Bermodal Akun Medsos, Pelaku Peledakan di Solo Berbaiat ke ISIS Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Antaranews/Aris Wasita)

Merahputih.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menyatakan pelaku peledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura pada Senin (3/6) malam berbaiat dengan pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial.

"Selanjutnya dia mulai menerima berbagai doktrin, berbagai pencerahan-pencerahan katanya, akhirnya di akhir tahun 2018 di berbaiat kepada Al Baqhdadi," ujar Rycko di Solo, Rabu (5/6).

BACA JUGA: Polisi: Pelaku Bom Bunuh Diri Solo Pendiam dan Jarang Sosialisasi

Selain itu, pelaku yang juga korban satu-satunya pada ledakan Kartasura juga diajarkan tentang alat-alat kekerasan, termasuk membuat petasan.

"Dia juga diajarkan bagaimana merakit bom dalam skala kecil seperti yang kemarin itu," jelas dia.

Lokasi bunuh diri. (Antaranews)

Ia mengatakan ledakan yang dilakukan pelaku di depan Pos Pantau Polres Sukoharjo Joglosemar tersebut sebagai kegiatan amaliyah yang dilakukan sesuai arahan Al Baghdadi.

"Sehingga dia mengerjakan seperti itu," singkatnya.

Sementara itu, sebagaimana dikutip Antara, dari hasil investasi terhadap kasus tersebut, pelaku yang menjadi korban yang ditemukan di pinggir jalan tersebut atas nama RA.

"Dia pelaku tunggal, tidak memiliki jaringan. Hasil investigasi sudah terungkap, sudah selesai, dan sudah terungkap," beber dia.

BACA JUGA: Ada Serbuk Sisa Bom di Perut Pelaku Bom Solo

Ia mengatakan dari hasil pemantauan rekaman "CCTV" dan hasil investasi tim gegana Polri, ledakan yang terjadi tidak sempurna.

"Dia (pelaku) sendiri sepertinya juga kaget, merakit juga tidak sempurna sehingga lukanya hanya di sekitar tempat dia menyimpan bom panci, di perut dan di tangan. Sejauh ini sudah dilakukan penahanan, kondisi makin baik karena lukanya tidak serius," tutupnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH