Berkas Lengkap, Irjen Napoleon Bonaparte Ditahan Bareskrim Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

MerahPutih.com - Dit Tipikor Bareskrim akhirnya menahan mantan Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi.

Penahanan ini karena polisi akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa setelah berkas mereka dinyatakan lengkap alias P-21.

“NB pada pukul 11.00 tadi dan tersangka NB langsung dites swab dan selanjutnya dilakukan upaya paksa berupaya penahanan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (14/10).

Baca Juga:

Alasan Mabes Polri Belum Tahan Irjen Napoleon Bonaparte

Sedangkan TS datang pukul 12.00 . Lalu ia langsung menjani swab test dan selanjutnya juga dilakukan penahanan. Menurut Awi itu adalah bentuk komitmen polri dalam rangka menyelesaikan pidana korupsi dibalik pencabutan red notice Djoko Tjandra.

Sebelum ditahan, Napoleon dinyatakan kalah oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam gugatan praperadilan yang diajukannya.

Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa
Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa

Hakim menilai, penetapan tersangka terhadap Napoleon dalam perkara gratifikasi dalam penghapusan red notice Djoko S Tjandra sudah sah dan sesuai prosedur yang berlaku.

Gugatan ini didaftarkan pada 2 September 2020 lalu. Dalam rangkaian sidang ini juga terungkap Napoleon meminta dan menerima Rp 7 miliar.

Baca Juga:

Praperadilan Ditolak, Tim Hukum Irjen Napoleon Bakal Pelajari Putusan

Dalam kasus ini ada dua tersangka selain Napoleon dan Tommy. Mereka adalah mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan Djoko S Tjandra. Dua nama terakhir ini sudah ditahan.

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan Napoleon dan Prasetijo sebagai tersangka penerima suap. (Knu)

Baca Juga:

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejumlah Tetangga Pasien Positif Corona di Depok Tengah Dipantau
Indonesia
Sejumlah Tetangga Pasien Positif Corona di Depok Tengah Dipantau

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut empat orang tetangga dari dua pasien positif virus corona berada dalam status pemantauan.

Wagub DKI Janji Insentif Gaji Penggali Kubur COVID-19 Segera Cair
Indonesia
Wagub DKI Janji Insentif Gaji Penggali Kubur COVID-19 Segera Cair

Permasalahan pembayaran duit tambahan untuk sopir ambulans dan penggali kubur itu akan segera diselesaikan.

Koordinator MAKI Blak-blakan Soal Duit 100 Ribu Dollar Singapura Buntut Laporkan 'King Maker' Djoko Tjandra ke KPK
Indonesia
Masjid Istiqlal Menerima dan Menyalurkan Zakat ke Warga
Indonesia
Masjid Istiqlal Menerima dan Menyalurkan Zakat ke Warga

Lanjut dia, bagi masyarakat yang hendak berzakat di Istiqlal, bisa datang langsung menemui panitia.

Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Predator Seks Asal Perancis
Indonesia
Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Predator Seks Asal Perancis

Setelah dilakukan perawatan selama tiga hari, akhirnya tersangka meninggal dunia pada Minggu

KPK Maksimalkan Pasal Pencucian Uang pada Korporasi
Indonesia
KPK Maksimalkan Pasal Pencucian Uang pada Korporasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi

5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif
Indonesia
5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif

Tim survailans mengadakan rapid test di beberapa tempat.

Pasien RS Pelni Keluhkan Massa yang Sambut Rizieq di Jalan Petamburan
Indonesia
Pasien RS Pelni Keluhkan Massa yang Sambut Rizieq di Jalan Petamburan

Sejumlah jamaah pun satu persatu mulai meninggalkan kawasan Petamburan, Jakarta Pusat

Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8 Ribu Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8 Ribu Orang

Rincian jumlah pasien yang dirawat dari 697 pria dan 543 perempuan

PDIP: Tinjauan Anies ke Lokasi Banjir Hanya untuk Selfie
Indonesia
PDIP: Tinjauan Anies ke Lokasi Banjir Hanya untuk Selfie

Gubernur Anies miskin gagasan untuk mengentaskan masalah banjir di Jakarta.