Berkat Anies Baswedan, Elektabilitas Partai NasDem Melejit Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama anggota DPR Ahmad Sahroni. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Partai NasDem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen. Hal ini merupakan hasil survei New Indonesia Research & Consulting.

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono menuturkan, melejitnya elektabilitas NasDem berkorelasi dengan kedekatan partai tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca Juga

PSI Tagih Janji Anies untuk Warga Kepulauan Seribu

"Basis pemilih Anies yang didominasi segmen islam makin mengerucut pilihan politiknya ke NasDem," kata Andreas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/11)

Sebagaimana diketahui, Nasdem cukup getol merekrut tokoh-tokoh dengan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden yang belum memiliki kendaraan politik. Melalui konvensi calon presiden yang direncanakan pada 2022, NasDem memberikan panggung kepada Anies dan tokoh-tokoh lain

"Sebagai partai politik nasionalis, NasDem memiliki keluwesan tinggi dan rentang spektrum ideologi yang sangat lebar untuk merangkul segmen pemilih islam," kata Andreas.

Hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan elektabilitas Partai NasDem mencapai 9,3 persen yang dirilis pada Selasa (30/11/2021). ANTARA/Ho-Humas New Indonesia Research & Consulting
Hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan elektabilitas Partai NasDem mencapai 9,3 persen yang dirilis pada Selasa (30/11/2021). ANTARA/Ho-Humas New Indonesia Research & Consulting

Dengan mendukung Anies, NasDem berupaya untuk menambah basis pemilih dari kalangan islam. Menguatnya elektabilitas partai besutan Surya Paloh itu juga berpeluang menciptakan polarisasi dengan koalisi partai nasionalis lain yang dominan yakni PDIP dan Gerindra.

Baca Juga

Alasan Anies Tunjuk Anak Buah Surya Paloh Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Di satu sisi, meskipun tetap unggul, elektabilitas PDIP kini hanya 16,4 persen. Sementara, elektabilitas Gerindra 9,6 persen, tipis di atas NasDem dan berpeluang tersalip.

"Banyak pemilih islam yang semula mendukung Gerindra bergeser ke NasDem," kata dia.

Lebih rinci, hasil survei New Indonesia Research & Consulting yakni PKB memperoleh elektabilitas sebesar 7,7 persen, Demokrat 7,3 persen, PSI 5,4 persen, Golkar 4,9 persen dan PKS 4,5 persen.

Selanjutnya, PPP dengan perolehan elektabilitas 2,2 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,1 persen dan Gelora 1,0 persen. Untuk papan bawah, Perindo hanya meraih 0,8 persen, Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen, Berkarya 0,2 persen dan Garuda 0,1 persen.

Selain itu, ia mengatakan munculnya partai politik baru masih belum cukup signifikan meraih dukungan dari masyarakat.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Baca Juga

Anies Sebut Formula E Kuatkan Peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Imbas Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Beri Bantuan ke Pengusaha Transportasi
Indonesia
Imbas Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Beri Bantuan ke Pengusaha Transportasi

Pemerintah Pusat harus memberikan bantuan kepada pengusaha transportasi umum baik darat, laut dan udara yang nantinya akan terimbas kebijakan larangan mudik lebaran 2021.

Punya Cash Rp 4 Triliun, Antam Setor Rp 1,63 Triliun ke Negara
Indonesia
Punya Cash Rp 4 Triliun, Antam Setor Rp 1,63 Triliun ke Negara

Nilai laba yang diperoleh Antam selama sembilan bulan ini sudah di luar dari kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan.

AHY Tegaskan Pertemuan dengan Anies Tak Bahas Pilpres 2024
Indonesia
AHY Tegaskan Pertemuan dengan Anies Tak Bahas Pilpres 2024

"Kami tidak berbicara ke sana ya. Artinya tidak ada pembicaraan soal politik praktis yang terlalu jauh," ujar AHY

Keberangkatan Jemaah Umrah Kembali Ditunda Hingga Awal 2022
Indonesia
Keberangkatan Jemaah Umrah Kembali Ditunda Hingga Awal 2022

Secara umum, asosiasi PPIU mendukung imbauan pemerintah

Belajar Tatap Muka, DKI Jakarta Bakal Mengacu Berbagai Indikator Penurunan COVID-19
Indonesia
Belajar Tatap Muka, DKI Jakarta Bakal Mengacu Berbagai Indikator Penurunan COVID-19

Bila semua wilayah ibu kota sudah keluar dari zona merah atau daerah dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi. Namun, hal itu tidak serta merta DKI melonggarkan semua pembatasan.

Camat-Lurah di Sukoharjo Hadiri Halalbihalal PAC PDIP Dihibur Biduan
Indonesia
Camat-Lurah di Sukoharjo Hadiri Halalbihalal PAC PDIP Dihibur Biduan

Plt Camat Sukoharjo Havid Danang P.M. Havid membenarkan adanya video tersebut.

Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus
Indonesia
Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta terus melonjak. Hari ini angka kasus positif Corona di Jakarta mencapai angka 9.394 kasus.

KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos
Indonesia
KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik saat memeriksa Yandri

Klaim Permintaan Oksigen di Monas Turun, Wagub Riza: Semoga Pertanda Baik
Indonesia
Klaim Permintaan Oksigen di Monas Turun, Wagub Riza: Semoga Pertanda Baik

"DKI Jakarta, beberapa hari yang lalu, minggu yang lalu cukup kewalahan memenuhi oksigen bagi pasien COVID-19. Namun, semuanya bisa diatasi, tidak ada kekurangan, semuanya kita cukupi," ujar Riza.

Polri Mungkin Bakal Hadiri Sidang Praperadilan Rizieq Shihab
Indonesia
Polri Mungkin Bakal Hadiri Sidang Praperadilan Rizieq Shihab

Rusdi belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan ketidakhadiran pihaknya