Berkelana ke Alam Liar, Waspadai Hewan-Hewan Ini Waspadai beberapa hewan yang menyimpan bahaya. (foto: Pixabay/free-photos)

BERTEMU ular, kalajengking, atau tarantula beracun saat berkelana di alam liar bisa saja terjadi. Kamu pun sudah tahu bahwa hewan-hewan tersebut berbahaya. Secara otomatis, kamu akan berusaha menjauhi mereka agar tetap aman.

Namun, ada lo beberapa hewan yang tampaknya biasa saja, padahal berbahaya dan bisa mengancam keselamatan kamu. Berikut hewan-hewan yang harus kamu waspadai.

1. Bulu babi

bulu babi
Duri berisi kalsium pada bulu babi bisa menjadi racun di tubuh. (foto: pixabay/stockpic)


Meski masih satu keluarga dengan bintang laut, bulu babi dipersenjatai duri berisi kalsium yang beracun di sekeliling tubuhnya. Beberapa spesies memiliki duri berbisa dengan efek samping yang lebih berbahaya dan berpotensi mematikan.

Sengatan duri bulu babi bisa sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan reaksi alergi, kelelahan tiba-tiba, kelemahan tubuh, nyeri otot, kelumpuhan sementara, kerusakan kulit di sekitar area sengatan, kerusakan tulang, hingga shocked. Meski jarang, sengatan duri bulu babi dapat menyebabkan gangguan pernapasan bahkan kematian.

Duri bulu babi bisa tertinggal di kulit. Semakin lama kamu membiarkannya, akan semakin sulit untuk dikeluarkan. Karena itu, segera keluarkan durinya setelah kamu disengat. Jangan guanan pinset untuk mengambilnya karena duri dapat pecah di dalam dan tertinggal di kulit. Jika hal itu terjadi, rendam kaki dengan cuka atau air hangat.

Kompres hangat kaki kamu. Selain itu, obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu meredakan rasa sakit dan bengkak yang timbul. Jika bekas luka memerah atau gatal, oleskan krim hidrokortison yang bisa kamu beli di apotek tanpa resep.

2. Ikan buntal

ikan buntal
Racun ikan buntal bisa mematikan. (foto: pixabay/silentapproval)

Ikan buntal atau blowfish sering dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, terutama di Jepang. Di Indonesia, ikan buntal juga kerap dipelihara sebagai ikan hias.

Sayangnya, ikan buntal dikenal sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas. Organ hati (liver) ikan buntal mengandung dosis tetrodotoxin yang cukup tinggi. Tetrodotoxin adalah salah satu jenis racun yang paling mematikan. Dosis kecil tetrodotoxin juga terdapat pada kulit ikan tersebut.

Gejala umum keracunan ikan buntal umumnya dimulai dengan mati rasa dan kesemutan di sekitar mulut, hingga mual dan muntah yang terjadi 10-45 menit setelah terpapar racun ikan buntal. Jika tidak segera ditangani, tubuh bisa perlahan lumpuh, hilang kesadaran, sulit bernapas, hingga bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama yang harus diberikan kepada korban racun ikan buntal ialah memaksakan muntah dalam waktu 3 jam setelah terakhir kali memakannya. Segera miringkan badannya sehabis muntah agar tidak tersedak dan tercekik muntahan sendiri. Beri napas buatan (CPR) jika korban tampak tidak bisa bernapas. Larikan korban ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapatkan obat penawar.

3. Ikan lepu batu (stonefish)

lepu batu
Lepu batu, salah satu ikan paling mematikan di dunia. (foto: oceana.org)

Perairan Indonesia nampaknya menjadi hunian ideal bagi sejumlah hewan beracun. Selain bulu babi, ikan buntal, dan ubur-ubur kotak, kamu juga perlu mewaspadai ikan lepu batu.

Ikan lepu batu (Synanceia verrucosa) merupakan salah satu ikan dengan racun paling mematikan di dunia. Menariknya, meski ikan ini termasuk jarang ditemukan di alam liar, orang-orang Indonesia justru membudidayakannya dengan harga jual yang sangat tinggi untuk dipelihara atau bahkan dimakan.

Ikan batu memiliki jarum beracun mematikan di wajahnya. Jarum itu tersembunyi dan akan keluar seperti 'pisau lipat' ketika merasa terancam. Racun ikan batu bisa menyebabkan kerusakan saraf yang melumpuhkan dan fatal, apalagi bila dosisnya besar. Efeknya akan paling berbahaya jika masuk ke tubuh lewat sentuhan. Racun akan langsung pecah dan rusak dalam sistem pencernaan manusia, sehingga efek yang muncul mungkin tidak seberat lewat sentuhan.

Setelah terkena paparan racun ikan batu, segera rendam atau kompres bagian kulit yang luka dengan air panas (tidak mendidih). Suhu panas akan mengurai protein dari racun tersebut sehingga mencegahnya menyebar lebih jauh ke seluruh tubuh. Penanganan selanjutnya, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan obat penawar racun. Terlambat mendapatkan pengobatan lebih dari 2 jam setelah paparan berisiko tinggi berakhir pada kematian.


4. Komodo

komodo
Gigitan komodo bisa fata. (foto: komodopark)

Siapa yang tidak kenal dengan reptil terbesar di dunia yang juga menjadi ikon pariwisata Indonesia yang satu ini?

Komodo (Varanus komodoensis) adalah hewan beracun. Racun dari gigitan komodo dapat menyebabkan kelumpuhan otot, menurunkan tekanan darah sangat cepat dan drastis, gangguan pembekuan darah, hingga infeksi luka parah. Reaksi itu sebagian besar diakibatkan bakteri yang hidup dalam liur komodo dan kemudian masuk ke aliran darah.

Reptil yang punya julukan 'naga' ini sebenarnya merupakan binatang penyendiri dan tidak memangsa manusia. Namun, sama seperti binatang lainnya, komodo dapat menyerang manusia apabila merasa terancam. Tidak semua kasus serangan komodo pada manusia berakhir mematikan. Barulah pada 2007, seekor komodo diberitakan menggigit dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di Pulau Komodo. Kasus itu menandai serangan fatal pertama komodo pada manusia dalam 33 tahun terakhir. Demikian dilaporkan The Smithsonian Magazine.(*)

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH