Berkat COVID-19, Ilmuwan Bisa Temukan Vaksin Kanker dan HIV Penemuan vaksin COVID-19 membuka penelitian lebih lanjut untuk mengobati penyakit kanker dan HIV. (Foto: Pixabay/@alirazagurmani9272)

VAKSIN COVID-19 jadi sebuah harapan baru untuk menyelamatkan dunia dari virus yang telah melanda setahun belakangan. Akan tetapi, siapa sangka kalau penemuan ini ternyata juga bisa menjadi terobosan baru untuk mengobati penyakit mematikan seperti kanker dan HIV.

Hal tersebut bisa terjadi karena pandemi Corona telah mendorong peneliti untuk menciptakan vaksin pertama yang menggunakan mRNA. Sebuah potongan kecil protein partikel virus Corona untuk menciptakan respons sistem kekebalan yang melindungi dari infeksi. Demikian seperti dikutip dari laman Insider.

Baca juga:

Vaksin Merah Putih Bisa Produksi Massal Akhir 2021

Sebenarnya penelitian dengan pendekatan ini sudah berlangsung selama 25 tahun terakhir. Namun, melihat hasil uji klinis efektif dari jutaan vaksin COVID-19 berbasis mRNA membuka jalan baru untuk perawatan lain yang sudah lama didambakan.

Ilmuwan di Universitas Texas MD Anderson Cancer Center sedang mempelajari mRNA untuk mengobati kanker. Mereka percaya potongan ini dapat mencegah sel kanker muncul kembali.

Penggunaan mRNA pada vaksin COVID-19 membuka pintu baru untuk vaksin penyakit lain. (Foto: Pexels/@Polina Tankilevitch)
Penggunaan mRNA pada vaksin COVID-19 membuka pintu baru untuk vaksin penyakit lain. (Foto: Pexels/@Polina Tankilevitch)

Dalam beberapa kasus, kanker memang bisa kambuh kembali. Tergantung jenisnya, namun umum terjadi pada kanker ovarium, kanker kandung kemih, dan glioblastoma. Kekambuhan terjadi saat sejumlah kecil sen kanker tetap berada di dalam tubuh setelah perawatan. Kemudian berkembang biak dan berpindah ke area lain di tubuh.

Dalam sebuah uji coba, dokter menguji pasien kanker yang tumornya sudah diangkat dan sedang menjalani kemoterapi. Hasil tes menunjukkan sel kanker masih beredar di dalam tubuh pasien. Untuk itu, para peneliti membuat kotail mRNA individual.

Baca juga:

Gambir Jadi Zona Hijau, 100 Orang Bakal Divaksin COVID-19

"Kami berharap dengan vaksin yang dipersonalisasi ini kami dapat memprioritaskan sistem imun untuk melawan sisa sel tumor, membersihkannya, dan menyembuhkan pasien," terang onkolog yang menjalankan percobaan, Dr. Van Morris.

Selain mengupayakan pencegahan kambuhnya sel kanker, ternyata vaksin berbasis mRNA tersebut juga membuka jalan untuk pengobatan penyakit lain. Peneliti di Universitas Scripps California melakukan pengamatan bahwa HIV, infeksi menular yang memengaruhi 1,2 juta orang di seluruh dunia dapat jadi salah satu kandidat kelompok yang perlu mendapatkan vaksin.

Dengan penelitian lebih lanjut, ilmuwan berharap dapat menemukan vaksin HIV. (Foto: Pixabay/@fernandozhiminaicela)
Dengan penelitian lebih lanjut, ilmuwan berharap dapat menemukan vaksin HIV. (Foto: Pixabay/@fernandozhiminaicela)

Menurut ahli imunologi Scripps Research, William Schief yang membantu mengembangkan vaksin HIV dalam uji coba fase satu, cara kerja vaksin COVID-19 mirip dengan vaksin HIV. Sebagaimana injeksi COVID-19 menempel pada protein virus corona dan membunuhnya, vaksin HIV dapat melakukan hal yang sama dengan partikel HIV.

Meskipun belum bisa mencegahnya, tim Schief kini tahu bahwa mRNA bisa digunakan untuk menargetkan dan membunuh HIV. Harapannya, teknologi dan studi lebih lanjut di masa depan dapat menciptakan vaksin HIV. (Sam)

Baca juga:

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak di Masa Pandemi Covid-19

Tips Mengatasi Jerawat 'Fungal'
Fun
Kubis Bisa Jadi Jus Sehat Kaya Nutrisi
Fun
Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen
Fun
Tips Mengatasi Jerawat 'Fungal'
Fun
Kubis Bisa Jadi Jus Sehat Kaya Nutrisi
Fun
Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Konsumsi Suplemen
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Romantis dan Aman Rayakan Valentine di Tengah Pandemi
Fun
Romantis dan Aman Rayakan Valentine di Tengah Pandemi

Jarak dan situasi tidak akan menjadi halangan untuk menunjukkan perhatian dan rasa sayang.

5 Camilan Klasik Khas Indonesia untuk Temani Waktu Libur di Rumah
Fun
Isyaratkan Album Baru, Japanese Breakfast Rilis Single ‘Be Sweet’
ShowBiz
Isyaratkan Album Baru, Japanese Breakfast Rilis Single ‘Be Sweet’

Japanese Breakfast telah mengumumkan album terbarunya bertajuk Jubilee.

Mural: Seni Berburu Tembok Kosong
Fun
Mural: Seni Berburu Tembok Kosong

Bagi anak art tembok kosong begitu berharga untuk dijadikan wadah mural.

Rem Tromol Vs Cakram, Ada Plus-Minusnya
Fun
Rem Tromol Vs Cakram, Ada Plus-Minusnya

Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki rem tromol dan rem cakram, berikut penjelasannya.

Kreativitas Mendekor Kamar Tidur Agar Terlihat Lebih Luas dan Nyaman
Fun
Kreativitas Mendekor Kamar Tidur Agar Terlihat Lebih Luas dan Nyaman

Kamar yang rapi, nyaman dan bersih membangkitkan mood.

Buka saat Pandemi, Bioskop malah Sepi
Fun
Buka saat Pandemi, Bioskop malah Sepi

Ternyata, inilah alasannya.

Valentino Rossi Pensiun dari MotoGP
Olahraga
Valentino Rossi Pensiun dari MotoGP

Setelah lebih dari 30 tahun.

Baby Boom Gajah di Kenya Akibat Penutupan Ekowisata Selama Pandemi
Fun
Inazuma akan Jadi Wilayah Baru pada Update Genshin Impact
Fun
Inazuma akan Jadi Wilayah Baru pada Update Genshin Impact

Akan melengkapi Chapter 2 dalam story mode Genshin Impact.