup Ujang Komarudin.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menegaskan dibatalkannya konser solidaritas untuk Ahmad Dhani bukan karena permasalahan izin kepolisian. Pembatalan dilakukan karena pihak EO belum melunasi pembayaran gedung Grand City Convention Center, Surabaya.

Jika administrasi belum diselesaikan, polisi tak bisa memberikan izin karena khawatir terjadi permasalahan di kemudian hari. Kepolisian juga dengan tegas membantah bahwa polisi sengaja tak memberikan izin.

"Jangankan konser, sunatan saja kami izinkan kok digelar acaranya. Yang penting semua izin beres," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera kepada merahputih.com, Senin (11/3).(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Isu Ribuan WNA dan TKA 'Dipersiapkan' Ikut Pemilu 2019, KPU: Mayoritas Sudah Kami Coret

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH