Berkawan dengan Warga Lokal Bikin Traveling makin Berkesan Berkawan dengan warga lokal memberi banyak keuntungan. (foto: Pixabay/igorovsyannykov)

BANYAK cara membuat liburanmu terasa bermaknsa. Salah satunya dengan menjalin pertemanan dengan warga lokal. Berteman dengan warga sekitar tempat melancong memberi beberapa keuntungan, semisal memperluas jaringan, menambah wawasan, hingga mendapatkan informasi penting yang jarang diketahui turis lain.

Menjalin keakraban dengan warga lokal juga memungkinkan kamu mendapatkan penginapan gratis apabila sewaktu-waktu kembali ke destinasi tersebut. Supaya penduduk lokal terbuka dan akrab dengan kamu, tentunya kamu harus membuat mereka nyaman. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan supaya warga lokal senang dengan keberadaan kamu.


1. Belajar Bahasa Setempat

Pelajari beberapa kosakata dalam bahasa setempat. (foto: Pixabay/pexels)

Secara psikologis, seseorang lebih nyaman berbicara dengan orang yang memiliki bahasa yang sama dengan mereka. Ketika kamu berbicara bahasa daerah, penduduk lokal merasa memiliki kedekatan emosional dengan kamu. Mereka pun akan bersikap lebih terbuka dan hangat dengan kamu. Keakraban pun lebih mudah terjalin saat kamu mengobrol daerah bahasa setempat.

Jadi saat kamu yang datang ke tempat asing, pelajarilah sedikit bahasa setempat. Hafalkan beberapa kalimat yang kerap digunakan sehari-hari, misalnya nama, terima kasih, maaf, tolong, hingga menanyakan waktu dan nama orang lain. Jangan pernah takut apabila penguasaan bahasa kamu masih kurang fasih dan terbata-bata. Warga sekitar akan memaklumi dan mengapresiasi kesediaan kamu mempelajari bahasa mereka.


2. Membeli Produk Lokal

Beli suvenir dari perajin lokal saja. (foto: Pixabay/pexels)

Warga lokal memberdayakan kemampuan mereka dalam menghasilkan kerajinan tangan. Mulai dari mutiara, gelang, pajangan, kotak tissue, hingga alas gelas. Belilah produk lokal yang dijual para perajin rumahan. Cara tersebut membuat kamu berpartisipasi dalam perekonomian lokal. Mereka pun akan berterima kasih dan bersikap hangat dengan kamu. Sikap yang hangat dan bersahabat menjadi awal persahabatan kamu dengan warga lokal. Selain itu, barang yang dijajakan pedagang lokal biasanya lebih murah ketimbang yang dijual di toko-toko besar.

3. Kurangi Penggunaan Plastik

Hindari penggunaan plastik yang bisa jadi sampah. (foto: Pixabay/tookapic)

Salah satu stigma yang menempel di turis domestik ialah sampah. Sejumlah tempat rekreasi yang ada di daerah dihiasi sampah. Sampah-sampah tersebut sebagian besar dihasilkan para turis dalam negeri. Hal tersebut tentu membuat warga lokal gusar. Mereka tak ingin tempat tinggal mereka dibanjiri sampah yang dibawa turis. Dengan mengurangi penggunaan plastik, kamu telah berpartisipasi meminimalisasi sampah yang dihasilkan. Apabila warga lokal melihat usaha kamu menjaga lingkungan, stigma mereka perlahan-lahan akan memudar. Mereka pun akan nyaman dan bersahabat dengan kamu.

4. Menginap di Rumah Penduduk

Menginap dan ikuti aktivitas warga setempat. (foto: Pixabay/hong_kim)

Lupakan hotel. Kamu bisa menginap di rumah warga. Menginap di rumah masyarakat lokal membuat kamu irit ongkos penginapan. Selain itu, kamu bisa merasakan kehidupan pedesaan yang sesungguhnya. Supaya mereka nyaman dan senang dengan keberadaan kamu, bantu mereka dalam beraktivitas sehari-hari, misalnya bantu mencuci piring, memasak, atau membantu di sawah. Dengan demikian, tak hanya nyaman, mereka pun akan menganggap kamu sebagai bagian dari keluarga mereka.

5. Bersikap Ramah kepada Warga Lokal

Selalu tersenyum dan ramah bikin banyak teman.(foto: Pixabay/free-photos)

Jangan ragu dan malu untuk bersikap ramah dengan semua penduduk lokal yang kamu temui kala berlibur. Biasanya penduduk lokal cenderung segan dan malu untuk mengajak turis mengobrol. Untuk itu, kamu harus berinisiatif terlebih dahulu. Buka obrolan secara ramah dengan orang-orang sekitar mulai dari pedagang asongan, supir, penjual suvenir, atau pemilik tempat makan. Dari perbincangan singkat tersebut, mungkin saja kamu bertemu orang-orang yang cocok dan bersikap ramah. Pertemanan baik pun dapat terjalin. Meskipun bersikap ramah, kamu tetap harus waspada terhadap orang-orang yang mungkin berniat buruk. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini