Berkas Kasus Ambroncius Nababan Mulai DIkirim ke Kejaksaan Ambrosius Nababan. (foto: FB)

Merahputih.com - Penyidik Bareskrim Polri mulai berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait dengan kasus Ambroncius Nababan dalam perkara dugaan tindakan rasis terhadap eks Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan, koordinasi tersebut untuk kebutuhan pemberkasan. Namun, Rusdi tak menjelaskan apakah pemberkasan itu pelimpahan tahap I atau belum.

Baca Juga

Kasus Rasisme, Eks Pentolan Relawan Jokowi Terancam Penjara di Atas 5 Tahun

"Nanti kami update, tapi kalau perkiraan kami sudah mulai dikirim ke Kejaksaan," kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/3).

Yang pasti, dalam perkara ini Ambroncius masih mendekam di Rutan Bareskrim. Perkaranya pun akan diusut sampai ke meja hijau.

"Masih dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri. Yang jelas akan selesai sampai tuntas ke pengadilan kasus itu," ujar Rusdi.

Ilustrasi: Kampanye Stop Rasis. (Foto: Antara)

Sebelumnya, Kader Partai Hanura Ambroncius Nababan mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Dirtipid Siber Bareskrim Polri.

Ambroncius sebelumnya ditahan terkait kasus ujaran bernada SARA terhadap aktivis Papua Natalius Pigai. Bareskrim resmi menetapkan Ambroncius Nababan sebagai tersangka kasus dugaan tindakan rasisme ke eks Komisioner Komnas HAM tersebut.

Baca Juga

Ketua Relawan Jokowi Resmi Dipenjara karena Kasus Dugaan SARA

Setelah dijadikan tersangka, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penjemputan kepada Ambroncius Nababan. Hal itu dilakukan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Adapun pasal yang disangkakan ke Ambroncius antara lain, Pasal 45a ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan UU ITE dan juga Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan juga Pasal 156 KUHP. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Unggul Hitung Cepat, Gibran akan Sowan ke Bajo
Indonesia
Unggul Hitung Cepat, Gibran akan Sowan ke Bajo

"Pertemuan dengan Bajo tidak akan saya dilakukan dalam waktu dekat. Menunggu waktu longgar dari beliau Bajo," kata Gibran

[Hoaks atau Fakta]: 6 Ormas Radikal Telah Dibubarkan Pemerintah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 6 Ormas Radikal Telah Dibubarkan Pemerintah

Info ini telah muncul sejak tahun 2017 sepanjang Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang.

BI dan Bank Sentral Tiongkok Mulai Implementasi Kerja Sama Mata Uang Lokal
Indonesia
BI dan Bank Sentral Tiongkok Mulai Implementasi Kerja Sama Mata Uang Lokal

Kerangka kerja sama ini disusun berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBC Yi Gang pada tanggal 30 September 2020.

Komisi III Minta Kajian Revisi UU ITE Segera Diserahkan ke DPR
Indonesia
Komisi III Minta Kajian Revisi UU ITE Segera Diserahkan ke DPR

Pembahasan revisi UU ITE harus berdasarkan kesepakatan tidak hanya pemerintah

PBNU Minta Masyarakat Sudahi Polemik Salat Idul Fitri
Indonesia
PBNU Minta Masyarakat Sudahi Polemik Salat Idul Fitri

Termasuk semua para tokoh agama harus memiliki kesadaran bahwa COVID-19 ini bukan hanya di Indonesia

Ketum PGI: 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Sudah Ditarget
Indonesia
Ketum PGI: 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Sudah Ditarget

Gomar Gultom menilai, ke-75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sudah ditarget.

Jabar Siapkan Rp 500 Miliar Hadapi Musim Hujan Tahun Ini
Indonesia
Jabar Siapkan Rp 500 Miliar Hadapi Musim Hujan Tahun Ini

Akhir-akhir ini hujan deras kerap mengguyur sebagian wilayah Jawa Barat.

15 Persen Anak DKI Belum Divaksin, Anies: Orang Tua Tidak Mengizinkan
Indonesia
15 Persen Anak DKI Belum Divaksin, Anies: Orang Tua Tidak Mengizinkan

Pemerintah memutuskan untuk tidak mewajibkan divaksin kepada para siswa yang mengikuti sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Indonesia Ada Karena Keberagaman, Anak Gus Dur: Kalau Tidak Ada, Tidak Perlu Ada Indonesia
ShowBiz
Rizieq Shihab Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan
Indonesia
Rizieq Shihab Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan

Rizieq Shihab disebut tidak akan menghadiri sidang perdana praperadilan penetapan tersangka kasus kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.