Berkas Perkara Lengkap, Juliari Batubara Segera Diadili Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Dengan demikian, Juliari bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta. Selain Juliari, tim penyidik juga telah merampungkan berkas penyidikan dua bekas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

"Tim penyidik melaksanakan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti kepada tim JPU dengan tersangka JPB, MJS, dan AW," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Baca Juga:

Saksi Ungkap Kronologi Uang Sewa Pesawat Pribadi, Permintaan Juliari?

Sebelumnya, berkas perkara masing-masing tersangka telah dinyatakan lengkap oleh tim JPU.

Ali menjelaskan, penahanan para tersangka kemudian dilanjutkan dan menjadi kewenangan JPU selama 20 hari ke depan terhitung sejak 1 April 2021 hingga 20 April 2021.

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ia menyebutkan, Juliari bakal mendekam di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Joko di Rutan KPK Gedung Merah Putih, dan Adi Wahyono di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor. Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," ujar Ali.

Baca Juga:

KPK Dalami Jatah Paket Bansos dari Anak Buah Juliari ke Ketua Komisi VIII

Selama proses penyidikan, kata Ali, tim penyidik telah memeriksa sedikitnya 68 saksi.

Para saksi di antaranya pejabat Kemensos, anggota DPR, dan berbagai pihak swasta yang menjadi vendor dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan bansos. (Pon)

Baca Juga:

Sopir Tersangka Bansos Akui Transfer Duit Rp40 Juta untuk Ajudan Juliari Batubara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Meminta Sumbangan Wakaf Lailatul Qadar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Meminta Sumbangan Wakaf Lailatul Qadar

Beredar poster mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pejabat KPK meminta sejumlah dana untuk sumbangan wakaf lailatur qadar.

Polisi Pakai Gas Air Mata, Sejumlah Pendemo Dilarikan ke Rumah Sakit
Indonesia
Polisi Pakai Gas Air Mata, Sejumlah Pendemo Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan pendemo di Harmoni, Jakarta Pusat terkapar setelah aparat kepolisian memukul mundur menggunakan gas air mata.

Debat Terakhir, KPU Angkat Tema Memajukan Surakarta Sebagai Kota Budaya Inovatif
Indonesia
Debat Terakhir, KPU Angkat Tema Memajukan Surakarta Sebagai Kota Budaya Inovatif

"Jadwal debat kedua paslon Pilwakot Solo tahap dua kami putuskan didakan tanggal 3 Desember," ujar Nurul

Kedekatan Dengan Surya Paloh, Bikin Sutiyoso Gabung Partai NasDem
Indonesia
Kedekatan Dengan Surya Paloh, Bikin Sutiyoso Gabung Partai NasDem

"Saya punya hubungan yang sangat akrab dengan Pak Surya Paloh sejak saya menjadi Panglima Kodam Jaya dulu," ungkap Bang Yos

Antisipasi Demo, Sekolah Diminta Cek Pelajar 3 Kali Sehari
Indonesia
Antisipasi Demo, Sekolah Diminta Cek Pelajar 3 Kali Sehari

Berdasar data Polisi, selama dua kali demo 8 dan 13 Oktober 2020 lalu. ada 288 siswa yang diamankan.

Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi
Indonesia
Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah DKI Jakarta diguyur hujan pada Rabu (30/6) pagi.

DPD Walubi DKI Jakarta Gelar Puja Bakti Secara Virtual
Indonesia
DPD Walubi DKI Jakarta Gelar Puja Bakti Secara Virtual

Puja bakti agama Buddha bagi para ASN di DKI mampu merekatkan sinergitas para ASN

Viral Ojol Ditangkap setelah Antar Pesanan Miras, Kapolresta Bantah Tetapkan Tersangka
Indonesia
Viral Ojol Ditangkap setelah Antar Pesanan Miras, Kapolresta Bantah Tetapkan Tersangka

Viral di media sosial seorang driver ojek online (ojol) di Solo ditangkap tim Sparta Polresta Solo, saat mengantar pesanan yang ternyata berisi minuman keras jenis anggur.

Bekas Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara
Indonesia
Bekas Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gubernur Banten Kaji Kembali Sekolah Tatap Muka Januari
Indonesia
Gubernur Banten Kaji Kembali Sekolah Tatap Muka Januari

Banten mengkaji kembali rencana pembukaan KBM secara tatap muka untuk SMA/SMK yang akan dilaksanakan mulai awal Januari 2021.