Berkas Perkara Lengkap, Djoko Tjandra Cs Siap Diseret ke Meja Hijau Bali Djoko Tjandra di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8/2020). ANTARA FOTO/ Adam Bariq/aww.

Merahputih.com - Berkas perkara tindak pidana pemalsuan surat dengan tersangka Djoko Soegiarto Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Anita Dewi Kolopaking sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa penuntut umum.

Polri berencana melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur untuk segera disidangkan.

"Iya benar rencananya (pelimpahan tahap dua)," ucap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Senin (28/9).

Baca Juga:

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan

Dengan demikian, tersangka kasus surat palsu dan barang bukti dalam kasus ini akan diserahkan kepada kejaksaan hari ini.

Sehingga, Djoko Tjandra dan yang lain akan segera diseret ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbutannya.

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara surat palsu Djoko Soegiarto Tjandra diserahkan tahap I ke Kejaksaan Agung pada Jumat, 4 September 2020. Adapun, dalam perkara surat palsu ini ada tiga orang tersangka yakni Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Sementara itu, berkas perkara pemalsuan surat dibuat dalam tiga berkas yakni untuk Djoko Tjandra, berkas Brigjen Prasetijo, dan berkas Anita Kolopaking.

Berkas perkara tersangka Anita Kolopaking tebalnya 2.025 lembar, berkas tersangka Djoko Tjandra setebal 1.879 lembar, dan berkas tersangka Prasetijo setebal 2.080 lembar.

Baca Juga:

Penyidik Kebut Pemberkasan Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Namun, berkas perkara surat jalan palsu ini dinyatakan belum lengkap sehingga dikembalikan lagi oleh penuntut umum supaya dilengkapi sesuai petunjuk-petunjuk dari jaksa. Selanjutnya, penyidik Bareskrim melaksanakan petunjuk itu dengan melengkapi berkas perkara tersebut.

Bareskrim menetapkan Brigjen Prasetijo, Djoko Tjandra, dan Anita Kolopaking sebagai tersangka kasus pemalsuan surat sebagaimana diatur Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP, dan/atau Pasal 426 ayat 1 KUHP dan/atau Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demokrat Berhasil Manfaatkan Penurunan Elektabilitas PDIP Karena Kasus Bansos
Indonesia
Demokrat Berhasil Manfaatkan Penurunan Elektabilitas PDIP Karena Kasus Bansos

Elektabilitas PDI Perjuangan turun menjadi 22,3 persen, padahal sebelumnya naik dari 26,8 persen pada survei pada Juli 2020 menjadi 31,6 persen pada survei Oktober 2020.

Prabowo Harap Rumusan Strategis Sishankamrata Abad ke-21 Dijadikan UU
Indonesia
Prabowo Harap Rumusan Strategis Sishankamrata Abad ke-21 Dijadikan UU

Menhan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto menilai keberhasilan Konfernas merumuskan produk strategis Sishankamrata Abad ke-21 sebagai momen penting bersejarah bagi keberlangsungan Bangsa Indonesia di masa mendatang.

Pertamina Pastikan Tak Ada Rumah Rusak akibat Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Indonesia
Pertamina Pastikan Tak Ada Rumah Rusak akibat Kebakaran Kilang Minyak Balongan

BUMN PT Pertamina memastikan tidak ada rumah yang rusak dalam peristiwa kebakaran hebat di Kilang Minyak Balongan.

Pengawasan Kendor, Segel Bangunan Liar di Muara Angke Dicopot
Indonesia
Pengawasan Kendor, Segel Bangunan Liar di Muara Angke Dicopot

Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jakarta Utara patut dipertanyakan. Sebab, segel atau garis Satpol PP yang terspasang di bangunan liar di Kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke dicopot.

Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Kembali Normal Hari Ini
Indonesia
Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Kembali Normal Hari Ini

PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen kembali berjalan normal.

Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar
Indonesia
Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar

Gibran mengajukan dana sebesar Rp 50 miliar pada DPRD Solo untuk membantu warga yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi

Salah satu politisi yang ikut mengunggah foto rumah mewah Anies Baswedan hadiah dari pengembang reklamasi adalah Ferdinand Hutahaean.

Gojek-Halodoc Manjakan Para Lansia dalam Program 10.000 Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Gojek-Halodoc Manjakan Para Lansia dalam Program 10.000 Vaksinasi COVID-19

Gojek menyiapkan tiga jenis layanan dalam program vaksinasi lansia dan mitra di Bandung. Program ini menargetkan vaksinasi pada 10.000 sasaran.

Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab

"Kami akan panggil beberapa saksi ahli lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Polda Metro Bakal Proses Hukum Korlap Aksi 1812
Indonesia
Polda Metro Bakal Proses Hukum Korlap Aksi 1812

Sebab, dalam aksi demo itu, ditemukan massa yang membawa senjata tajam, ganja, hingga melakukan pembacokan pada anggota yang bertugas di lapangan.