Bernostalgia, Bikin Bahagia atau Sedih? Dua sisi bernostalgia. (Foto: Unsplash-Diego San)

APA kamu suka throwback ke masa lalu? Misalnya kangen masa-masa SMA yang menyenangkan bersama dengan teman-teman. Selama 6 bulan lebih pandemi ini, ada banyak waktu yang dihabiskan di rumah saja. Berada di dalam ruangan berjam-jam membuat otak banyak berkelana ke masa lalu.

Perasaan-perasaan rindu akan masa lalu itu bisa disebut dengan nostalgia. Biarpun terkesan seperti lamunan biasa, bernostalgia juga punya pengaruh ke perasaan.

BACA JUGA:

7 Langkah Bijak Jauhkan Pikiran Bunuh Diri

Dilansir Psychologytoday, sebuah penelitian dilakukan dengan meminta pesertanya untuk mengingat peristiwa-peristiwa menyenangkan yang ada di masa lalu sebagai nostalgia. Hasil penelitian itu membuktikan melihat ke masa lalu bisa membuat kita merasa lebih baik.

nostalgia
Nostalgia memberi pengaruh untuk perasaan kita.(Foto: Unsplash-Liuda Brogiene)

Selain itu, penelitian juga dilakukan untuk mengukur seberapa sering orang-orang melakukan nostalgia dan sejauh apa perasaan kita menjadi lebih sentimental pada peristiwa di masa lalu. Studi itu juga ingin melihat kembali sebenarnya apa tujuan orang bernostalgia. Entah untuk hal yang positif atau malah ingin menghindari hal-hal negatif.

Umumnya orang-orang mengalami kecenderungan untuk bernostalgia pada pengalaman-pengalaman mereka terhadap perasaan-perasaan negatif atau bahkan rasa penyesalan. Tidak hanya itu, hasil penelitian juga menunjukkan bernostalgia dilakukan untuk melihat pencarian makna tentang hidup mereka. Studi yang dilakukan ini menunjukkan orang-orang juga memiliki perasaan dan emosi yang negatif.

nostalgia
Umumnya orang bernostalgia cenderung memikirkan pengalaman negatif. (Foto: Unsplash-Florencia Viadana)

Setelah itu, penelitian lain juga dilakukan untuk melihat orang-orang yang bernostalgia dengan menyelesaikan buku harian mereka. Buku harian mereka menjadi alat untuk mengukur seberapa sejahtera mereka di hari itu. Ternyata orang-orang yang bernostalgia justru karena mereka sedang mengalami perasaan yang tidak enak.

Perbedaan itu juga menunjukkan orang-orang bernostalgia untuk membandingkan hidup mereka di masa lalu yang lebih membahagiakan jika dibandingkan dengan di masa saat mereka terpicu untuk bernostalgia.

nostalgia
Nostalgia juga bisa membuat bahagia. (Foto: Unsplash-Diego San Q)

Dari berbagai penelitian itu, dapat disimpulkan bahwa bernostalgia membawa dua hal. Pertama, melihat masa lalu untuk merasa puas dan memikirkan hal yang positif. Di lain sisi, ketika kita memikirkan perasaan tentang masa lalu yang tidak terlalu baik, nostalgia justru akan membuat perasaan kita tidak merasa bahagia.(Ren)

BACA JUGA:

Tiap 40 Detik, ada 1 Kematian akibat Bunuh Diri, Bagaimana Cara Mencegahnya?


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH